RSS

Semua Terangkum Indah Dalam Bingkai Kerinduan

Persaudaraan itu seutuhnya tentang rindu...
Yang membuat selalu tak sabar ingin bertemu..
Yang membuat terasa rugi jika tak saling berbagi...

Ini adalah tentang hati-hati yang terkait..
Terkait yang tak akan kenal dekat atau jauhnya jarak..
Tentang do'a-do'a yang saling bertaut..

Dia adalah tulus yang menjelma dengan indah..
Dia terasa rumit tuk diungkap..
Namun, nyata dalam kata sederhana..

Dia dalam tuk diselami..
Karena dia adalah iman yang berupa makna..

Semoga..
Allah senantiasa mengikat kuat hati-hati kita dalam simpul ukhuwah imaniyah.. ^_^

Di depan Masjid UI, bersama mujahhidah2 rohis smk47.. kenangan rihlah 3 agustus 2008 sewaktu masih menjadi pengurus.. Kangen kalian itu sesuatu banget.. :)



28 June 2012
*kamar*

Hati-hati Aktivis Galau Di Facebook

dakwatuna.com – Memasuki usia kepala dua (dua puluhan) adalah saat-saat kritis bagi pemuda. Pada usia itu, menurut hemat saya, seseorang mulai memasuki usia menggalau. Tingkat kedewasaan tengah ia masuki. Ia berada pada masa pencarian. Bukan hanya pencarian hakikat/identitas diri, tapi juga pencarian belahan hati (jodoh).
Fenomena galau hinggap pada siapa saja, tak terkecuali para aktivis muda. Dengan semakin dibukanya kran komunikasi melalui media sosial, segala hal bisa dengan mudah diketahui termasuk kegalauan para aktivis. Memang, tak semua aktivis muda menunjukkan aktivitas galaunya di jejaring sosial, utamanya Facebook. Namun juga tak sedikit yang justru lantang menyuarakan kegalauannya itu.
Kegalauan yang dialami aktivis memang mengarah pada hal yang sama, pencarian kekasih hati (jodoh). Menunjukkan hal itu bisa melalui status Facebook, share link tentang hal terkait pernikahan, membuat catatan, dll. Jika mengemuka status dari seorang akhwat/ikhwan lajang yang menjurus ke pernikahan, maka ramailah komentar mengerubungi si status. Ada di antaranya yang meledek, mensupport, menasihati, dll.
Ada dua indikasi ditunjukkannya kegalauan oleh para aktivis muda di dunia maya. Pertama, ingin menunjukkan eksistensi diri. Ya, aktualisasi memang menjadi salah satu hal terkuat ramainya dunia maya era kini. Hampir semua orang ingin diketahui dan mendapat pengakuan di mata khalayak umum. Kedua, ingin diapresiasi. Apresiasi adalah hal yang ingin didapat oleh manusia setelah ia diketahui eksistensi dirinya. Ibarat seorang murid, ia berusaha mendapat perhatian guru dengan salah satunya rajin bertanya. Maka sang guru pun akan mengenal murid tersebut dan melabel positif sebagai murid yang aktif dan partisipatif.
Hakikatnya, tak ada yang salah dengan kegalauan yang dialami para aktivis muda. Ia tiada lain adalah suatu kefitrahan. Yang sangat disayangkan adalah, terkadang, kegalauan yang ditunjukkan lewat status atau apapun di FB sering menyeret pada hal yang kurang bermanfaat. Tak jarang ikhwan-akhwat awalnya saling meledek, kelamaan menjadi semakin intens berkomunikasi, saling menjodohkan, dll. Tentu saja hal tersebut sangat mengganggu dan bisa menjadi jebakan fitnah bagi oknum yang bersangkutan. Prasangka akan muncul di kalangan sesama aktivis lain atas penyikapan oknum terhadap hal ini.
Belum lagi ditambah dengan komentar dari masyarakat luas. Dunia maya bukan milik satu komunitas tertentu saja. Di dalamnya, terdapat jutaan pasang mata yang mampu melihat dan mengawasi laku kita. Bersikap galau di FB bukanlah teladan yang layak untuk dipublikasikan secara luas. Tak ada memang dalil yang melarang aktivitas galau di FB semacam ini. Namun jika memang sudah masanya, sudah pada waktunya, maka dewasalah. Segerakanlah pernikahan yang memang secara syariat baik, sebagai upaya penggenapan sebagian din. Jangan sampai mengawali hal baik itu dari sesuatu yang keruh dan berbau prasangka. Apapun alasannya, saya sebagai pengamat merasa miris dan resah jika menyaksikan kegalauan berlabuh di status FB aktivis muda. Pandangan subjektif saya mengatakan bahwa hal itu menunjukkan belum cukup dewasalah orang yang bersangkutan.
Masih banyak hal lebih bermanfaat yang bisa dilakukan. Ya, tidak jauh dari persiapan itu sendiri. Aspek ruhiyah, ilmiyah-fikriyah, jasadiyah, maadiyah (material), dan ijtima’iyyah adalah hal yang tak sepele untuk disiapkan. Maka jika memang sudah masanya, sudah pada waktunya segerakanlah. Karena pemuda yang menikah demi menjaga kesucian dirinya dari maksiat adalah satu dari tiga golongan yang wajib Allah tolong berdasarkan hadits At Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah.
Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: dakwatuna

Tugas Akhir (lagi)



Pagi ini, ketika sedang browsing-browsing di kamar.  Sambil ngecek isi blog, tiba-tiba ringtone sms berbunyi.... "Ini siapa lagi sms pagi-pagi banget" (dalam hati) Segera aku ambil HP yang berada di meja belajar. Segera lihat nama yang ada di sms itu, hah Bu Yetty!! Dosen Pembimbing Tugas Akhirku. Wahhh ada apakah ini? (panik). Akhirnya secepat kilat kubuka sms dari beliau.

"Asww. Nurul, TA kamu punya udah bisa di ambil di meja saya hari ini. Minta tolong buka ruangan saya pada cleaning service Mono."

Apakah yang akan terjadi dengan Tugas Akhirku? Entahlah. Ini rasa-rasanya hati langsung galau sejak dapat sms dari beliau. (halah). Dalam benak jadi bertanya-tanya. "TA nya sudah di acc semua atau belum ya?" "Revisi lagi atau tidak ya?" Ah hanya bisa berekspektasi saja sebelum melihat hasilnya. Padahal rencananya hari ini tidak ingin ke kampus. Tapi Allah berkehendak lain. Inilah yang biasa kita bilang, "Manusia hanya bisa berencana, tetapi Allah yang menentukan."

Karena pada hari kamis, aku sudah menyelesaikan semua bab, dan segera aku tinggalkan Tugas Akhirku di meja dosen pembimbing. Ya, itu yang beliau minta karena beliau tidak bisa hadir ke kampus pada hari kamis pagi pekan lalu. Tidak bosan-bosan untuk menanyakan lewat pesan singkat ke beliau apakah Tugas Akhirnya sudah di koreksi atau belum. Tetapi jawaban beliau yang terakhir adalah "Belum sempat dikoreksi, nanti saya kabari kalau sudah selesai." Ahh kalau begini mah harus nunggu kabar dari beliau -____- . Semoga tidak lama nunggunya. (berharap)

Tetap ikhtiar nanya-nanya ke beliau lewat pesan singkat (baca: sms), mungkin beliau bosan kali yah di sms olehku terus setiap hari. hehe afwan ya bu. ;). Tertanggal 21 Juni 2012 pas malam sekitar jam 21.00, sms pun aku kirim lagi kebeliau menanyakan kelanjutan Tugas Akhirnya..

"Assalaamu'alaykum. Ibu, ini Nurul D3. TA saya udah di koreksi atau belum bu? Maaf ya bu ganggu. :)"

"Nanti selasa ketemu saya di kampus."

"Masih ada revisi ya bu?"

"Saya belum ke kampus, jadi belum bisa jawab ada revisi atau tidak."

Jlebb seketika. Masya Allah, sangat berharap tidak ada revisi lagi. hehe. Tapi, semua hasil akan diketahui saat aku mengambil TA nya hari ini. Berharap yang terbaik sajalah. Allah lebih tahu yang terbaik untuk hambaNYA. Yang terpenting adalah, ikhtiarnya tidak boleh kendur. Harus maksimal. Okeyyy. Mari kita siap-siap pergi ke kampus untuk mengambil hasil bimbingannya. Hamasah never ending!!


*25 June 2012*
07.50 am @ my bedroom

#sya'ban

Alhamdulilaah kita tengah menghadapi bulan sya'ban.. Hanya tinggal beberapa hari lagi, terhitung mundur, kita akan memasuki bulan Ramadhan. Sudah tidak sabar ingin merasakan bulan Ramadhan. Ada sedikit copas-an dari ustadz felix, nemu di facebook. (jiahh bahasanya nemu, hehe).
 Mari dibaca, semoga berkah dan manfaat. :)


1. alhamdulillah, bulan sya'ban sudah menjelang dan ramadhan telah dekat | apa amalan2 yg biasa Rasul lakukan di bulan sya'ban?
2. dari Aisyah ra, “aku tak sekalipun melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali (pada) bulan Ramadan.. >>
3. >>..dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa -ed) dalam suatu bulan kecuali bulan sya’ban.. >>
4. >>..beliau saw berpuasa pada kebanyakan hari di bulan sya’ban” (HR Bukhari Muslim) | dlm lafadz hadits lain "hampir sebulan penuh"
5. “ (sya'ban) adl bulan yg kebanyakan org lalaikannya yaitu antara rajab dan ramadhan, bulan yg di dalamnya diangkat amalan2 pd Allah.. >>
6. >>..Tuhan seluruh alam. Maka aku ingin (ketika) amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa” (HR An-Nasai)
7. jadi jelas bahwa di bulan sya'ban, Rasulullah mencontohkan ummatnya untuk banyak2 berpuasa | karena sya'ban adl bulan penuh keutamaan
8. adapun amalan di nishfu sya'ban (pertengahan sya'ban) | maka ulama ramai bersepakat hadits2 tentangnya dhaif (lemah), bahkan palsu
9. jadi pd nishfu sya'ban tidak perlu mengkhususkan shalat sekian rakaat, setiap rakaat membaca surat tertentu sebanyak sekian kali dll
10. hanya saja, bagi yang tidak terbiasa berpuasa | nishfu sya'ban menjadi batas dimana ia mesti berhenti berpuasa sunnah di bln sya'ban
11. Rasul bersabda, “jika tersisa separuh bulan sya’ban, janganlah berpuasa” (HR Tirmidzi)
12. Rasul juga bersabda, “jika tersisa separuh bulan sya’ban, maka tahanlah diri dari berpuasa hingga datang bulan ramadhan” (HR Ahmad)
13. namun bagi yg terbiasa berpuasa (mis: senin-kamis), maka boleh baginya lanjutkan puasa setelah nishfu sya'ban (pertengahan sya'ban)
14. dalilnya, “janganlah mendahulukan ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa” (HR Muslim) | artinya puasa sblm itu dibolehkan
15. jadi kl mau bayar qadha puasa sampe 1-2 hari menjelang Ramadhan, tentu masih diperbolehkan
16. ramaikan sya'ban dgn berpuasa | bila shalat sunnah sempurnakan shalat wajib, semoga puasa sunnah kita sempurnakan puasa wajib esok :)

olahraga itu menyehatkan

Alhamdulillah ahad pagi ini masih diberikan kesempatan untuk olahraga lengkap bersama para pasukan. Kurang satu orang sih, ka adin. Anak sulung yang sudah tidak tinggal di Jakarta lagi, karena dia yang memutuskan untuk menetap di luar Jakarta. Ya, pagi ini formasi cukup lengkap. Ada ka Irmeh (baca : irma), Aku, Ramdhan, dan Sya'diah. Ramdhan hari sabtu kemarin baru dijemput dari pondoknya. Jadi dia bisa ikut riyadhoh deh :). Dikarenakan malam ahadnya itu hujan cukup deras di daerah Ragunan, jadi pagi tadi itu udara sangat sejuk sekali. Apalagi di daerah Ragunan, masih banyak pepohonan di sepanjang jalan, jadi udaranya sejuk banget. Titik-titik embun membasahi sudut daun. Indah, Subhanallaah. "Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?" 

Mulai bersiap dengan persenjataan (serasa mau perang hehe). Jam 06.00 kami bersiap untuk pergi berolahraga. Setelah sekian lama tidak merasakan yang namanya olahraga dikarenakan padatnya aktivitas (alesan hehe), akhirnya pagi ini olahraga juga. Kami biasanya hanya lari pagi aja di area Departemen Pertanian. Pada tahu kan? Pasti tahu dong yah. Nah posisi rumahku tidak jauh dari Departemen Pertanian, jadi tempat ini pas buat para agan olahragawan atau olahragawati hehe. Karena di sana masih banyak pepohonan rindang, udara jadi sejuk. Di sana juga suasananya tidak terlalu ramai. Jadi lebih asyik olahraga di tempat ini.

Di mulai dengan pemanasan agar badan tidak kaku dan keram, dan akhirnya kami mulai berlari-lari kecil di sana. Ahh ka Ima sama Sya'diah larinya lama cekaliii, dia selalu ada di belakang kami (aku dan ramdhan). Payah kalian. :p . Ada tips nih agar punya semangat membara saat lari paginya, coba lari paginya sambil denger mp3. Isi mp3nya lagunya Izzis atau Shouhar. Pas banget tuh untuk penambah energi semangat. :)
Setelah selesai lari, sekitar jam 07.00, ka Ima mengajak kami adik-adiknya untuk sarapan. Ingin tahu tempat sarapannya di mana? Yaps, di Bumi Perkemahan Ragunan. Itu lho area perkemahan yang posisinya di depan Departemen Pertanian. Tempat makan di sana tepatnya paling ujung di sudut jalan. Euhmm, agak jauh memang. Mungkin bisa membuat badan ini sedikit lebih kurus. aamiin. (*lho? hehe). Setelah sampai di sana, kami nyabu bareng-bareng di sana. Asyik dong bisa nyabu? Ya asyik lah, secara NYArapan BUbur (nyabu) pasti kenyang dan sehat :p. Setelah selesai nyabu, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah, alias pulang. Pas diperjalanan, kami berpisah. Ramdhan bersama denganku, Sya'diah bersama ka Ima. Kami berjalan di trotoar yang berbeda, saling berseberangan. Tapii aku tak ingin melewatkan begitu saja perjalanan pulang. Di setiap pinggir jalan di luar Departemen Pertanian itu banyak yang jualan pohon yang berbunga dan tidak berbunga. Ada macam-macam jenis pohon lah ya. Nah, pas sepanjang jalan itu, aku melihat beberapa bunga yang sudah bermekaran dengan indahnya ditambah dengan butir-butir embun yang membasahinya. Indah. Sangat indah. Ahh subhanallaah banget deh pokoknya. Tidak ingin kehilangan kesempatan itu, oleh karenanya aku iseng-iseng motret bunga-bunganya. Nih dia ada beberapa hasil dokumentasinya. :)

Ini gak tahu nama bunganya apa Ini fotonya sudah di edit. Bagus gak editannya? maklum masih amatiran nih :D
Ini bunga kamboja. Dengan editan juga. hehe

hidup

Hidup mengajari kita tentang makna bersyukur di waktu fajar
Kerja keras di terik siang
Terseyum saat senja menjelang
Merasa damai ketika terlelap dalam Malam…

Dia tahu lelahnya Ragamu hari ini…
Dia juga tahu sedikitnya jatah bersantai yang harus kau nikmati
Dia sangat tahu, bahkan lebih tahu dari yang kau tahu…

Tapi kau harus tetap Tersenyum…
Percayalah…
Lelah ini hanya sebentar saja…
Jangan menyerah, walaupun tak mudah meraihnya,
Tetap tersenyumlah…
Karena senyummu Tlah terbalas olehnya..


copas dari blog nya  kak ali

this's made by me :D

ini lho ada dokumentasi kue bolu hasil bikinanku. Lagi iseng mau post foto-fotonya. Akhirnya berhasil juga bikin kuenya. :D Untuk resep dan cara proses pembuatannya, kapan-kapan aja ya postingnya. Soalnya pekan ini lagi agak males menulis di blog. hehe :D

This is it! Kue bolu pelangi ala chef nurul! Hoho :p

ini buatan yang pertama :D



kuenya baru saja matang! buatan yang kedua, lebih mengembang hee berhasil!!! laziess :)




tampak dari bawah 1

tampak dari bawah 2

Rasanya enak lho. Ini benar-benar buatan tangan sendiri. Senang gitu rasanya berhasil bikin kue resep dari mama. hehe. Kalau ingin icip-icip, boleh datang ke rumahkuu. Atau mau pesan, juga boleh. (lho kok ini jadi jualan gini sih). hihi :D


Kata Ulama Tentang Hadits-Hadits Berpuasa Khusus Pada Bulan Rajab

Dengan mengucap basmallaah, mari mulai dibaca yuk.. :) 
Tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu kan? :) Plis read 'n enjoy it!

Oleh: Farid Nu'man Hasan

Beberapa hari ini, kami mendapatkan beberapa pertanyaan tentang banyaknya beredarnya SMS dan BBM (Blackberry Messanger) yang menyebutkan keutamaan berpuasa pada bulan Rajab, dengan fadilah yang "wow" dan bombastis. Sayangnya SMS dan BBM tersebut tidak menyebutkan sumber nukilan dari mana hadits-hadits itu berasal. Pertanyaan ini, selalu berulang dari tahun ke tahun, tahun lalu ... tahun lalu ... terus begitu, kami mendapatkan pertanyaan serupa setiap menjelang atau awal bulan Rajab.
Berikut ini akan kami paparkan perkataan para Imam tentang hadits-hadits keutamaan puasa pada bulan Rajab. Semoga ini bisa diambil manfaatnya bagisiapa saja yang objektif dan mau menerima kebenaran.
                                                                 * * * * *


1. Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah , Beliau berkata:

 وَأَمَّا صَوْمُ رَجَبٍ بِخُصُوصِهِ، فَأَحَادِيثُهُ كُلُّهَا ضَعِيفَةٌ، بَلْ مَوْضُوعَةٌ، لَا يَعْتَمِدُ أَهْلُ الْعِلْمِ عَلَى شَيْءٍ مِنْهَا، وَلَيْسَتْ مِنْ الضَّعِيفِ الَّذِي يُرْوَى فِي الْفَضَائِلِ، بَلْ عَامَّتُهَا مِنْ الْمَوْضُوعَاتِ الْمَكْذُوبَاتِ
Ada pun mengkhususkan puasa Rajab, maka semua hadits-haditsnya adalah dhaif bahkan palsu, para ulama tidak berpegang sedikit pun  terhadapnya, dan itu bukanlah termasuk dhaifnya riwayat tentang masalah keutamaan (fadhaail), bahkan umumnya adalah palsu lagi dusta ... (Al Fatawa Al Kubra, 2/478, Majmu Fatawa, 25/290)
2. Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah Rahimahullah, berkata:


كل حديث في ذكر صيام رجب وصلاة بعض الليالي فيه فهو كذب مفترى
Semua hadits yang menyebutkan tentang puasa Rajab dan shalat pada sebagian malam-malamnya adalah dusta. (Al Manar Al Muniif, Hal. 96)

3. Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani Rahimahullah, mengatakan: 
قال ابن حجر : لم يرد في فضله، ولا في صيامه، ولا في صيام شئ منه معين، ولا في قيام ليلة مخصوصة منه، حديث صحيح يصلح للحجة.

“Tidak ada hadits yang menyebutkan keutamaannya, tidak pula keutamaan puasanya, tidak ada puasa khusus pada Rajab, tidak juga shalat malam secara khusus, dan hadits shahih lebih utama dijadikan hujjah (dalil).” (Dikutip oleh Syaikh Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah, 1/453)

Imam Ibnu Hajar juga berkata dalam Kitab Tabyinul ‘Ajab, sebagaimana dikutip oleh Imam Abdul Hay Al Luknawi:

أما الأحاديث الواردة في فضل رجب أو صيامه أو صيام شيء منه فهي على قسمين ضعيفة وموضوعة

“Adapun hadits-hadits yang ada tentang keutamaan Rajab atau puasanya atau sedikit puasa pada bulan Rajab, terdiri atas dua bagian; yaitu dhaif (lemah) dan maudhu’ (palsu).” (Al Atsar Al Marfu’ah fil Akhbar Al Maudhu’ah, hal. 59)
 
4. Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkata:

وصيام رجب، ليس له فضل زائد على غيره من الشهور، إلا أنه من الاشهر الحرم. ولم يرد في السنة الصحيحة: أن للصيام فيه فضيلة بخصوصه، وأن ما جاء في ذلك مما لا ينتهض للاحتجاج به

Puasa Rajab, tidak memiliki kelebihan apa pun dibanding bulan-bulan lainnya, hanya saja dia termasuk bulan-bulan haram. Tidak ada dalam sunah yang shahih tentang bahwa  puasa pada bulan tersebut memiliki  keutamaan khusus, ada pun riwayat yang ada menyebutkan tentang hal itu tidak kuat dijadikan sebagai hujjah. (Fiqhus Sunnah, 1/453)






5. Imam Ibnu Rajab Al Hambali Rahimahullah, berkata:

  وأما الصيام فلم يصح في فضل صوم رجب بخصوصه شيء عن النبي صلى الله عليه وسلم ولا عن أصحابه

Ada pun puasa, tidak ada yang shahih sedikit pun tentang keutamaan puasa Rajab dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Salam dan tidak pula dari sahabat-sahabatnya. (Al Latha-if Al Ma'arif, Hal. 228)
 
6. Imam Al Munawi Rahimahullah berkata:
بل عامة الأحاديث المأثورة فيه عن النبي صلى الله عليه وسلم كذب

 “Bahkan Umumnya hadits-hadits tentang keutamaan Rajab adalah dusta.” (Faidhul Qadir, 4/24)
 
Sebagai contoh:

“Sesungguhnya di surga ada sungai bernama Rajab, airnya lebih putih dari susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa yang berpuasa Rajab satu hari saja, maka Allah akan memberikannya minum dari sungai itu.” (Status hadits: batil. Lihat As Silsilah Adh Dhaifah No. 1898. Imam Ibnul Jauzi mengatakan: tidak shahih. Imam Adz Dzahabi mengatakan: batil. Lihat Syaikh Muhammad bin Darwisy bin Muhammad, Asnal Mathalib, Hal. 86)
 
“ Ada lima malam yang doa tidak akan ditolak: awal malam pada bulan Rajab, malam nishfu sya’ban, malam Jumat, malam idul fitri, dan malam hari raya qurban.” (Status hadits: Maudhu’ (palsu). As Silsilah Adh Dhaifah No. 1452. Lihat juga Syaikh Khalid bin Sa’ifan, Ma Yatanaaqaluhu Al ‘Awwam mimma Huwa Mansuub li Khairil Anam, Hal.  14)
 
“Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” (Status hadits: Dhaif (lemah). Lihat As Silsilah Adh Dhaifah No. 4400. Imam Al Munawi mengutip dari Imam Zainuddin Al ‘Iraqi mengatakan: dhaif jiddan – sangat lemah. Lihat Faidhul Qadir, 4/24)

“Dinamakan Rajab karena di dalamnya banyak kebaikan yang diagungkan (yatarajjaba)  bagi Sya’ban dan Ramadhan.” (Status hadits: Maudhu’ (palsu). As Silsilah Adh Dhaifah No. 3708. Lihat juga Imam As Suyuthi, Al Jami’ Ash Shaghir No. 4718)

Dan masih banyak lagi yang lainnya, seperti shalat raghaib (12 rakaat) pada hari kamis ba’da maghrib di bulan Rajab (Ini ada dalam kitab Ihya Ulumuddin-nya Imam Al Ghazali). Segenap ulama seperti Imam An Nawawi mengatakan ini adalah bid’ah yang buruk dan munkar, juga Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnu Nuhas, dan lainnya mengatakan hal serupa).
Imam An Nawawi juga menyebut tidak ada yang shahih tentang puasa Rajab dan keutamannya, seperti yang akan nanti kami kutipkan.

Sekedar ingin berpuasa di Bulan Rajab? Boleh!

Walau demikian, tidak berarti kelemahan semua riwayat ini menunjukkan larangan ibadah-ibadah  secara global. Melakukan puasa, sedekah, memotong hewan untuk sedekah, dan amal shalih lainnya adalah perbuatan mulia dan dianjurkan, kapan pun dilaksanakannya termasuk bulan Rajab (kecuali puasa pada hari-hari terlarang puasa).

Tidak mengapa puasa pada bulan Rajab, seperti puasa senin kamis dan ayyamul bidh (tanggal 13,14,15 bulan hijriah), sebab ini semua memiliki perintah secara umum dalam syariat. Tidak mengapa sekedar memotong hewan untuk disedekahkan, yang keliru adalah meyakini dan MENGKHUSUSKAN ibadah-ibadah ini dengan fadhilah tertentu yang hanya bisa diraih di bulan Rajab, dan tidak pada bulan lainnya. Jika seperti ini, maka membutuhkan dalil shahih yang khusus, baik Al Quran atau As Sunnah yang shahih.

Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

وَلَمْ يَثْبُت فِي صَوْم رَجَب نَهْيٌ وَلَا نَدْبٌ لِعَيْنِهِ ، وَلَكِنَّ أَصْلَ الصَّوْمِ مَنْدُوبٌ إِلَيْهِ ، وَفِي سُنَن أَبِي دَاوُدَ أَنَّ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَدَبَ إِلَى الصَّوْم مِنْ الْأَشْهُر الْحُرُم ، وَرَجَب أَحَدهَا . وَاَللَّهُ أَعْلَمُ .

“Tidak ada yang shahih tentang larangan berpuasa pada bulan Rajab, dan tidak shahih pula mengkhususkan puasa pada bulan tersebut, tetapi pada dasarnya berpuasa memang hal yang disunahkan. Terdapat dalam Sunan Abu Daud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan berpuasa pada asyhurul hurum (bulan-bulan haram), dan Rajab termasuk asyhurul hurum. Wallahu A’lam (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 8/39)

Hadits yang dimaksud Imam An Nawawi berbunyi:

عَنْ مُجِيبَةَ الْبَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا تَعْرِفُنِي قَالَ وَمَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الْبَاهِلِيُّ الَّذِي جِئْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ قَالَ فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلَّا بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ ثُمَّ قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَ زِدْنِي فَإِنَّ بِي قُوَّةً قَالَ صُمْ يَوْمَيْنِ قَالَ زِدْنِي قَالَ صُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قَالَ زِدْنِي قَالَ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلَاثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا

Dari Mujibah Al Bahili, dari ayahnya, atau pamannya, bahwasanya dia memdatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu dia pergi. Kemudian mendatangi lagi setelah satu tahun lamanya, dan dia telah mengalami perubahan baik keadaan dan penampilannya. Dia berkata: “Wahai Rasulullah, apakah kau mengenali aku?” Nabi bertanya: “Siapa kamu?” Al Bahili menjawab: “Saya Al Bahili yang datang kepadamu setahun lalu.” Nabi bertanya:: “Apa yang membuatmu berubah, dahulu kamu terlihat baik-baik saja?” Al Bahili menjawab: “Sejak berpisah denganmu, saya tidak makan kecuali hanya malam.” Bersabda Rasulullah: “Kanapa kamu siksa dirimu?”, lalu bersabda lagi: “Puasalah pada bulan kesaabaran, dan    sehari pada tiap bulannya.” Al Bahili berkata: “Tambahkan, karena saya masih punya kekuatan.” Beliau bersabda: “Puasalah dua hari.” Beliau berakata: “Tambahkan.” Beliau bersabda: “Puasalah tiga hari.” Al Bahili berkata: “Tambahkan untukku.” Nabi bersabda: “Puasalah pada bulan-bulan haram, dan tinggalkanlah (sebagiannya), Puasalah pada bulan-bulan haram, dan tinggalkanlah (sebagiannya), Puasalah pada bulan-bulan haram, dan tinggalkanlah (sebagiannya). Beliau berkata dengan tiga jari hemarinya, lalu menggenggamnya kemudian dilepaskannya. (HR. Abu Daud No. 2428, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra  No. 8209, juga Syu’abul Iman No. 3738. Syaikh Sayyid Sabiq mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fiqhus Sunnah, 1/453.  Namun Syaikh Al Albani mendhaifkan dalam berbagai kitabnya, seperti Dhaif Abi Daud, Tahqiq Riyadhish Shalihin, dll) 

Jumhur ulama - imam tiga madzhab- membolehkan tetap berpuasa pada bulan Rajab secara umum, sementara kalangan Hanabilah (Hambaliyah) memakruhkannya (Lihat  Al Fiqhu 'alal Madzaahib Al Arba'ah, 1/895), sebagaimana juga  pendapat Umar bin Al Khathab dan putranya, Radhiallahu 'Anhuma.
Berkata Syaikh Dr. Abdullah Al Faqih:
ومن خلال هذه النقول يتضح لنا جلياً أن المسألة خلافية بين العلماء، ولا يجوز أن تكون من مسائل النزاع والشقاق بين المسلمين، بل من قال بقول الجمهور من العلماء لم يثرب عليه، ومن قال بقول الحنابلة لم يثرب عليه.
وأما صيام بعض رجب، فمتفق على استحبابه عند أهل المذاهب الأربعة لما سبق، وليس بدعة.
ثم إن الراجح من الخلاف المتقدم مذهب الجمهور لا مذهب الحنابلة.
  
Pada masalah ini, kami katakan bahwa telah jelas perkara ini telah diperselisihkan para ulama, dan tidak boleh masalah ini menjadi sebab pertentangan dan perpecahan di antara kaum muslimin. Bahkan, siapa saja yang berpendapat seperti jumhur ulama dia tidak boleh dicela, dan siapa saja yang berpendapat seperti Hanabilah dia juga tidak boleh dicela. Ada pun berpuasa pada sebagian bulan Rajab, maka telah disepakati kesunahannya menurut para pengikut empat madzhab sebagaimana penjelasan lalu, itu bukan bid'ah.
Kemudian, sesungguhnya pendapat yang lebih kuat dari perbedaan pendapat sebelumnya adalah pendapat jumhur, bukan pendapat Hanabilah. (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah No. 28322)
Wallahu A'lam
 
sumber : ustadz farid

mimpi selanjutnya

sambil memandang sebuah netbook ditengah lalu-lalang para mahasiswa/i yang sedang sibuk mempersiapkan ujian akhir semester (UAS) genap ini.. Tiba-tiba ringtone hp berbunyi..

"Assalaamu'alaykum mba"

"iyah wa'alaykumussalaam. kenapa nay?" (tumben dia nelepon)

"Eh lagi sibuk ya mba?"

"Hehe gak kok, emangnya ada apa?"

"Gini mba, masih inget kan planning kita waktu itu tentang bimbel?"

"Oh iya nay inget-inget kok"

"Gini mba, naya maunya tahun depan kita udah mulai buka bimbelnya, insya Allah kalo biaya mah udah ada, banyak yang mau bantu, hehe"

"Wahhh iya-iya nay bisa, insya Allah" (penuh semangat jawabnya)

"Iya jadi mba bikin silabusnya nanti, khusus untuk smk aja. Nanti afifah bikin buat sd, nah temen naya satu lagi bikin buat smp nya. jadi usahakan akhir tahun kita udah fix semua, tinggal ngejalanin bimbelnya tahun depan"

"Wahh iya insya Allah nanti usahakan dibuat" (sambil nunggu selesai TA dulu -dalam hati-)

"naya mau ngabarin itu aja mba, hehe. bisa kan ya mba akhir thun silabusnya udah jadi?"

"insya Allah diusahakan, hehe" 

"Yaudah deh mba, naya mau nyampein itu aja, udah dulu ya mba, Assalaamu'alaykum"


Sekilas membahas kisah bimbelnya yuk! 
Begini ceritanya... hehe
Jadi dahulu kala, ketika awal-awal memutuskan untuk belajar mengajar di bimbel icc, sejak aku semester 4 sekitar awal tahun 2011. Aku dan salah satu teman smk dulu (kami tak pernah sekelas namun kami cukup dekat hehe indahnya ukhuwah) sedang membicarakan tentang bimbel-bimbel sekitar pertengahan tahun 2011. Tiba-tiba ia bilang ingin membuka usaha di bidang pendidikan ini, bimbel. Waahhh ternyata ada kesamaan mimpi kita berdua, cieehhh. Akhirnya dari situ, kami mulai merencanakan satu persatu untuk menggapai mimpi itu, bersama temannya, Afifah. Dikarenakan kami bertiga memiliki kesibukan masing-masing, akhirnya kami lost contact satu sama lain. Naya sibuk dengan pekerjaan dan kuliahnya, aku sibuk dengan ke-sok-sibukan-ku(hehe), dan afifah mungkin juga sibuk dengan ngajar plus kuliah di 2 tempat yang berbeda. Subhanallaah ya. Semuanya saat itu sedang sibukkk sekali. Bertemupun kami sulit (halah lebay).

Dan hari ini, saat kesenggangan kuliah dan kesibukan menyelesaikan Tugas Akhir, akhirnya Naya mengajak (lagi) untuk menyusun kembali lembaran mimpi-mimpi itu. Allahku, perkenankanlah kami tuk gapai mimpi kami. aamiin.

para remaja, plisss read it clearly!!

ini tentang berita yang sedang anyar diberitakan di berbagai jenis media massa. Hei hei para pembaca, khususnya para remaja yang masih berusia muda. Dibaca ya. Ini di copy dari tweetnya ustad felix. Semoga Bermanfaat dan semoga Allah selalu menjaga kita :)

1. agak lucu (kalau nulis "absurd" rasanya nggak sopan) saat mendengar cara pemerintah sekuler liberal ini saat bicara AIDS
2. salah satu program andalannya adalah "mendidik" remaja seks bertanggung jawab, yaitu tak berganti-ganti pasangan, dan gunakan kondom
3. sama lucunya seperti pejabat yang baru diangkat dan ingin mempermudah remaja dapatkan kondom agar aborsi 2,3 juta/thn disini menurun
4. beginilah cara berpikir liberalis sekuler | "saya mau nikmatnya, tapi nggak mau tanggung jawabnya" | saya mau seks, tapi nggak mau anak
5. seolah-olah, pemerintah kata: "nggak papa kok nge-seks, asal jangan ganti-ganti pasangan terlalu banyak dan jangan lupa kenakan kondom!"
6. artinya seks bebas bagi remaja boleh, asal "bertanggung jawab", yaitu beli kondom | nggak perlu lagi acuhkan Allah dan Rasul
7. begitulah sekularis liberal, pisahkan antara masalah dengan sebab masalah | tangani masalah dengan masalah yang baru
8. apa solusi aids? >> pake kondom | apa solusi perang? kita bangun RS | apa solusi korupsi? >> istighatsah | masyaAllah
9. setiap masalah punya solusi temporer dan solusi hakiki | yang diusulkan pemerintah ini bahkan bukan keduanya, malah masalah baru
10. ibu-ibu yg punya anak, coba bayangkan anak2 anda dikasih kondom gratis, padahal awalnya nggak ada niat jadi ada niat | ridha?
11. bayangkan ibu-ibu | mengandung kepayahan 9 bulan, ketika mereka lahir hanya untuk nikmati keharaman yang dilegalisasi pemerintah?
12. menangani AIDS dengan bagi kondom (freesex), menangani penyakit dengan penyakit | persis banget kayak program di AS
13. lihat belgia, belanda, atau AS dan Rusia | kondom mudah banget didapat disana, mudah banget! | terpecahkan masalah aborsi? -_-;
14. justru penyimpangan seks, pranata keluarga yang hancur, single parents, terjadi paling banyak di negara yang legalisasi seks
15. mereka lupa, AIDS itu penyakit yg ditimpakan karena perilaku seks gaya barat | yang tak pernah indahkan akad nikah dan indahkan wanita
16. sangat nggak cerdas, mencontoh negeri2 yang sudah terbukti terpuruk dalam hal pergaulan | mencontoh negeri2 yg telah dibinasakan Allah
17. "lu jangan kritik doang dong! lo punya solusi? lo aja yg jadi mentri!" | sabar bro :) saya gak perlu kasih solusi, itu bukan masalah Islam
18. saat khilafah Islam mewujud, nggak ada cerita masalah aborsi, penyakit seks menular | itu masalah sekuler liberal, bukan masalah Islam
19. InsyaAllah saat syariah Islam diterap, masalah hilang seketika :) | karena masalag aborsi, PSM, AIDS, dan lain2 adalah produk hedonis sekuler
20. Islam punya hukum yg bersifat preventif kuat | aturan dilarang dekati zina, interaksi pria-wanita, dan akad nikah dimudahkan :)
21. bagi pria yg nggak cukup satu boleh 4, hukum zina adalah cambuk atau rajam, pemerintah sangat anti pornografi | subhanallah
22. sy pernah ditanya "caranya kafiriin murtadkan muslimiin?" | sy jawab, sy lebih khawatir 'murtad pemikiran' dari 'murtad fisik'
23. labelnya masih Muslim, namun mengusung pemikiran-pemikiran ala sekuler liberalis barat | ini yg betul-betul bahaya
24. dan kejadian ini juga jelaskan pada kita, betapa penting penguasa yg jadikan hukum Allah sebagai terapan | khilafah Islam
25. masyaAllah, semoga umat makin sadar bahwa nggak ada yang bisa diharap dari pemerintah sekuler | dan makin rindu syariah dan khilafah

Semoga semoga semoga !!! Jaga diri kita!!