RSS

Perempuan Berkalung Sorban

Malam ini, niat hati ingin pergi ke kamar menyelesaikan silabus bimbel, ternyata sekelebat melihat tayangan film Perempuan Berkalung Sorban. Maklum baru pertama kali lihat full version. :)
Ternyata subhanallaah banget filmnya, kakak saya sampai terkesima melihat film itu. Apalagi saat Anisa menjalani kehidupan bersama Khudori. Saat melihat sosok Khudori, seketika speechless. Sosoknya yang lembut terhadap istrinya, nasihati dengan sangat lembut ketika Anisa melakukan kesalahan. *ups korban film*

Tapi pada saat filmnya berlangsung kok ya jadi tidak sadar sampai berkata, "subhanallaah ihh mudah-mudahan nanti punya suami yang kayak gitu, ya Allah lembut banget"
Setelah bicara seperti itu langsunglah dapat tatapan mata sinis dari kakak saya. Biasa, dia iri sepertinya. :D

Teringat tadi siang ketika selesai sholat dzuhur di SD saya bekerja (karena sedang diadakan pemotongan hewan qurban di sana), saya ditanya oleh salah satu guru tahsin, "Bu Nurul gimana udah siap nikah sekarang? kalau sama PJ mau gak bu Nurul?" (PJ itu nama singkatan seseorang).
Hadeuhhhh guru-guru itu kayak mau nawarin apa aja gitu ya. Ah sudahlah malam ini cukup sudah tidak ingin membicarakan lebih jauh lagi. Intinya, film Perempuan Berkalung Sorban itu bagus, walau ada beberapa scene yang bertolak belakang dengan kepercayaan saya sih. Pokoknya yang belum sempat menonton filmnya, mangga atuh ditonton segera di stasiun tv kesayangan anda. (eh ini bukan promosi lho ya) :D

My Graduation!

Alhamdulillaah Ya Rabb, ini awal perjuangan dimulai. Teringat unyu-unyunya semester satu dahulu, sekarang sudah bisa merasakan indahnya dilantik menjadi wisudawati. Melihat senyum orang tua, menyalami mereka ketika baru keluar dari ruang wisuda. Ahh itu semua indah, sobat! Memakai pakaian kebanggaan, toga. Menerima tabung tanda kelulusan, dipindahkannya kuncir topi toga oleh rektor. Ah subhanallaah sekali rasanya, luar biasa indah hari ini.

bersama teman seangkatan

Ingin bercerita proses awal wisuda..tapi malam ini ngepost foto-fotonya dulu aja ya, karena sudah lelah nih. Ingin istirahat. :D

It's Finished!

Menyenangkan bukan bila dapat menyelesaikan suatu target sesuai dengan waktu yang kita targetkan?
Menyelesaikan apa tuhh?  mau tahu aja apa mau tahu banget? ckckck 
Setidaknya, untuk hari esok, semua sudah terselesaikan. Menyelesaikan berkas-berkas Tugas Akhir dan Wisuda, menyiapkan soal-soal UTS di sekolah, menyiapkan bahan privat. Yaps, semua tertunaikan. Alhamdulillaah. Now, waktunya santai-santai sambil iseng-iseng apply kerjaan plus ngeblog. 

Ya Allah, untuk target yang satu itu, izinkan ku untuk bisa merealisasikannya sesegera mungkin. Ini mimpi semenjak pertengahan kuliah. Di sana, harapanku tertancapkan. Semoga Allah mudahkan untuk mencapai target yang satu itu, tentunya dengan bantuan do'a mama. Terima kasih banyak untuk bu Ambar, sang penguji Tugas Akhirku, dan pembimbing juga selama di rohis. Sampai-sampai saat ingin meminta tanda tangan tangan Tugas Akhir yang telah ku revisi, beliau bilang, 

"Yah kamu sih rul kuliahnya 3 tahun." (karena beliau masih mengharapkan kalau aku bantu-bantu rohis di fakultas ku)

Lah ibu masa saya mau lama-lama kuliahnya. Nanti dapat panggilan "mahasiswi abadi" dong bu hehe. Semoga teman-teman dan adik-adik lainnya bisa lebih amanah. Ahhh akan kangen banget masa-masa curhat sama ibu. huhuhu :)

semoga Allah mudahkan mimpi-mimpi panjang selanjutnya! 

Sudah Beberapa Tetes Air Mata Hari Ini?

Entahlah, air itu jatuh tertumpah setetes demi setetes melewati sudut mata. Berlinang. Sesekali membalas sms itu sambil menyeka air mata yang tengah jatuh basahi pipi. Kini semuanya telah tertumpahkan, semua isi hati telah diungkapkan. Entah apa yang sedang ada di pikiran? Manjakah saya? Sebentar-sebentar, membuat pengaduan. Sedikit-sedikit mengeluh ke senior. Memang saya ini belum dewasa, ya saya akui kakak-kakak semua. Tapi coba kakak-kakak perhatikan kezoliman-kezoliman yang telah "ia" lakukan terhadap saya dan yang lainnya. Kesabaran tiada batas. Benarlah hal tersebut, tetapi sudah beberapa kali ini perlakuan yang sangat menjatuhkan itu tak pantas untuk dilakukan oleh seorang pemimpin. Bukankah begitu kakak-kakak semua? Idealnya adalah, pemimpin itu menjadi contoh nyata untuk bawahan-bawahannya. Memang, kita semua tidak sempurna. Tetapi tak ada salahnya kan kita berusaha untuk menjadi sempurna? Sempurna dengan sikap tawadhu, berwibawa dan bijaksana dalam bersikap, indah dalam bertutur kata. Apakah salah? 

Tak terasa air mata itu tertumpahkan, rasanya ingin mundur saja. Kalau bukan karenaMU Ya Rabb, maka telah ku lepaskan tali amanah ini. Kuat kuat kuat! Yaps teman-teman akhwat kita harus kuat! Masih banyak yang harus diperjuangkan. Abaikan semua perlakuan yang bersikap mengganggu strategi kita. Abaikan.
Allah tidak memberikan ujian diluar kemampuan hambanya. Teman-teman akhwat, lihat janjiNYA, itu artinya kita mampu tuk lewati duri-duri kecil yang mengganggu strategi jalan kita. Singkirkan hal-hal yang bersifat mengganngu. Tetap fokus perbaikan diri dan perbaikan lingkungan. Lakukan semua karena cinta. Lakukan semua karena Allah. Tebar benih-benih kebaikan itu selama kita mampu, lakukan yang terbaik. Tetap semangat dan istiqamah ukhty sholihah. Uhibbukum fillaah....Aku mencintai kalian karena Allah, Insya Allah.

Wisuda sebelum Di Wisuda

Nah loh? kok ambigu gitu kata-katanya? :D 
I mean, this's my sister's graduation on September, 30th 2012! yaps, kita lulus barengan lho tahun ini. Kalau dia telah menempuh S1, aku baru sampai di jenjang D3. Dan waktu itu pun kita sidang dengan tanggal yang bersamaan, 7 Agustus 2012. Tak pernah ku lupa tanggal tersebut. Mau cerita nih bagaimana proses wisuda di kampus dia. 

Pagi itu, tidak seperti biasanya, dia tetiba pagi-pagi jam 5.30an sudah dandan. ckckck. Menggunakan kebaya khas Indonesia, ahhh jadi tidak sabar menunggu hari itu (wisudaku) hohoho. Terus pas sudah selesai pakai kebaya, dia masuk ke kamarku..

"Rul pakein jilbabnya dong?"

Beuh dikira eike salon apa :(. Akhirnya dengan jumlah jarum pentul yang apa adanya alias sedikit, bisa menghasilkan karya jilbab yang luar biasa indah. (ckck memuji diri sendiri -___-)
Setelah semuanya rapi, oke berangkat. Tempat wisudanya adalah di JCC (Jakarta Convention Center), sama seperti tempat wisudaku nanti insya Allah. #eeaa jadi tambak tidak sabar menunggu hari indah itu :D
Ragunan menuju JCC membutuhkan waktu sekitar 30 samapi 40 menit kalau tidak salah. Setelah sampai di depan gerbang JCC, apa yang ada dipikiranku? "Ohh ini toh yang namanya JCC.." Baru kali ini ke JCC. (ndeso banget deh, padahal sudah berumur gini plus tinggal di jakarta sudah berpuluh-puluh tahun baru tahu wujud JCC seperti itu-__-) :D Yaa maklum aku ini anak rumahan, bukan anak gaholll getoh. :p

Setelah masuk, kami diturunkan di depan JCC oleh Bapakku, karena beliau mau parkir mobil duluuu. Sambil menunggu Bapak balik dari parkiran, akhirnya kami (adik, kakak,dan aku) memutuskan untuk berfoto ria.  Tidak hanya itu, aku langsung ambil alih topi toganya. hoho gayaa banget deh. Ceritanya kan mau cepat-cepat wisuda. Akhirnya aku berhasil foto dengan topi toganya. Mohon maaf, ini bukan narsisme ya. hehehe.:D

depan JCC

Setelah iseng berfoto ria dan melihat Bapak datang dari parkiran, kami bergegas masuk karena acaranya sudah mau di mulai. sudah jam 08.00 lewat dikit. Eits ada masalah lagi nih, di undangannya tertera hanya untuk 3 orang saja (Mama, Bapak, dan kakakku). Seketika kakakku bilang ke mama..

"Nanti dia sama Sya'diah masuknya pas siang-siang aja, soalnya biasanya gak diizinin masuk kalo masih pagi, takut tempatnya gak muat. Kalo udah siang kan udah bisa dilihat kalo tempatnya gak penuh, baru boleh masuk."

Dengan tampang pasrah kami berdua (aku dan adikku) menerima kenyataan itu. (halah lebay). Yang bikin speechless, tetiba Bapak bilang "Yaudah Rul kalo emang gak bisa masuk, nanti bapak aja yang gak usah masuk". Deuhh bapak memang paling pengertian :'( 
Sambil menunggu antrian di pintu masuk aku berharap masih bisa lolos dari penglihatan para penjaga pintu masuknya, jadi kami bisa masuk ke gedung acara. ckck :D 
Dan benar saja, sambil aku memperlihatkan undangan itu, penjaganya hanya mengambil undangan dan merobek bagian tanda masuk dan mengembalikan lagi undangannya. Kami semua diperbolehkan untuk masuk. :p Beuhh padahal di hati mah sudah dag dig dug bangetttt takut tidak diperbolehkan masuk. :D
Sambil melihat prosesi wisuda, aku sempatkan untuk dokumentasi. Sayangnya dokumentasi hanya bisa lewat Hengpong, coba ada kamera DSLR pasti seru tuh. (ngarep)








Ini dia nih pembicara utama Ir. Aburizal Bakrie sedang menyampaikan pidatonya tentang berwirausaha, maklum beliau adalah wirausahawan yang cukup sukses.










Bosen banget ternyata nunggu dari pagi jam 08.00 hingga siang jam 12.30. perut sudah melapar akibat belum makan sejak malam, aduhai yang di dalam perut sudah menendang-nendang. *eh :D
Setelah prosesi selesai kamipun keluar ruangan dan segera mencari tempat strategis agar kakakku mudah untuk mencari kami. Sekian lama nunggu batang hidung dia, ketemu juga di hadapan mata. Dia langsung bilang ke bapak, 

"Ayo Pak foto dulu."

Jiahhh sudah lelah, pakai foto studio segala. Oke langsung rapi-rapi jilbab deh agar terlihat lebih rapi pas difoto. Hohohoh. Fotonya bukan untuk di publish, tapi untuk koleksi pribadi di rumah. :)
Lamaaaa banget nunggu dipanggil untuk foto aja. mungkin ada 30 menit. Bapak sudah ingin cepat-cepat pulang aja. Setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya nama kakakku di panggi..

"siap-siap Irma Amalia..." Sang fotographer memanggil sambil memegang kamera DSLR (beuhh mupeng deh sama kamera itu, tapi alhamdulillaah sudah pernah merasakan menggunakan kamera itu, ahh kereenn bangettt rasanya pas foto dengan kamera itu, apalagi kalau objek fotonya itu saiaaahhhh, pasti hasilnya kerenn bangetttts) :D

Wajah sisaan banget pas di foto, pasrah dengan wajah capek. -__- Di foto hanya sekali dengan tarif 50.000 rupiah. Wahcckkkksss...mahalnyoooo....padahal hanya bermodal camera DSLR yang keren itu dan background wisuda aja. ehmm.

Selesai foto-foto, kakakku langsung menuju rumah kaca, katanya sih itu tempat menukar kupon konsumsi. Yasudahlah pokoknya ingin sesegera mungkin sampai rumah, karena kepala sudah cenat cenut dan nguantuk (maklum habis minum obat jadi efeknya seperti itu deh). :') Kupon sudah ditukar dengan konsumsi, sekarang waktunya pulang!!! jalan waktu itu tidak seramai hari kerja, jadi JCC-Ragunan tidak sampai menempuh lama waktu 1 jam. Kurang dari 1 jam sepertinya. Ahh pokoknya jadi tidak sabar menunggu wisuda benerannya. (y) ^__^




Inilah Keceriaan Kami

Alhamdulillaah hari ini diizinkan untuk ngeblog lagi, padahal belum merekap nilai ulangan murid-muridku yang unyu-unyu itu. Sejenak menulis lagi. Yang dimaksud di tulisan ini tuh keceriaan siapa ya? Pastinya keceriaan kami. Halah "kami"nya tetap ambigu. :D

Agar tidak penasaran, mari intip beberapa keceriaan kami behind the scene saat pengenalan dan penerimaan mahasiswa baru kampusku tanggal 5-6 September 2012 :p












Mimpi Selanjutnya.. Mendaki!

Akhwat keren itu akhwat pendaki gunung. Beuh benar-benar dahsyat itu rasanya. Ingin banget ngerasain. Beneran, ingin banget setelah melihat dokumentasi kakak senior yang kenal di wadah da'wah. Sepertinya jepretan kakaknya itu diambil dari kamera DSLR deh. Hadeuh mau punya kamera itu dan keliling indonesia bersama kamera itu. Mendaki gunung bersama kamera itu, wah keren banget rasanya! Indah alamMU ya Rabbi..subhanallaah..indah tak terkira.. Lukisan Maha Karya Ilahi tiada banding.. Ingin mendaki...ingin mendaki... mimpi ini entah kapan bisa direalisasikan, inginnya bulan depan.. Semoga Allah dekap mimpi ini aamiin. ^^

Do Our Best! ^^

Jam setengah 9 malam baru sampai rumah. Ahh baity jannati banget banget. Mengakumulasi kelelahan setelah beberapa agenda terlaksana hari ini. Terpikir beberapa deadline, buat database mahasiswa baru rohis fakultas ekonomi, menilai ulangan anak-anakku, buat beberapa prakarya untuk kajian kewanitaan hari rabu, lusa. Tempat ngajar – kampus – privat – rumah . Tepar sih hampir setiap hari seperti ini, tapi ya lakukan saja yang terbaik hari ini agar kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi. Waktu takkan pernah terulang dua kali, jadi do your best! Do your best, bro!

Berbagai harapan bergelora dalam jiwa,,
Semangat kobarkan, bangkitkan perjuangan..
Nikmati kebebasan..
Terbar kebermanfaatan..
Hindar kemaksiatan..

Do our best!
Do our best!
Yeah! Semangat!

Senin, 17 September 2012
21.01 @ kamar

Percobaan Perjodohan

A "ayoo jadi gak?"

B (diam)

A "jadi gak?"

C "emang mau kemana rul?"

A (diam sambil mengetuk pintu kamar) "jadi apa enggak?"

C "heh emang mau kemana?"

B "apaan sih?" (sambil membuka kunci pintu kamarnya)

C "pokoknya awas aja pergi kemana-mana, dibilangin kalo mau pergi tuh dari tadi siang. sekarang ada yang mau silaturrahim!"

B "apaan sih mama" (celotehnya di dalam kamar)

A (masuk ke dalam kamar) "jadi gak?" (mulai kesal)

B "gak jadi, katanya tadi abis maghrib"

A "bilang dong daritadi kalo gak jadi!" (sambil nutup pintu kamar dia)

apa coba nih mama nahan-nahan anaknya buat keluar rumah padahal hanya sebentar, cuma gara-gara ada yang mau silaturrahmi ke rumah. Biasanya juga gak seperti itu, gak nahan-nahan kita. Beuh ada misi terselubung nih beneran. Beberapa hari lalu memang mama bilang menawarkan calon "ehm" ke kakak perempuanku dengan seseorang di sana. Entahlah itu asal usul orangnya gimana. Yang pasti kata mamaku dia itu orangnya insya Allah baik. heleuh mama tahu darimana coba, sok tahu. Cari tahu dulu dong ma,huh. -____- Pertimbangan mama mencarikan seseorang belahan jiwa kakakkku (eea) adalah umur dia yang sudah cukup "tidak muda" lagi. (24 tahun gitu) Muda atau gak ya? ahh umur segitu mah sudah cukup untuk mengemban amanah sebagai seorang istri. Mudah-mudahan sebelum aku berumur segitu "mudanya" (24 tahun), aku sudah dipertemukan dengan belahan jiwa terbaikNYA. Jaga ia, jaga imannya, jaga akhlaqnya Ya Rabb. Siapapun engkau, semoga kau kelak bisa memberikan ketentraman jiwa, dan semakin bisa membimbing tuk lebih dekat kepadaNYA. aamiin .semangat perbaikan diri. Yeah!
Semoga gak jadi korban perjodohan mama dan bapak berikutnya, #ehh hee :D (kenapa gitu bisa risih dengar kata "dijodohin sama orangtua"). Gak tahu kenapa risih banget euy! ehm -___-

Ingin Teriak!

aduhai teman-teman, malam ini kenapa rasanya itu ingin sekali meluapkan segala rasa di blog yang telah lama "mati suri" ini. Meluapkan kekesalan yang telah terjadi di tempat itu, malam ini. Maaf saya harus mengatakannya malam ini.
Entah kenapa malam ini bisa sebegitu tak terkontrolnya diri ini sampai-sampai tak sadar tangan  ini memukul hijab yang berlapis kayu itu. Astaghfirullaah. Sudah tak tahan dengan kondisi seperti tadi. Rasanya diri ini ingin teriak, meluapkan segala kekesalan. Ya Allah ampuni. :((


Selalu berakhir dengan kondisi yang tidak kondusif ketika mengadakan rapat bersama orang itu. Ingin pulang, namun ditahan, pintu dikunci. Apa-apaan itu. hey dimana sikap bijaksanamu wahai saudaraku! Orang tua sudah mencemaskan anaknya sampai-sampai sms dari orangtua pun datang, "mau pulang jam berapa?" lalu ketika hendak izin pulang, orang itu lalu bergegas mengunci pintunya! tak izinkan kami para akhwat izin pulang. Ahsan kah? hey sadar wahai saudaraku! kami akhwat! rapat sih rapat, tapi plis deh tetap syar'i! Astaghfirullaah. Baru kali ini rasanya sebegitu emosinya sampai-sampai gak terasa dah mukul hijab kayu itu tadi. Ingin mundur, tetapi ingat amanah. Ya Rabb kuatkan kuatkan kuatkan!  Jalan ini masih panjang nan terjal tuk kami lalui. :(