Senangggggggggg senanggggggggggg senanggggggggggg....alhamdulillaah..
terima kasih ya Allah atas malam ini.. sebegitu indah rasanya.... ^^
Recharge Your Power!
Diposting oleh
Anonymous
/
Sedang membutuhkan semangat.. tetiba pas lihat social media ada tulisan ustadz felix.. pas dengan suasana hati yang sedang gundah gulana diurung keresahan.. #tsaaahhh apa banget dah Nurul. hehe. Let we read!
01. ummi tersayang selalu berpesan | agar urusan dakwah jangan terlalu jadi beban pikiran
02. namun entah kenapa otak ini enggan berhenti bekerja | sepertinya aku tak bisa berlepas tanggungjawab begitu saja
03. memastikan agar materi tetap rapi tersedia | dan agar semangat dakwah ikut menular pula
04. menyampaikan hal yang sama ratusan kali tidaklah mudah | apalagi menyangkut kebangkitan Islam yang ditentukan sudah
05. ibadah harus kau jaga, penampilan dakwah harus sempurna | tak ada alasan untuk alpa, dan tak ada toleransi bagi lupa
06. apapun yang keluar dari lisanmu selalu dinanti | setiap yang engkau tuliskan harus selalu punya arti
07. apa yang orang lain ketahui mestilah kau tahu | dan engkau akan disalahkan bila engkau tidak tahu
08. sungguh berat jadi pengemban dakwah | tak sedikitpun boleh lalai karena engkau adalah contoh
09. walau baru mengenal Islam engkau dituntut harus naik panggung | dan orang lain tak mau tahu walau ilmumu masih tanggung
10. walau baru berkenalan dengan huruf hijaiyah | engkau harus mampu melafalkannya dengan lihai tanpa salah
11. kau diharuskan baca arab gundul walau belum fasih yang gondrong sekalipun | atau engkau akan diusir dari halqah tanpa ampun
12. orang-orang selalu mengharapkan lebih banyak darimu | ketika harapan dipundakmu lebih daripada yang mampu engkau jangkau
13. mereka takkan mau mendengar "aku masih belajar" | tapi mereka senang mendengar "aku sudah sejajar"
14. pelajaran yang mereka serap dalam puluhan tahun | engkau harus bisa melakukannya dalam hitungan bulan
15. engkau masih bertanya apa itu ulul azmi? | sementara mereka sudah meminta penjelasan kepadamu tentang khilafah ats-tsanni?
16. hidupmu tetaplah hanya urusanmu | tapi hidup mereka juga jadi urusanmu
17. sampai akhirnya engkau bisa memenuhi apa yang mereka minta | tiada habis kecuali mereka akan selalu meminta lebih besar cinta
18. sementara mereka bisa bercanda dengan yang terkasih | engkau harus meninggalkan yang engkau cintai karena dakwah
19. bila engkau ingin membagi waktumu lebih kepada istri dan keturunan | mereka bilang engkau tidak berserius dalam perjuangan
20. namun bilapun engkau berupaya penuhi setiap pinta luas | namun apa yang engkau lakukan layaknya menggarami lautan luas
21. mereka kata "enaknya berjalan berpindah dari satu kota ke kota yang lain, keliling Indonesia dan dunia"
22. namun mereka tak pernah tahu bagaimana rasa ayah yang meninggalkan anaknya yang tiga
23. belum lagi terselip rasa khawatir | bahwa kita berbagi pada seluruh dunia, namun tak cukup dalam mengajar keluarga?
24. mengatur segala sesuatu agar maisyah sejalan dengan dakwah | karena dakwah adalah pengorbanan harta bukan pendapatan belanja
25. teman berkata | "enaknya jadi public figure, bisa tebar manfaat dan punya fans dimanapun dia berada, ditunggu dimana-mana"
26. jadi teladan itu berat sebab materimu harus berisi pelajaran | setiap kata harus diselip dengan pengajaran dan makna
27. ayat-ayat Qur'an harus mewujud dalam dirimu | karena setiap saat apa yang engkau lakukan akan jadi bahan pendidikan bagi generasi muda
28. ikhlas diuji, peluang pahala sebanyak peluang maksiat | silap tersalah apapun akan jadi fitnah, bila terlupa mulia akan hina
29. jangan tanya apakah pengemban dan penjuang dakwah pernah merasa lelah | mereka tak boleh lelah
30. jangan bertanya apakah pengemban dan pejuang dakwah pernah mengeluh | mereka tak boleh mengeluh
31. jika boleh kita meminta istirahat | maka Imam Ahmad mengingatkan itu akan terjadi saat kaki menginjak surganya ahli dzikir
32. bersabar hari demi hari, tahun demi tahun | sampai Allah menurunkan pertolongan bagi Mukmin | hari itu selalu dinanti dan dipikir
02. namun entah kenapa otak ini enggan berhenti bekerja | sepertinya aku tak bisa berlepas tanggungjawab begitu saja
03. memastikan agar materi tetap rapi tersedia | dan agar semangat dakwah ikut menular pula
04. menyampaikan hal yang sama ratusan kali tidaklah mudah | apalagi menyangkut kebangkitan Islam yang ditentukan sudah
05. ibadah harus kau jaga, penampilan dakwah harus sempurna | tak ada alasan untuk alpa, dan tak ada toleransi bagi lupa
06. apapun yang keluar dari lisanmu selalu dinanti | setiap yang engkau tuliskan harus selalu punya arti
07. apa yang orang lain ketahui mestilah kau tahu | dan engkau akan disalahkan bila engkau tidak tahu
08. sungguh berat jadi pengemban dakwah | tak sedikitpun boleh lalai karena engkau adalah contoh
09. walau baru mengenal Islam engkau dituntut harus naik panggung | dan orang lain tak mau tahu walau ilmumu masih tanggung
10. walau baru berkenalan dengan huruf hijaiyah | engkau harus mampu melafalkannya dengan lihai tanpa salah
11. kau diharuskan baca arab gundul walau belum fasih yang gondrong sekalipun | atau engkau akan diusir dari halqah tanpa ampun
12. orang-orang selalu mengharapkan lebih banyak darimu | ketika harapan dipundakmu lebih daripada yang mampu engkau jangkau
13. mereka takkan mau mendengar "aku masih belajar" | tapi mereka senang mendengar "aku sudah sejajar"
14. pelajaran yang mereka serap dalam puluhan tahun | engkau harus bisa melakukannya dalam hitungan bulan
15. engkau masih bertanya apa itu ulul azmi? | sementara mereka sudah meminta penjelasan kepadamu tentang khilafah ats-tsanni?
16. hidupmu tetaplah hanya urusanmu | tapi hidup mereka juga jadi urusanmu
17. sampai akhirnya engkau bisa memenuhi apa yang mereka minta | tiada habis kecuali mereka akan selalu meminta lebih besar cinta
18. sementara mereka bisa bercanda dengan yang terkasih | engkau harus meninggalkan yang engkau cintai karena dakwah
19. bila engkau ingin membagi waktumu lebih kepada istri dan keturunan | mereka bilang engkau tidak berserius dalam perjuangan
20. namun bilapun engkau berupaya penuhi setiap pinta luas | namun apa yang engkau lakukan layaknya menggarami lautan luas
21. mereka kata "enaknya berjalan berpindah dari satu kota ke kota yang lain, keliling Indonesia dan dunia"
22. namun mereka tak pernah tahu bagaimana rasa ayah yang meninggalkan anaknya yang tiga
23. belum lagi terselip rasa khawatir | bahwa kita berbagi pada seluruh dunia, namun tak cukup dalam mengajar keluarga?
24. mengatur segala sesuatu agar maisyah sejalan dengan dakwah | karena dakwah adalah pengorbanan harta bukan pendapatan belanja
25. teman berkata | "enaknya jadi public figure, bisa tebar manfaat dan punya fans dimanapun dia berada, ditunggu dimana-mana"
26. jadi teladan itu berat sebab materimu harus berisi pelajaran | setiap kata harus diselip dengan pengajaran dan makna
27. ayat-ayat Qur'an harus mewujud dalam dirimu | karena setiap saat apa yang engkau lakukan akan jadi bahan pendidikan bagi generasi muda
28. ikhlas diuji, peluang pahala sebanyak peluang maksiat | silap tersalah apapun akan jadi fitnah, bila terlupa mulia akan hina
29. jangan tanya apakah pengemban dan penjuang dakwah pernah merasa lelah | mereka tak boleh lelah
30. jangan bertanya apakah pengemban dan pejuang dakwah pernah mengeluh | mereka tak boleh mengeluh
31. jika boleh kita meminta istirahat | maka Imam Ahmad mengingatkan itu akan terjadi saat kaki menginjak surganya ahli dzikir
32. bersabar hari demi hari, tahun demi tahun | sampai Allah menurunkan pertolongan bagi Mukmin | hari itu selalu dinanti dan dipikir
Untitled #1
Diposting oleh
Anonymous
on Minggu, 04 November 2012
/
Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil
dari jalan halal ataupun haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda rasa
berkahnya. @salimafillah
Maafkanku Yang Tak Sempurna
Diposting oleh
Anonymous
/
Maaf atas segala khilaf yang pernah tertoreh..
Untuk semua yang pernah tersakiti..
Untuk janji-janji yang pernah terabaikan..
Masya Allah..
Terasa menjauh dari mereka, astaghfirullaah.. astaghfirullaah..
Teringat kalimat ini yang ku dengar dalam materi acara di LDK siang ini,
"jika hubungan kalian dengan sesama makhluk Allah itu bermasalah, periksalah sholat kalian, mungkin sholat kalian belum sempurna, mungkin hubungan kalian dengan Allah sedang bermasalah"
Masya Allah.. Astaghfirullah.. :'(
Yaa muqollibal quluub..
Tsabbit qolbi 'alaa diinik..
Tsabbit ya Rabb..
Tsabbit...
Teguhkanlah hati kami..
Teguhkan Ya Rab..
Ikatkan kembali tali simpul ukhuwah ini yang semakin lama kurasakan semakin terlepas..
ya Rahman, jaga aku, mereka, kami semua, agar selalu istiqomah di jalanMU..
Karena penjagaan Engkau adalah sebaik-baik penjagaan..
Terima kasih Rabb atas tadzkirah hari ini..
Semoga bisa mengevaluasi diri..
00.44 am @ kamar
Untuk semua yang pernah tersakiti..
Untuk janji-janji yang pernah terabaikan..
Masya Allah..
Terasa menjauh dari mereka, astaghfirullaah.. astaghfirullaah..
Teringat kalimat ini yang ku dengar dalam materi acara di LDK siang ini,
"jika hubungan kalian dengan sesama makhluk Allah itu bermasalah, periksalah sholat kalian, mungkin sholat kalian belum sempurna, mungkin hubungan kalian dengan Allah sedang bermasalah"
Masya Allah.. Astaghfirullah.. :'(
Yaa muqollibal quluub..
Tsabbit qolbi 'alaa diinik..
Tsabbit ya Rabb..
Tsabbit...
Teguhkanlah hati kami..
Teguhkan Ya Rab..
Ikatkan kembali tali simpul ukhuwah ini yang semakin lama kurasakan semakin terlepas..
ya Rahman, jaga aku, mereka, kami semua, agar selalu istiqomah di jalanMU..
Karena penjagaan Engkau adalah sebaik-baik penjagaan..
Terima kasih Rabb atas tadzkirah hari ini..
Semoga bisa mengevaluasi diri..
00.44 am @ kamar
Hujan, Aku Merindumu
Diposting oleh
Anonymous
on Sabtu, 03 November 2012
/
Sekarang lagi di ma’had nih. Menyenangkan hari ini karena
nilai talaqqinya bertambah 0,1. Alhamdulillaah. Sesuatu banget nih bisa nambah
0,1. Pesan ustadzahnya, “lebih teliti lagi ya” (bicara sambil senyum). Ayoooo
serius belajarnya ya Nurul. Kamu pasti bisa lebih tinggi lagi nilainya, apalagi
sebentar lagi ujian. Semangatttttt perbaikan kualitas diriiiii!!! ^^b
Ingin berbagi cerita, tepatnya sih curhat. Bersyukur pagi ini bisa merasakan rintik-rintik hujan selama perjalanan ke ma’had, Subhanallah. Sangat suka dengan hujan yang turun di pagi hari. Bikin semangat beraktivitas. Tapi untuk beberapa orang mungkin hujan di pagi ini membuat orang-orang malas untuk beranjak dari tempat tidurnya yang empuk. Huaaaa ini tidak boleh terjadi, temans.
Tapi....tahu kah teman-teman? Ternyata dikarenakan udara pagi ini yang membuat beberapa orang MAGER (Males Gerak), akhirnya di kelas tadi yang hadir hanya 4 orang, dari sekitar 10 orang. Mantabb!! Di saat yang lain MAGER, kita harus menjadi orang yang pertama untuk bersemangat beraktivitas. Betul betul betul? Hihihi
Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang.. Mari bersemangat! \(^_^)/..
11.00 am @ ma'had
Ingin berbagi cerita, tepatnya sih curhat. Bersyukur pagi ini bisa merasakan rintik-rintik hujan selama perjalanan ke ma’had, Subhanallah. Sangat suka dengan hujan yang turun di pagi hari. Bikin semangat beraktivitas. Tapi untuk beberapa orang mungkin hujan di pagi ini membuat orang-orang malas untuk beranjak dari tempat tidurnya yang empuk. Huaaaa ini tidak boleh terjadi, temans.
Tapi....tahu kah teman-teman? Ternyata dikarenakan udara pagi ini yang membuat beberapa orang MAGER (Males Gerak), akhirnya di kelas tadi yang hadir hanya 4 orang, dari sekitar 10 orang. Mantabb!! Di saat yang lain MAGER, kita harus menjadi orang yang pertama untuk bersemangat beraktivitas. Betul betul betul? Hihihi
Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang.. Mari bersemangat! \(^_^)/..
11.00 am @ ma'had
Perempuan Berkalung Sorban
Diposting oleh
Anonymous
on Sabtu, 27 Oktober 2012
/
Malam ini, niat hati ingin pergi ke kamar menyelesaikan silabus bimbel, ternyata sekelebat melihat tayangan film Perempuan Berkalung Sorban. Maklum baru pertama kali lihat full version. :)
Ternyata subhanallaah banget filmnya, kakak saya sampai terkesima melihat film itu. Apalagi saat Anisa menjalani kehidupan bersama Khudori. Saat melihat sosok Khudori, seketika speechless. Sosoknya yang lembut terhadap istrinya, nasihati dengan sangat lembut ketika Anisa melakukan kesalahan. *ups korban film*
Tapi pada saat filmnya berlangsung kok ya jadi tidak sadar sampai berkata, "subhanallaah ihh mudah-mudahan nanti punya suami yang kayak gitu, ya Allah lembut banget"
Setelah bicara seperti itu langsunglah dapat tatapan mata sinis dari kakak saya. Biasa, dia iri sepertinya. :D
Setelah bicara seperti itu langsunglah dapat tatapan mata sinis dari kakak saya. Biasa, dia iri sepertinya. :D
Teringat tadi siang ketika selesai sholat dzuhur di SD saya bekerja (karena sedang diadakan pemotongan hewan qurban di sana), saya ditanya oleh salah satu guru tahsin, "Bu Nurul gimana udah siap nikah sekarang? kalau sama PJ mau gak bu Nurul?" (PJ itu nama singkatan seseorang).
Hadeuhhhh guru-guru itu kayak mau nawarin apa aja gitu ya. Ah sudahlah malam ini cukup sudah tidak ingin membicarakan lebih jauh lagi. Intinya, film Perempuan Berkalung Sorban itu bagus, walau ada beberapa scene yang bertolak belakang dengan kepercayaan saya sih. Pokoknya yang belum sempat menonton filmnya, mangga atuh ditonton segera di stasiun tv kesayangan anda. (eh ini bukan promosi lho ya) :D
My Graduation!
Diposting oleh
Anonymous
on Selasa, 23 Oktober 2012
/
Alhamdulillaah Ya Rabb, ini awal perjuangan dimulai. Teringat unyu-unyunya semester satu dahulu, sekarang sudah bisa merasakan indahnya dilantik menjadi wisudawati. Melihat senyum orang tua, menyalami mereka ketika baru keluar dari ruang wisuda. Ahh itu semua indah, sobat! Memakai pakaian kebanggaan, toga. Menerima tabung tanda kelulusan, dipindahkannya kuncir topi toga oleh rektor. Ah subhanallaah sekali rasanya, luar biasa indah hari ini.
Ingin bercerita proses awal wisuda..tapi malam ini ngepost foto-fotonya dulu aja ya, karena sudah lelah nih. Ingin istirahat. :D
| bersama teman seangkatan |
It's Finished!
Diposting oleh
Anonymous
on Minggu, 07 Oktober 2012
/
Menyenangkan bukan bila dapat menyelesaikan suatu target sesuai dengan waktu yang kita targetkan?
Menyelesaikan apa tuhh? mau tahu aja apa mau tahu banget? ckckck
Setidaknya, untuk hari esok, semua sudah terselesaikan. Menyelesaikan berkas-berkas Tugas Akhir dan Wisuda, menyiapkan soal-soal UTS di sekolah, menyiapkan bahan privat. Yaps, semua tertunaikan. Alhamdulillaah. Now, waktunya santai-santai sambil iseng-iseng apply kerjaan plus ngeblog.
Ya Allah, untuk target yang satu itu, izinkan ku untuk bisa merealisasikannya sesegera mungkin. Ini mimpi semenjak pertengahan kuliah. Di sana, harapanku tertancapkan. Semoga Allah mudahkan untuk mencapai target yang satu itu, tentunya dengan bantuan do'a mama. Terima kasih banyak untuk bu Ambar, sang penguji Tugas Akhirku, dan pembimbing juga selama di rohis. Sampai-sampai saat ingin meminta tanda tangan tangan Tugas Akhir yang telah ku revisi, beliau bilang,
"Yah kamu sih rul kuliahnya 3 tahun." (karena beliau masih mengharapkan kalau aku bantu-bantu rohis di fakultas ku)
Lah ibu masa saya mau lama-lama kuliahnya. Nanti dapat panggilan "mahasiswi abadi" dong bu hehe. Semoga teman-teman dan adik-adik lainnya bisa lebih amanah. Ahhh akan kangen banget masa-masa curhat sama ibu. huhuhu :)
semoga Allah mudahkan mimpi-mimpi panjang selanjutnya!
Sudah Beberapa Tetes Air Mata Hari Ini?
Diposting oleh
Anonymous
on Selasa, 02 Oktober 2012
/
Entahlah, air itu jatuh tertumpah setetes demi setetes melewati sudut mata. Berlinang. Sesekali membalas sms itu sambil menyeka air mata yang tengah jatuh basahi pipi. Kini semuanya telah tertumpahkan, semua isi hati telah diungkapkan. Entah apa yang sedang ada di pikiran? Manjakah saya? Sebentar-sebentar, membuat pengaduan. Sedikit-sedikit mengeluh ke senior. Memang saya ini belum dewasa, ya saya akui kakak-kakak semua. Tapi coba kakak-kakak perhatikan kezoliman-kezoliman yang telah "ia" lakukan terhadap saya dan yang lainnya. Kesabaran tiada batas. Benarlah hal tersebut, tetapi sudah beberapa kali ini perlakuan yang sangat menjatuhkan itu tak pantas untuk dilakukan oleh seorang pemimpin. Bukankah begitu kakak-kakak semua? Idealnya adalah, pemimpin itu menjadi contoh nyata untuk bawahan-bawahannya. Memang, kita semua tidak sempurna. Tetapi tak ada salahnya kan kita berusaha untuk menjadi sempurna? Sempurna dengan sikap tawadhu, berwibawa dan bijaksana dalam bersikap, indah dalam bertutur kata. Apakah salah?
Tak terasa air mata itu tertumpahkan, rasanya ingin mundur saja. Kalau bukan karenaMU Ya Rabb, maka telah ku lepaskan tali amanah ini. Kuat kuat kuat! Yaps teman-teman akhwat kita harus kuat! Masih banyak yang harus diperjuangkan. Abaikan semua perlakuan yang bersikap mengganggu strategi kita. Abaikan.
Allah tidak memberikan ujian diluar kemampuan hambanya. Teman-teman akhwat, lihat janjiNYA, itu artinya kita mampu tuk lewati duri-duri kecil yang mengganggu strategi jalan kita. Singkirkan hal-hal yang bersifat mengganngu. Tetap fokus perbaikan diri dan perbaikan lingkungan. Lakukan semua karena cinta. Lakukan semua karena Allah. Tebar benih-benih kebaikan itu selama kita mampu, lakukan yang terbaik. Tetap semangat dan istiqamah ukhty sholihah. Uhibbukum fillaah....Aku mencintai kalian karena Allah, Insya Allah.
Wisuda sebelum Di Wisuda
Diposting oleh
Anonymous
on Senin, 01 Oktober 2012
/
Nah loh? kok ambigu gitu kata-katanya? :D
I mean, this's my sister's graduation on September, 30th 2012! yaps, kita lulus barengan lho tahun ini. Kalau dia telah menempuh S1, aku baru sampai di jenjang D3. Dan waktu itu pun kita sidang dengan tanggal yang bersamaan, 7 Agustus 2012. Tak pernah ku lupa tanggal tersebut. Mau cerita nih bagaimana proses wisuda di kampus dia.
Pagi itu, tidak seperti biasanya, dia tetiba pagi-pagi jam 5.30an sudah dandan. ckckck. Menggunakan kebaya khas Indonesia, ahhh jadi tidak sabar menunggu hari itu (wisudaku) hohoho. Terus pas sudah selesai pakai kebaya, dia masuk ke kamarku..
"Rul pakein jilbabnya dong?"
Beuh dikira eike salon apa :(. Akhirnya dengan jumlah jarum pentul yang apa adanya alias sedikit, bisa menghasilkan karya jilbab yang luar biasa indah. (ckck memuji diri sendiri -___-)
Setelah semuanya rapi, oke berangkat. Tempat wisudanya adalah di JCC (Jakarta Convention Center), sama seperti tempat wisudaku nanti insya Allah. #eeaa jadi tambak tidak sabar menunggu hari indah itu :D
Ragunan menuju JCC membutuhkan waktu sekitar 30 samapi 40 menit kalau tidak salah. Setelah sampai di depan gerbang JCC, apa yang ada dipikiranku? "Ohh ini toh yang namanya JCC.." Baru kali ini ke JCC. (ndeso banget deh, padahal sudah berumur gini plus tinggal di jakarta sudah berpuluh-puluh tahun baru tahu wujud JCC seperti itu-__-) :D Yaa maklum aku ini anak rumahan, bukan anak gaholll getoh. :p
Setelah masuk, kami diturunkan di depan JCC oleh Bapakku, karena beliau mau parkir mobil duluuu. Sambil menunggu Bapak balik dari parkiran, akhirnya kami (adik, kakak,dan aku) memutuskan untuk berfoto ria. Tidak hanya itu, aku langsung ambil alih topi toganya. hoho gayaa banget deh. Ceritanya kan mau cepat-cepat wisuda. Akhirnya aku berhasil foto dengan topi toganya. Mohon maaf, ini bukan narsisme ya. hehehe.:D
![]() |
| depan JCC |
Setelah iseng berfoto ria dan melihat Bapak datang dari parkiran, kami bergegas masuk karena acaranya sudah mau di mulai. sudah jam 08.00 lewat dikit. Eits ada masalah lagi nih, di undangannya tertera hanya untuk 3 orang saja (Mama, Bapak, dan kakakku). Seketika kakakku bilang ke mama..
"Nanti dia sama Sya'diah masuknya pas siang-siang aja, soalnya biasanya gak diizinin masuk kalo masih pagi, takut tempatnya gak muat. Kalo udah siang kan udah bisa dilihat kalo tempatnya gak penuh, baru boleh masuk."
Dengan tampang pasrah kami berdua (aku dan adikku) menerima kenyataan itu. (halah lebay). Yang bikin speechless, tetiba Bapak bilang "Yaudah Rul kalo emang gak bisa masuk, nanti bapak aja yang gak usah masuk". Deuhh bapak memang paling pengertian :'(
Sambil menunggu antrian di pintu masuk aku berharap masih bisa lolos dari penglihatan para penjaga pintu masuknya, jadi kami bisa masuk ke gedung acara. ckck :D
Dan benar saja, sambil aku memperlihatkan undangan itu, penjaganya hanya mengambil undangan dan merobek bagian tanda masuk dan mengembalikan lagi undangannya. Kami semua diperbolehkan untuk masuk. :p Beuhh padahal di hati mah sudah dag dig dug bangetttt takut tidak diperbolehkan masuk. :D
Sambil melihat prosesi wisuda, aku
sempatkan untuk dokumentasi. Sayangnya dokumentasi hanya bisa lewat
Hengpong, coba ada kamera DSLR pasti seru tuh. (ngarep)
Ini dia nih pembicara utama Ir. Aburizal Bakrie sedang menyampaikan pidatonya tentang berwirausaha, maklum beliau adalah wirausahawan yang cukup sukses.
Bosen banget ternyata nunggu dari pagi jam 08.00 hingga siang jam 12.30. perut sudah melapar akibat belum makan sejak malam, aduhai yang di dalam perut sudah menendang-nendang. *eh :D
Setelah prosesi selesai kamipun keluar ruangan dan segera mencari tempat strategis agar kakakku mudah untuk mencari kami. Sekian lama nunggu batang hidung dia, ketemu juga di hadapan mata. Dia langsung bilang ke bapak,
"Ayo Pak foto dulu."
Jiahhh sudah lelah, pakai foto studio segala. Oke langsung rapi-rapi jilbab deh agar terlihat lebih rapi pas difoto. Hohohoh. Fotonya bukan untuk di publish, tapi untuk koleksi pribadi di rumah. :)
Lamaaaa banget nunggu dipanggil untuk foto aja. mungkin ada 30 menit. Bapak sudah ingin cepat-cepat pulang aja. Setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya nama kakakku di panggi..
"siap-siap Irma Amalia..." Sang fotographer memanggil sambil memegang kamera DSLR (beuhh mupeng deh sama kamera itu, tapi alhamdulillaah sudah pernah merasakan menggunakan kamera itu, ahh kereenn bangettt rasanya pas foto dengan kamera itu, apalagi kalau objek fotonya itu saiaaahhhh, pasti hasilnya kerenn bangetttts) :D
Wajah sisaan banget pas di foto, pasrah dengan wajah capek. -__- Di foto hanya sekali dengan tarif 50.000 rupiah. Wahcckkkksss...mahalnyoooo....padahal hanya bermodal camera DSLR yang keren itu dan background wisuda aja. ehmm.
Selesai foto-foto, kakakku langsung menuju rumah kaca, katanya sih itu tempat menukar kupon konsumsi. Yasudahlah pokoknya ingin sesegera mungkin sampai rumah, karena kepala sudah cenat cenut dan nguantuk (maklum habis minum obat jadi efeknya seperti itu deh). :') Kupon sudah ditukar dengan konsumsi, sekarang waktunya pulang!!! jalan waktu itu tidak seramai hari kerja, jadi JCC-Ragunan tidak sampai menempuh lama waktu 1 jam. Kurang dari 1 jam sepertinya. Ahh pokoknya jadi tidak sabar menunggu wisuda benerannya. (y) ^__^










