Pemilik tulang rusuk akan selalu berjalan mencari dimana
tulang rusuknya berada. tulang rusuk akan tahu siapa pemilknya.Dan tulang rusuk
tak akan pernah bisa menolak kedatangan pemiliknya, karena namanya bahkan sudah
datang jauh sebelum tulang rusuk ini ada..
Celoteh di Malam Minggu
Diposting oleh
Anonymous
on Sabtu, 16 Februari 2013
/
Ehm...sedang menanti tanggal 23 Februari 2013 nih..
Ingin cepat-cepat melewati tanggal itu..
Tertunaikan sudah semuanya..
Fokus masa depan..
Menanti pangeran pujaan..#ups
Mencari rezeki halal nan barakahan..
Melanjutkan pendidikan.. (mudah-mudahan)
MUSMA cepatlah berakhir..
Karena masih banyak mimpi yang harus kuukir..
(padahal lagi sebel sama seseorang nih, huaaaa gregetan mau lempar bakiak ke orang ituuuu hadeuhh)
Ingin cepat-cepat melewati tanggal itu..
Tertunaikan sudah semuanya..
Fokus masa depan..
Menanti pangeran pujaan..#ups
Mencari rezeki halal nan barakahan..
Melanjutkan pendidikan.. (mudah-mudahan)
MUSMA cepatlah berakhir..
Karena masih banyak mimpi yang harus kuukir..
(padahal lagi sebel sama seseorang nih, huaaaa gregetan mau lempar bakiak ke orang ituuuu hadeuhh)
Mundur, Menunggu, atau Maju?
Diposting oleh
Anonymous
on Sabtu, 09 Februari 2013
/
Teman-teman, dalam kehidupan ini banyak sekali pilihan. Kita hanya dituntut untuk memilih. Memilih untuk sukses atau tidak sukses? pintar atau bodoh? dermawan atau bakhil? atau yang lainnya. Saat ini, saya sedang memikirkan beberapa pilihan hidup. Sesungguhnya ini pilihan penting, amat penting. Penting menurut saya sih ya. :D
Entahlah beberapa pekan terakhir tema yang di angkat dan sering menjadi perbincangan antara saya dengan beberapa orang "berilmu" di kehidupan saya pasti berbicara tentang tuttttt (sensor) :p Mau tau berbincang mengenai hal apa? Mau tahu aja atau mau tahu bangettt? ckckck Alay detected! Pokoknya berbincang mengenai sesuatu hal. Saya bingung ketika suatu pertanyaan itu selalu dilontarkan kepada saya. Seketika speechless ingin menjawab juga bingung, pada akhirnya pertanyaan itu tidak saya jawab pula. Lagi-lagi saya tekankan, ini masalah serius temans! SERIUS! oke saya sedang tidak becanda kali ini. Intinya adalah balik lagi ke tema diatas, Mundur, Menunggu, atau Maju? Jujur saja saya bingung, amat bingung. Ingin mundur, dengan cara mendiamkan semua pertanyaan2 yang dilontarkan ke saya. (Tapi ini bukan cara yang dewasa kan?) Ingin menunggu, tapi terselip pertanyaan, ngapain menunggu hal yang gak pasti? Ingin maju, tapi saya belum siap dengan konsekuensi yang akan terjadi pada kehidupan saya nantinya. Oke saya baru sadar, saya harus berpikir keras memutuskan semuanya dengan cara istikharah padaNYA. Mungkin jawaban yang tepat akan diberikanNYA segera, saya yakin itulah jawaban yang terbaik. ^____^
Tuh kan ketahuan deh nih malam saya lagi gak jelas ya. -_____-
Entahlah beberapa pekan terakhir tema yang di angkat dan sering menjadi perbincangan antara saya dengan beberapa orang "berilmu" di kehidupan saya pasti berbicara tentang tuttttt (sensor) :p Mau tau berbincang mengenai hal apa? Mau tahu aja atau mau tahu bangettt? ckckck Alay detected! Pokoknya berbincang mengenai sesuatu hal. Saya bingung ketika suatu pertanyaan itu selalu dilontarkan kepada saya. Seketika speechless ingin menjawab juga bingung, pada akhirnya pertanyaan itu tidak saya jawab pula. Lagi-lagi saya tekankan, ini masalah serius temans! SERIUS! oke saya sedang tidak becanda kali ini. Intinya adalah balik lagi ke tema diatas, Mundur, Menunggu, atau Maju? Jujur saja saya bingung, amat bingung. Ingin mundur, dengan cara mendiamkan semua pertanyaan2 yang dilontarkan ke saya. (Tapi ini bukan cara yang dewasa kan?) Ingin menunggu, tapi terselip pertanyaan, ngapain menunggu hal yang gak pasti? Ingin maju, tapi saya belum siap dengan konsekuensi yang akan terjadi pada kehidupan saya nantinya. Oke saya baru sadar, saya harus berpikir keras memutuskan semuanya dengan cara istikharah padaNYA. Mungkin jawaban yang tepat akan diberikanNYA segera, saya yakin itulah jawaban yang terbaik. ^____^
Tuh kan ketahuan deh nih malam saya lagi gak jelas ya. -_____-
Mantan Aktivis Gereja: I Love Islam
Diposting oleh
Anonymous
on Sabtu, 19 Januari 2013
/
dakwatuna.com - “I
was a Christian, now I am a muslim alhamdullilah. I still love Mariam
and Jesus (peace be upon him) but in Islam we believe in all Prophets,
and Muhammad (peace be upon him) was the last Prophet. We pray to only
One God, who create all the mankind and everything. In Arabic we call
Him Allah. Islam is religion of peace and brothershood….” Patty dan Beata punya kemiripan cerita mengenai awal memeluk Islam.
Keduanya
adalah ‘mantan aktivis gereja yang taat’, dan sering kali menemukan
hal-hal yang ‘tidak sesuai’ antara isi al-kitab dengan perbuatan
pimpinan/ tokoh agama mereka. Bedanya yang satu ‘Christian’, yang satu
lagi ‘katolik’.
Hati yang berontak bukanlah berlangsung sehari-dua
hari, melainkan bilangan tahun di usia remaja, saat biasanya disebut
‘sedang focus mencari jati diri’. Patty menanamkan niat dalam dadanya,
“Saya harus bisa menentukan mana agama yang benar, yang ‘fair’, yang
masuk akal, dan ajaran-ajarannya memang jujur, turun langsung dari
Tuhan—yang sebenar-benar Tuhan.”
Beata pun demikian, ia berjumpa
Patty saat sama-sama mencoba menanyakan literature Islam kepada seorang
syekh yang sedang berada di Islamic Centre Warszawa. Beata dan Patty
merasakan hal yang sama, takjub dan terguncang jiwanya, “Bagaikan sedang
berjumpa sesuatu hal terhebat dalam hidup ini….” Ujarnya, di kala
mereka membuka lembaran surat pertama Al-Qur’an, Al-Fatihah.
Saya
takjub pula ketika mereka berkata, “Kan enak ya, dalam Islam… kamu bawa
anak-anak ke masjid, kamu ajak shalat bersama. Kalau di tempat kami
dulu, anak-anak tidak boleh ikut berdoa, terutama anak-anak yang sering
membuat kehebohan. Sewaktu masih kecil, kami sering dijewer gara-gara
berlarian atau rewel di dalam ruang gereja. Harus duduk mantap…Kecuali
kalau acara theatre di sekolah, kelas religia, pokoknya keterlibatan
anak-anak biasanya jika anak sudah bisa duduk manis, mau disuruh duduk
teratur, dan mau disuruh baris sampai bosan…”
“Dalam masjid juga tidak boleh rebut, apalagi kalau sedang shalat….” Ujarku.
“Iya,
tapi beda banget. Dalam Islam, anak-anak dipandang sebagai makhluk
suci, yang sedang harus banyak diajari, diingatkan…. Kalau menurutku,
dalam ajaran agama dahulu, anak-anak dianggap sumber kerepotan dan
sumber masalah di mana-mana…” cemberut sahabatku itu. “Mungkin semua
orang dewasanya lupa kalau mereka juga pernah jadi anak-anak yah?
Hehehehe…” kami jadi cekikikan.
“Yang lebih gak masuk akal lagi,
juga banyak, sist. Sejak kecil, saya diajari dandan, ngecat kuku, ngecat
rambut, dan lain sebagainya. Namun pada saat saya melihat anak-anak
muslim, orang tua mereka malah mengajari wudhu, dan berpenampilan yang
menutup aurat tubuh. Bahan make up sangat berbahaya untuk kulit
kanak-kanak. Waaaah, Saya dulu sering gak mandi lho…. Bangun tidur, cuci
muka, dan pakai make-up, kalau ngebayangin yang dulu-dulu, jorok sekali
deh rasanya, hehehehe…” ujar Patty.
Tetangga mereka mengatakan bahwa kedua sisters
ini sudah masuk sebuah sekte-sekte di pemahaman agama baru. Meskipun
keduanya sering kali menjelaskan bahwa agama Islam adalah agama-Nya,
agama nabi Adam, agama yang paling tua, tetap saja hal itu tak
didengarkan. Doktrin-doktrin di gereja amat kuat menjejali isi kepala
para pengikutnya. Kecuali bagi orang-orang berhati lurus dan memang
mencari kebenaran sejati, sebagaimana nasib berbeda, Sister Beata dan
Sister Patty tersebut.
“Alhamdulillah, meskipun saya iri, bukan
orang yang dibesarkan dengan cara Islam, orang tua bukan muslim. Namun
masih beruntung, saya menemukan Islam sebagai jalan hidup, saya harus
mensyukurinya, bukan begitu, kan sister?” ujarnya meyakinkan diri, kami
mengangguk dan bergantian memeluknya.
Selalu ada kebahagiaan
terbersit dalam nurani ketika berdiskusi dengan mereka. Rasanya,
“masalah apapun berasa keciiiil” dibandingkan permasalahan hidup mereka,
terutama detik-detik pencarian Tuhan, saat mereka menuju cahaya
Al-Islam. “Oh, Allah… inikah perasaan nikmat saat mendekap hidayahMU
erat-erat? Subhanallah…. Terima kasih yaa Allah….” Semoga rasa syukur
padaMu selalu mantap dan kokoh berada dalam hati ini, aamiin.
sumber: Dakwatuna
Cinta Membuat Hati Untuk Merindumu
Diposting oleh
Anonymous
on Selasa, 08 Januari 2013
/
Senin, 07 Januari 2013
Tulisan ini saya persembahkan untuk anak-anak saya, anak-anak di SDIT sana.
Tepat hari ini, Senin, 07 Januari 2013 terjadwal anak-anak masuk sekolah. Mungkin anak-anak ada yang senang karena sudah rindu dengan temannya untuk bermain bersama ketika bel istirahat tiba atau malah ada yang sedih karena harus berkutat lagi dengan materi pelajaran yang tidak sedikit. Semua itu berbeda. Tetapi bagi saya, hari ini hari di mana saya merasa sedih dan senang. Dua hal yang sangat kontras. Yap saya akan jabarkan sebab dari dua hal yang kontras tersebut. Hari ini saya senang, karena saya mendapatkan kesempatan untuk membagi ilmu saya di tempat bimbingan belajar yang baru. Di lain hal, saya sedih karena tepat hari ini saya sudah tidak mengajar di SDIT tempat saya mengajar dulu, ya di karenakan beberapa hal yang tidak mungkin saya tulis di sini.
Beberapa malam lalu, saya memimpikkan anak-anak didik saya, mereka murid kelas satu. Ibnu Sina, itu nama kelasnya. Mungkin rasa rindu itu kian membuncah dan pada akhirnya timbullah mereka di mimpi saya. Tak pernah terduga hingga sebegitunya. Masya Allah, bunda rindu, nak. Rindu kalian. Raihan yang aktif dan cerdas, hanan yang pendiam, sean yang kritis, nawra yang manis, ahh semuanya saya rindu. (tuh kan jadi nangis beneran) :'(
Pagi ini sekitar pukul 07.00 saya sudah terpikirk anak-anak didik saya di sana, "Sedang apa ya mereka?", "mereka kaget gak ya dengan pergantian guru mereka?", "mudah-mudahan mereka nyaman dengan guru yang baru".
Masih banyak orang tua murid yang sms saya untuk sekedar menitipkan amanah catering anak-anaknya, menanyakan pulang sekolah jam berapa atau bahkan sms izin tidak masuk sekolah karena anaknya sakit. Pada saat itulah saya memohon izin dan maaf karena saya sudah tidak bisa mengajar di sana lagi, mendidik anak-anak mereka lagi. Dan memohon maaf jika selama saya mengajar anak mereka, mungkin saya banyak melakukan kesalahan. Beberapa orang tua murid membalas sms nya..
"oh malahan saya yang minta maaf sama ibu nurul. Ibu nurul kayaknya bank syariah mandiri lagi buka lowongan pekerjaan. sekarang ibu nurul kerja di mana, saya doain semoga ibu nurul selalu dalam lindungan Allah, aamiin. Saya harap silaturrahmi saya dan ibu nurul tetap terjaga. Doain alba supaya bisa menjadi tahfizh dan anak yang sholih. kalai ibu nurul sudah dapat kerjaan baru jangan lupa kuliah S2. Kalau menikah jangan lupa undang saya." (mama Alba)
"sama-sama, saya juga minta maaf dan banyak terima kasih sudah mendidik raihan dengan sabar." (mama Raihan)
Sedih, sangat sedih. Menangis? yaa benar saya menangis, saya rindu anak-anak saya di sana. Walau mereka hanya anak didik saya, tetapi rasa sayang ini tidak bisa dielakkan lagi hingga timbul rasa rindu ingin bertemu.
Setelah pulang sekolah usai sekitar pukul 14.00 (waktu saya sedang mengajar di bimbel yang baru), saya semakin banyak mendapatkan sms dari orang tua murid....
"saya sedih ibu kenapa keluar dari sekolah. Padahal anak saya udah mulai pintar baca dari ibu. Tadi saya kaget banget dan saya juga nggak percaya kalau ibu keluar. Saya jadi sedih banget, terus anak saya banyak tanya, "Bunda nurul kenapa keluar, ativa maunya sama bunda nurul karena bunda sudah baik banget sama Ativa", kata anak saya gitu. Kan kasihan bu Ativa ditinggalin, soalnya yang ngerti sama sifat Ativa cuma bunda nurul. Bu, saya mohon sama ibu balik lagi bu ke sekolah. Ngajar lagi di sdit, anak-anak juga sedih ditinggal sama ibu." (mama Ativa)
"Assalaam..bunda apa kabarnya nih? kata Jihan, bunda nurul nggak ngajar lagi ya, emang kenapa bunda kok tanpa sepengetahuan orang tua murid sih bun? Terus terang saja, saya keberatan bunda ninggalin anak-anak begitu. Kalau memang bunda mau mengundurkan diri kenapatidak habis kenaikan kelas saja bun kok mendadak begitu sih bun?" (mama Jihan)
Dan masih banyak sms-sms yang lain dari orang tua murid, ada juga yang telepon langsung ke saya waktu saya sedang mengajar di Bimbel. :'(
Yang pasti saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak di sana, mungkin saya telah banyak mendzalimi mereka semua.
Teruntuk anak-anakku, Bunda rindu kalian, Nak. Rindu sekali. Sering air mata ini menetes ketika terpikir kalian. Tingkah kalian di kelas, cerewetnya kalian ketika hendak bermain, kritisnya kalian ketika bertanya, lucunya kalian ketika kita bersama-sama bermain games di kelas. Semoga kalian semakin cerdas nan sholih. Tetap semangat mengejar 'ilmu dengan kondisi yang baru ya. :')
Aktivasi Blog
Diposting oleh
Anonymous
on Sabtu, 05 Januari 2013
/
Temans, Apa kabar? Sudah lama sekali blog ini menghilang dari peredaran di dunia maya. Sepertinya saya tidak ada space waktu untuk menulis (halah bohong banget). Semua karena ketidakproduktifan sang penulis sendiri, yaitu saya. Padahal banyak sekali inspirasi yang terbesit sejenak. Tetapi entah mengapa jari-jemari ini sering menunjukkan indikasi "tidak mood" untuk menulis.
Oia, ini sudah tahun 2013 lho. Teman-teman sudah merencanakan apa saja di tahun ini? Kalau saya sih buanyak, sampai tidak terhitung (padahal bohong :D). Yang pasti banyak plan di tahun ini. Salah satunya masuk di program tahfizh di ma'had. Semoga segera, sambil menyicil-nyicil dari sekarang. Ngomong-ngomong ma'had, Alhamdulillaah Allah perkenankan saya untuk lulus ke level yang lebih tinggi.Semoga keistiqamahan mengiringi saya dan teman-teman yang sedang berjuang di ma'had hingga program tahfizh selesai. (tak ada kata selesai untuk belajar dan menuntut 'ilmu ya)
Ok kembali ke topik. Jadi intinya, saya ini sebenarnya sedang tidak mood menulis malam ini. Tapi yasudahlah untuk mengaktifkan blog saya ini akhirnya saya otak-atik, iseng-iseng mengisi waktu untuk menulis walaupun konsep penulisannyapun tidak jelas. hihihi :D
Mudah-mudahan blog ini tidak "pingsan" lagi untuk kedepannya. aamiin. ^_^
Kritis Itu Perlu
Diposting oleh
Anonymous
on Senin, 10 Desember 2012
/
teman-teman rasanya hati lagi emosi tingkat tinggi nih, Di karenakan ada beberapa hal yang membuat emosi. Salah satunya yaitu ruang keputrian kampus mau ditiadakan sama wakil dekan 2 yang baru. Alasannya karena ruangan itu sudah tidak terpakai dan akan dialihkan ke fakultas lain. Ibu, mohon perhatian bu..ruangan itu bocor, kami sudah mengajukan perbaikan ruangan tetapi kenapatidak ada tindak lanjutnya sama sekali? bagaimana kami ingin menggunakan ruangan itu kalau ruangan itu tidak mendapat perhatian khusus dari para pejabat fakultas? Baru terlihat birokrasi kampus yang semrawut. Sayang tadi tidak sempat bertemu dengan wakil dekan 2 nya. Andai saya bisa bertemu, saya akan vokal di sana menuntut ketidakadilan beliau. Mungkin besok saya akan bertemu beliau. Saya akan coba suarakan saran dari teman-teman semua. Adik-adik, lihatlah! Apakah kalian tinggal diam melihat ketidakadilan ini? di bilang begini manut, dibilang begitu manut. Berontak teman-teman, berontaklah. Semakin kecil ruang lingkup syi'ar islam di kampus. Masya Allah. Masih ada waktu untuk memperjuangkan apa yang patut untuk diperjuangkan.
Entahlah
Diposting oleh
Anonymous
on Minggu, 09 Desember 2012
/
Entahlah teman-teman rasanya beberapa hari terakhir hati ini gak karuan rasanya. Nano-nano. Asin, asam, manis. Ahh tak tahulah....Saya juga bingung mengartikannya seperti apa..rasanya ingin teriak saja..
Memang hanya Allah yang Maha membolak-balikan hati hambanya.. Minta saja kepadaNYA tuk bisa menjaga keistiqamahan setiap hati-hati kita.. Semoga hati kita selalu terpaut kepada yang memiliki hati ini... (mulai gak jelas gara-gara habis nyari tempat fotocopyan jauh banget sampai daerah pasar minggu)
ahhh gak tauuu lah pokoknya lagi gak jelas gini..
Memang hanya Allah yang Maha membolak-balikan hati hambanya.. Minta saja kepadaNYA tuk bisa menjaga keistiqamahan setiap hati-hati kita.. Semoga hati kita selalu terpaut kepada yang memiliki hati ini... (mulai gak jelas gara-gara habis nyari tempat fotocopyan jauh banget sampai daerah pasar minggu)
ahhh gak tauuu lah pokoknya lagi gak jelas gini..
Mulailah Dari Nol
Diposting oleh
Anonymous
on Senin, 03 Desember 2012
/
Teman-teman pernah merasakan rasanya berusaha sekuat tenaga untuk mencapai puncak setinggi-tingginya?
Apalagi semua bermula dari nol. Akan terasa berat melewati setiap pendakiannya. Yakin, semua yang kita lakukan dari nol, akan berbuah manis ketika kita bisa sekuat tenaga kita untuk mencapai puncak tertinggi. Entah dari berbagai sisi, bisa bisnis, pekerjaan, kuliah, atau hal yang lainnya. Mulailah dari nol dan pastikan setiap pendakian selalu menambah satu jejak untuk menuju ke puncak tertingginya. Semua akan terasa indah jika kita lakukan semuanya dengan optimal. Kerahkan setiap tenaga yang kita punya. Semangat!
Apalagi semua bermula dari nol. Akan terasa berat melewati setiap pendakiannya. Yakin, semua yang kita lakukan dari nol, akan berbuah manis ketika kita bisa sekuat tenaga kita untuk mencapai puncak tertinggi. Entah dari berbagai sisi, bisa bisnis, pekerjaan, kuliah, atau hal yang lainnya. Mulailah dari nol dan pastikan setiap pendakian selalu menambah satu jejak untuk menuju ke puncak tertingginya. Semua akan terasa indah jika kita lakukan semuanya dengan optimal. Kerahkan setiap tenaga yang kita punya. Semangat!
Trainer Wanna Be!
Diposting oleh
Anonymous
on Minggu, 02 Desember 2012
/
Apa yang teman-teman pikirkan ketika saya mengucapkan kata "trainer"?
wah pasti beragam jawaban yang teman-teman akan katakan, ya kan? :D
yang pasti menurut saya, trainer itu orang yang keren, bisa menginspirasi, bisa menjadi orang yang berpengaruh bagi yang lain, bisa berbagi ilmu lewat cara-caranya yang keren. (lha ini banyak banget ya jawabannya). Itu kan hanya menurut pendapat saya saja :P
Saya sangat tertarik dengan dunia trainer, oleh karena itu tahun lalu saya ingat sekali ketika ada pendaftaran untuk pelatihan trainer di lembaga training, saya orang yang paling semangat untuk segera mendaftarkan diri. Waktu itu saya ingat sekali, mendaftar bersama teman seangkatan di SMK saya dulu, namanya Julia. Setelah daftar, wah ternyata dapat panggilan tes nih. Di sms itu dijelaskan bahwa harus menyiapkan slide presentasi (bebas materinya mau apa aja). Nah, di tes itu ada 2 tes, tes wawancara dan tes training (di tes training ini, ada 2 juri yang menilai saya dan anggaplah saya adalah seorang trainer). Jadi waktu tes training itu, saya benar-benar berbicara layaknya sedang mengisi training dengan slide yang sudah saya buat, dilihat oleh puluhan peserta lainnya. Mantappp! Padahal tangan gemetaran, jantung berdetak lebih kencang, dan tangan sampai dingin. Haha efek nervous itu luar biasa ternyata. Untungnya tidak sampai pingsan waktu itu. :D Tapi alhamdulillah saya lolos seleksi, padahal itu ada ratusan yang daftar lho. Dan dari ratusan orang itu yang dipilih hanya 30 orang saja. -_-
Dan alhamdulillaah sekarang saya sedang menjalani pelatihan itu efektif selama 2 bulan. Nah, sisa 2 kali pertemuan lagi nih. Di sana bahas banyak materi yang seru, coach yang asik, dan hal-hal seru lainnya!
Banyak dapat teman baru dari kampus-kampus lainnya. Yang lebih serunya, setiap selesai pertemuan pasti ada "hidangan" dari abah (pak iwan - pembinanya lembaga training kami). Hidangannya berupa shirah-shirah rasulullaah dan para sahabat, kadang membahas tafsir Al Qur'an, de el el. Dan hari ini membahas tentang Dajjal. WOW banget kan. Beliau memaparkan konspirasi yang terjadi antara yahudi dan israel dengan negara-negara lainnya. Pas pak iwan bahas materi itu, semua terdiam, kadang ada yang nyeletuk "WOW" atau "Subhanallah", atau yang lainnya. Mantap dan serulah pokoknya. Saya yakin, yang ikut acara ini adalah orang-orang pilihan. Ayo Nurul, serius tekuni dunia ini. ^^b
Ingat...dreams will be come true.. ^_^
wah pasti beragam jawaban yang teman-teman akan katakan, ya kan? :D
yang pasti menurut saya, trainer itu orang yang keren, bisa menginspirasi, bisa menjadi orang yang berpengaruh bagi yang lain, bisa berbagi ilmu lewat cara-caranya yang keren. (lha ini banyak banget ya jawabannya). Itu kan hanya menurut pendapat saya saja :P
Saya sangat tertarik dengan dunia trainer, oleh karena itu tahun lalu saya ingat sekali ketika ada pendaftaran untuk pelatihan trainer di lembaga training, saya orang yang paling semangat untuk segera mendaftarkan diri. Waktu itu saya ingat sekali, mendaftar bersama teman seangkatan di SMK saya dulu, namanya Julia. Setelah daftar, wah ternyata dapat panggilan tes nih. Di sms itu dijelaskan bahwa harus menyiapkan slide presentasi (bebas materinya mau apa aja). Nah, di tes itu ada 2 tes, tes wawancara dan tes training (di tes training ini, ada 2 juri yang menilai saya dan anggaplah saya adalah seorang trainer). Jadi waktu tes training itu, saya benar-benar berbicara layaknya sedang mengisi training dengan slide yang sudah saya buat, dilihat oleh puluhan peserta lainnya. Mantappp! Padahal tangan gemetaran, jantung berdetak lebih kencang, dan tangan sampai dingin. Haha efek nervous itu luar biasa ternyata. Untungnya tidak sampai pingsan waktu itu. :D Tapi alhamdulillah saya lolos seleksi, padahal itu ada ratusan yang daftar lho. Dan dari ratusan orang itu yang dipilih hanya 30 orang saja. -_-
Dan alhamdulillaah sekarang saya sedang menjalani pelatihan itu efektif selama 2 bulan. Nah, sisa 2 kali pertemuan lagi nih. Di sana bahas banyak materi yang seru, coach yang asik, dan hal-hal seru lainnya!
Banyak dapat teman baru dari kampus-kampus lainnya. Yang lebih serunya, setiap selesai pertemuan pasti ada "hidangan" dari abah (pak iwan - pembinanya lembaga training kami). Hidangannya berupa shirah-shirah rasulullaah dan para sahabat, kadang membahas tafsir Al Qur'an, de el el. Dan hari ini membahas tentang Dajjal. WOW banget kan. Beliau memaparkan konspirasi yang terjadi antara yahudi dan israel dengan negara-negara lainnya. Pas pak iwan bahas materi itu, semua terdiam, kadang ada yang nyeletuk "WOW" atau "Subhanallah", atau yang lainnya. Mantap dan serulah pokoknya. Saya yakin, yang ikut acara ini adalah orang-orang pilihan. Ayo Nurul, serius tekuni dunia ini. ^^b
Ingat...dreams will be come true.. ^_^
