RSS

Sudahkan Allah Ridha atas Setiap Pekerjaan yang Kita Lakukan?

Menikmati Kerja-


Jika bekerja hanya untuk mendapatkan uang, maka tingginya jenjang pendidikan justru menyulitkan ridha terhadap takdir atas rezeki. Jika bekerja hanya untuk mengejar uang, maka akan sulit berserius memeras keringat mencari ridha Allah Ta'ala melalui kesungguhan bekerja.

"Gaji dokter tidak ada separonya pendapatan pengemis yang 25 juta," protes seseorang. Tetapi ia lupa bahwa pengemis tidak digaji. Ia mendapatkan itu karena buka praktek. Dokter pun kalau buka praktek dapat memperoleh penghasilan di luar gaji dan boleh jadi melebihi penghasilan pengemis. Itu pun kita perlu bertanya, apakah setiap pengemis memperoleh penghasilan sebanyak itu? Apakah itu penghasilan per bulan?

Saya tentu saja sangat tidak setuju dengan profesi pengemis. Saya hanya ingin mengajak kita semua untuk mengingat kembali, apakah yang sungguh-sungguh kita cari dari bekerja? Jika hanya untuk mencari uang semata, mengapa harus kuliah hingga S-3? Jika hanya uang urusan kita, tenaga terkuras, waktu tersita, pahala tiada, tidak pula dapat menikmati kerja.
 

Refleksi Pangrango 3.019 MDPL (25-27 Oktober 2013)

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (QS. Al Anbiya : 31) 

"Bukankan telah Kami jadikan bumi sebagai hamparan. Dan Kami jadikan gunung-gunung sebagai pasak?" (QS. An Naba' : 6-7)

Pendakian bukan hanya mengenai proses menaklukkan sebuah gunung.
Pendakian juga bukan merupakan alat untuk menyombongkan diri bahwa kitalah yang lebih tinggi.
Pendakian adalah proses bagaimana kita berusaha lebih dekat dengan Allah.
Pendakian adalah proses men-tafakkuri seluruh nikmat Alam Semesta yang telah diberikan oleh Allah.
Semakin terasa betapa kita amat kecil dihadapanNYA.
Sepatutnya kita mensyukuri dan men-tafakkuri seluruh nikmatNya.

Melalui do'a-do'a dan sujud-sujud panjang kita.
Melalui kebersamaan kita lewat ukhuwah yang terasa kian merekat kuat.
Melalui hujan yang menambah kelengkapan nikmatnya perjalanan.

Sejenak kupejamkan mata.
Merenungi pesona alam zamrud khatulistiwa.
Desiran angin yang berirama di pegunungan.
Gemericik air yang mengalir syahdu mengikuti arus.
Gunung-gunung yang menjulang tinggi nan berdiri kokoh memecah langit.
Matahari yang menampakkan pesona sinarnya disaat fajar menyapa. 
Awan cantik yang bergumpal dengan indahnya.
Edelweiss yang akan abadi dalam penjagaanNya.

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar Rahman : 13)

Summit of Pangrango Mt 3.019 mdpl

Memperbarui #Niat

Apa sih yang paling terpenting dalam setiap ibadah? jawabannya adalah NIAT. sudahkah kita meluruskan niat kita di setiap ibadah2 kita?

1. Niat adalah awal dari setiap ibadah dan segala amal perbuatan itu tergantung dgn niatnya.
2. Niat berbanding lurus dgn keikhlasannya. Jd, jk niat sdh benar,rasa ikhlas harus menyertai niat kita. Ikhlaslah beribadah karnaNYA.
3. Niat yg sdh terlaksana dlm bentuk amal perbuatan yg disertai keikhlasan, akan lbh sempurna pahalanya.
4. Tmn2 harus tau, ternyata niat itu juga adlh bentuk orientasi seluruh amalan dlm islam dan mencakup 1/2 ajaran islam lho :)
5. Salah satu syarat ibadah adalah niat, setuju gak? :D Nah, niat ini adlh sebagai pembeda antara ibadah yg 1 dg ibadah yg lainnya.
6. Di mana sih tempatnya niat? | niat itu ada di dalam hati. Ada gak yang di dalam jantung? :D *abaikan -_-
7. Kapan waktu yg tepat utk memulai niat itu? | mulainya ya pasti saat awal ibadah dong ya. ^^
8. Allah tuh bnr2 baikkk banget | ssorg yg sdh melakukan niat tp karna udzur tdk bs melaksanakannya, maka sdh dihitung 1 pahala #niat
9. Nih ada rumus niat yg akan mimin share | niat + amal = pahala | amal - niat = sia2 | aduh, rumus macam mana itu :D
10. Ok2 mimin akan jelasin singkat ya :) Jadi, jk kita sdh niat dan kita sdh lakukan dlm bentuk amal, kita akan mendapat pahala. :')
11. Nah, kalau kita sdh beramal tanpa diawali niat, ini gak berbuah pahala. lha wong ibadah kan hrs diawali dgn niat dulu. -_-
12. Biar lbh gampang, coba kita ibaratkan niat itu adlh ruh, dan ibadah adalah jasadnya. Coba semuanya dibayangkan ya. :D
13. nah jk kita sdh punya ruh & jasad, lengkap gak sih rasanya? pastinya lengkap dong, mau ngapa2in jd mudah. Ya gak? iya aja ya :D

Semangat Menulis

Di ruangan kecil ini, bertemu dengan orang-orang luar biasa, orang-orang yang cinta menulis, seketika serasa ada yang membara. Memunculkan banyak tulisan. Ya, hanya sebuah tulisan. Tulisan yang hanya akan abadi ketika semua ruh sudah hilang dari jasadnya. Tulisan yang akan abadi. Kali ini saya bersemangat kembali untuk menulis. Mungkin menulis adalah sebuah hal yang membosankan bagi beberapa orang. Bahagianya ketika bisa memvisualisasikan mimpi-mimpi kita dalam sebuah kertas. Mari semangat menulis, temans!

#Lelaki

Assalaamu'alaikum.. hai hai para setia pembaca blog saya? Apa kabar nih? Wahh, benar-benar telah lama blog ini diabaikan. Mungkin sudah banyak sarang laba-labanya blog saya. Hihihi.. :)

Sebelum saya menyelesaikan tulisan saya mengenai naik gunung, please berikan saya kesempatan untuk berbagi tulisan Ustadz Felix Siauw yang saya rangkum dari account twitter beliau tentang #lelaki, cekidot!

1. mari bahas tentang lelaki | ada yang baik hati | namun ada yang tak tahu diri
2. lelaki sejati itu mapan karena masa depan jadi tujuan | tiada habiskan waktu untuk perkara kesia-siaan
3. dia persiapkan diri lalu datangi wali | bukan berkoar kesana kemari merayu putri
4. lelaki tahu diri menjaga hati dengan menjaga lisan | tak suka tebar janji dan berlaku berlebihan
5. lelaki sejati datang dengan amunisi meyakinkan calon mertua | bukan datang dengan tangan kosong dan omong kosong belaka
6. lelaki serius pahami ciri dewasa adalah bisa meyakinkan wali | bila dia belum mampu maka dia mundur dan kembali dewasakan diri
7. lelaki sejati takkan umbar janji, tak buat janji yang sulit ditepati | karena bakal bekaskan sakit hati, yang pasti sulit diobati
8. dia siapkan diri baru datangi wali | bukan melamar baru bersiap diri
9. lelaki terencana tahu persis calon istri yang dia perlukan | karenanya tak perlu pacaran dengan alasan perkenalan
10. lelaki yang benar-benar lelaki akan merasa sangat malu | bila ia inginkan wanita namun belum lagi cukup ilmu
11. lelaki disiplin melatih diri di Masjid | menguatkan diri dengan sujud | dan cita-citanya syahid
12. lelaki yang setia jaga pandangan sebelum menikah | setelah menikah ia juga jaga pandangan karena Allah
13. lelaki sejati besar perhatiannya pasti pada Al-Qur'an | dia tahu Al-Qur'an itu petunjuk mengemudi bahtera kehidupan
14. lelaki baik pekerti tidak kasar lisan | karena lisan Rasulullah dia jadikan teladan
15. lelaki tinggi akhlak lembut pada istrinya | keras tekadnya tegas dalam prinsip agamanya
16. lelaki calon suami santun perkataannya | karena dia pendidik bagi anak-anaknya
17. lelaki peduli akan perhatian pada ummat dengan dakwah | bila dengan ummat dia peduli tentu juga dengan keluarga
18. lelaki baik pahami bila sebelum menikah dia bermaksiat | setelah menikah ada alasan yang lebih banyak untuk khianat
19. ucapannya jadi pegangan perbuatannya jadi tuntunan | semuanya disesuaikan dengan Nabi dan Al-Qur'an
20. lelaki yang sejati itu pasti bernyali | bila siap nikahi bila tidak ya sudahi

Nah, itu dia sharing mengenai #lelaki. Semoga senantiasa bermanfaat untuk para pembaca dan menuai pahala untuk sang penulis ustadz Felix Siauw dengan tulisan-tulisan kerenya! Keep writing n sharing! :)

Membaca Basmallah Dalam Shalat; Jahr atau Sir?

aslm. afwan ust, mmbaca basmalah dlm surat Al fatihah apkah jahr atau sirr uust? mhon penjelasanx. Jzklh (Azhar)
Jawaban:
Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ‘ala Aalihi wa Man waalah wa Ba’d: Pertanyaan ini kami jawab dari Imam Ibnu Katsir Rahimahullah, beliau menjelaskan:
“Ada pun yang terkait dengan menjaharkan Basmalah, maka perinciannya adalah sebagai berikut: bagi yang berpendapat bahwa Basmalah BUKAN bagian dari surat Al Fatihah maka mereka tidak menjaharkan, begitu juga menurut pihak yang mengatakan Basmalah adalah termasuk bagian ayat awal darinya. Ada pun bagi kelompok yang mengatakan bahwa Basmalah adalah termasuk bagian dari surat-surat di bagian awalnya. Maka mereka berbeda pendapat dalam hal ini.
Imam Asy Syafi’i Rahimahullah berpendapat bahwa Basmalah DIJAHARKAN (dikeraskan), juga pada surat lainnya. Inilah pendapat banyak golongan dari sahabat tabi’in, para imam kaum muslimin, baik salaf dan khalaf. Dari kalangan sahabat yang menjaharkan adalah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, dan Muawiyah. Ibnu Abdil Bar dan Al Baihaqi menceritakan bahwa ini juga dilakukan Umar dan Ali. Sedangkan Al Khathib menukil dari khalifah yang empat yakni Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Tapi riwayat ini gharib (asing/menyendiri). Dari kalangan tabi’in adalah Said bin Jubeir, Ikrimah, Abu Qilabah, Az Zuhri, Ali bin Al Husein dan anaknya Muhammad, Said bin Al Musayyib, Atha, Thawus, Mujahid, Salim, Muhammad bin Ka’ab Al Qurzhi, Abu Bakar bin Amru bin Hazm, Abu Wail, Ibnu Sirin, Muhammad bin Al Munkadir, Ali bin Abdullah bin Abbas dan anaknya Muhammad, Nafi’, Zaid bin Aslam, Umar bin Abdul Aziz, Al Azraq bin Qais, Habib bin Abi Tsabit, Abu Sya’ tsa’, Makhul, dan Abdullah bin Ma’qil bin Muqarrin. Imam Al Baihaqi menambahkan: Abdullah bin Shafwan dan Muhammad bin Al Hanafiyah. Sementara Imam Ibnu Abdil Bar menambahkan: Amru bin Dinar. (Tafsir Al Quran Al Azhim, 1/117)
Demikianlah, sangat banyak para sahabat, tabi’in dan imam kaum muslimin yang berpendapat dikeraskannya membaca Basmalah ketika shalat. Dalil-dalil mereka adalah:
- Imam An Nasa’i dalam Sunannya, Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Ibnu Hibban dalam Shahihnya masing-masing, Imam Al Hakim dalam Al Mustadraknya; dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa beliau shalat dan dia mengeraskan membaca Basmalah, lalu setelah shalat selesai, dia berkata: “Sesungguhnya saya menyerupakan untuk kalian shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (Hadits ini dishahihkan oleh Ad Daruquthni, Al Khathib, Al Baihaqi, dan lainnya)
- Imam Al Hakim meriwayatkan dalam Al Mustadraknya, dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengeraskan membaca Bismillahirrahmanirrahim. (Katanya: hadits ini shahih)
- Imam Al Bukhari dalam Shahihnya, meriwayatkan bahwa Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu ditanya tentang bacaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dia menjawab:“Adalah bacaan Beliau itu diberikan jarak yang panjang, kemudian dia membaca Bismillahirrahmanirrahim, dengan memanjangkan Bismillah, memanjangkan Ar Rahman dan memanjangkan Ar Rahim. (juga diriwayatkan oleh At Tirmidzi No. 2451, Ibnu Majah No. 4215)
- Imam Ahmad dalam Musnadnya dan Imam Abu Daud dalam Sunannya, Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya, dan Imam Al Hakim dalam Al Mustadaraknya, meriwayatkan: dari Ummu Salamah, dia berkata: “Bahwa Shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca dengan diputus-putus; Bismillahirrahmanirrahim. Al Hamdulillahirabbil ‘alamin. Ar Rahmanirrahim. Malikiyaumiddin.” (Imam Ad Daruquthni mengatakan: isnad hadits ini shahih)
- Imam Asy Syafi’i dalam Musnadnya dan Imam Al Hakim dalam Al Mustadraknya meriwayatkan dari Anas Radhiallahu ‘Anhu; bahwa Muawiyah Radhiallahu ‘Anhu shalat di Madinah dan dia tidak membaca Basmalah (mengecilkan suara), lalu orang Muhajirin yang hadir mengingkarinya, maka ketika dia shalat untuk kedua kalinya, maka dia membaca bismillah.” 
- Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya menyebutkan dari Nu’aim bin Al Majmar katanya: Aku Shalat dibelakang Abu Hurairah, dia membaca Bismillahirrahmanirrahim kemudian membaca Ummul Kitab, hingga sampai Wa Ladhdhaallin, dia menjawab: Amin, dan manusia menjawab: Amin.” (HR. Ibnu Khuzaimah No. 499, Berkata Syaikh Al Abani: Al A’zhami berkata: sanadnya shahih seandainya Ibnu Abi Hilal tidak tercampur (hapalannya))
Demikianlah diantara dalil yang ada bagi kalangan yang mengatakan bahwa membaca Basmalah adalah dikeraskan. Imam Ibnu Katsir Rahimahullah nampaknya memilih pendapat ini dengan menyebutnya sebagai: “hujjah yang mencukupi dan memuaskan.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 1/118)
Kelompok yang lain mengatakan bahwa membaca Basmalah TIDAK DIJAHRKAN. Berkata Imam Ibnu Katsir Rahimahullah:
وذهب آخرون إلى أنه لا يجهر بالبسملة في الصلاة، وهذا هو الثابت عن الخلفاء الأربعة وعبد الله بن مغفل، وطوائف من سلف التابعين والخلف، وهو مذهب أبي حنيفة، والثوري، وأحمد بن حنبل.
“Pendapat kelompok yang lainnya adalah bahwa tidaklah mengeraskan Basmalah dalam shalat. Dan, ini telah pasti (tsabit) dari khalifah yang empat dan Abdullah bin Mughaffal, dan banyak kelompok dari pendahulu tabi’in dan khalaf. Ini juga pendapat Abu Hanifah, Ats Tsauri, dan Ahmad bin Hambal.” (Ibid)
Kelompok ini berdalil sebagai berikut:
- Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Abu Bakar, Umar, dan Utsman memulai bacaan dalam shalatnya dengan Alhamdulillahirabbil ‘alamin. (HR. Abu Daud No. 782. Syaikh Al Albani menyatakan shahih. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 782)
- Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, katanya: “Saya telah shalat dibelakang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman, dan tak satu pun dari mereka yang mengeraskan bacaan Basmalah.” (HR. An Nasa’i No. 907, Syaikh Al Albani menyatakan shahih. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan An Nasa’i No. 907. Juga Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya No. 495) 
- Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, katanya: “Adalah shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, mereka memulainya dengan membaca: Al Hamdulillahirrabbil ‘alamin.” (HR. At Tirmidzi No. 246, katanya: hasan shahih. Syaikh Al Albani menyatakan shahih dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 246)
- Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memulai shalat dengan bertakbir lalu membaca: Alhamdulillahirabbil ‘Alamin.” (HR. Abu Daud No. 783, Syaikh Al Albani menyatakan shahih. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 783)
Demikianlah dalil-dalil bagi kelompok yang menyatakan bahwa membaca Basmalah tidak dikeraskan.
Sementara Imam Malik berpendapat bahwa dalam shalat TIDAKLAH MEMBACA SAMA SEKALI bacaan Basmalah, baik keras (jahran) atau pelan (sirran). Beliau beralasan bahwa hadits-hadits di atas bukan menunjukkan sirr (pélan), tetapi memang Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak membaca Basmalah. Alasan lainnya adalah:
- Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidaklah membaca Bismillahirrahmanirrahim, baik di awal dan di akhirnya. Yang seperti ini juga diriwayatkan dalam berbagai kitab Sunan dari Abdullah bin Mughaffal Radhiallahu ‘Anhu.
Tetapi, pendapat Imam Malik ini dianggap lemah, sebab dalam hadits-hadits di atas jelas sekali disebutkan kalimat: tak satu pun dari mereka yang mengeraskan bacaan Basmalah, artinya Basmalah tetaplah dibaca tetapi tidak keras. Ada pun hadits yang menyebutkan bahwa Nabi tidak membaca Basmalah, mesti ditakwil dan dikompromi dengan hadits lain, yakni Beliau bukanlah tidak membaca tetapi membacanya, hanya saja suaranya pelan seakan bagi pendengar tidak membacanya. Wallahu A’lam
Nah, dengan demikian ada dua pendapat yang kuat dan sama-sama ditopang oleh dalil-dalil yang shahih, yakni pendapat Pertama. membaca Basmalah secara keras. Pendapat kedua, membacanya secara pelan.
Kedua kelompok ini berdalil dengan hujjah yang sama-sama shahih, dan satu sama lain tidaklah dianggap merevisi (nasakh) yang lainnya, atau dianggap riwayat dhaif. Maka, pandangan yang paling seimbang adalah: Bahwa BENAR Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengeraskan Basmalah sebagaimana yang diriwayatkan secara shahih oleh sahabat yang melihat dan mendengarnya seperti Ibnu Abbas, Abu Hurairah, dan Ummu Salamah, dan BENAR pula bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah memelankan Basmalah sebagaimana yang diriwayatkan secara shahih pula dari sahabat yang melihat dan mendengarnya seperti Anas bin Malik dan ‘Aisyah. Jadi, keduanya adalah benar.
Inilah metode yang ditempuh oleh para ulama muhaqqiq (peneliti) seperti ‘Alim Rabbani Al ‘Allamah Ibnu Qayyim Al Jauziyah Rahimahullah. Beliau berkata:
والإِنصاف الذي يرتضيه العالم المنصف، أنه صلى الله عليه وسلم جهر، وأسر، وقنت، وترك، وكان إسرارُه أكثَر من جهره، وتركه القنوتَ أكثر من فعله
“Pendapat yang bijak yang dibenarkan oleh para ulama yang objektif adalah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah membaca secara keras dan pelan, pernah berqunut dan pernah meninggalkannya. Hanya saja memelankannya lebih banyak dibanding mengeraskannya, dan meninggalkan qunut lebih banyak dibanding melakukannya.” (Imam Ibnul Qayyim, Zaadul Ma’ad, 1/272. Cet. 3. 1986M-1406H. Muasasah Ar Risalah. Beirut - Libanon)
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan:
فهذه مآخذ الأئمة، رحمهم الله، في هذه المسألة وهي قريبة؛ لأنهم أجمعوا على صحة صلاة من جهر بالبسملة ومن أسر، ولله الحمد والمنة
Inilah jalannya para imam –Rahimahumullah- dalam masalah ini dan ini merupakan masalah yang bisa didekatkan, karena mereka sepakat bahwa sahnya shalat bagi yang mengeraskan dan memelankan. Walillahilhamd wa Minnah . (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 1/118)
Demikian pembahasan ini. Dari sini semoga kita bisa lebih arif dalam menyikapi bacaan Basmalah ini. Membacanya, baik dikeraskan atau tidak, bukanlah bab permasalahan salah atau benar, sunah atau bid'ah. tetapi, keduanya benar, hanya saja nabi lebih sering tidak mengeraskannya Maka, tidak dibenarkan satu sama lain saling menyerang dan menyalahkan, apalagi sampai taraf menuduh sebagai pelaku bid'ah. Padahal duanya merupakan perilaku nabi, sahabat tabi'in, dan imam kaum muslimin. Maka, jika kita berada di masjid yang biasa mengeraskan bacaan Basmalah, maka alangkah baik jika kita mengikutinya -jika diminta menjadi imam- untuk menjaga persatuan hati dan menghilangkan kebencian. Begitu pula ditempat sebaliknya. Inilah perilaku ulama rabbani yang mendalam ilmunya yang sudah sepatutnya kita meneladaninya. Semoga bermanfaat.
Wallahu A’lam

Mencari Inspirasi Dari "Perahu Kertas"

Gegara pak Agoeng putar lagu "Perahu Kertas"nya Maudy Ayunda berulang-ulang pas acara milad Cave Trainer Academy di WAMY beberapa hari lalu, saya jadi download lagunya deh di Hengpong saya. Saya jatuh cinta saat pertama kali mendengar melodi musiknya. Mungkin saya orang yang paling KuPer (Kurang Pergaulan), wong lagunya sudah ada dari zaman baheula sejak filmnya muncul di layar lebar. Nah, saya baru tahu coba lagu ini akhir-akhir ini. Hehehe. Ok, but music isn't more important for me.

Setelah sekian lamaaa, baru kali ini lagi download lagu lagi. Baru pertama kalinya dengar lagu jenis ini setelah sekian lama jauh dari musik, musik pop ya namanya? Entahlah itu apa nama jenis musiknya, yang pasti ini pertama kalinya lagi dengar lagu setelah sekian lama -_- Biasanya karena target setoran, akibatnya sudah nggak sempat lagi dengerin lagu-lagu begituan, di playlist Hengpong sayapun sudah nggak ada lagu-lagu ngaco :D Saya ganti dengan murottal, agar bisa hafalin plus muroja'ah selama aktivitas. Karena kalau lagi hafalan lebih sering hanya dengar murottal aja dan nggak sambil buka mushaf :D *Pengakuan dosa nih,hehehe. Pembaca harap jangan aduin saya ke ustadzah saya yaaa :D Nanti saya bisa dipecat jadi muridnya. :D

Oke saya akan nulis liriknya di sini. Seriusan, sebenarnya ini adalah hal yang sangat nggak penting banget. Tapi, nggak apa-apalah ya, sekali-kali. :)

"Perahu Kertas"

Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya

Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaib hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri

Hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya

Reff:
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku padamu

Adab Menasihati

Temans, sebenarnya ada nggak sih Adab dalam islam yang mengatur tentang bagaimana cara menasihati teman kita secara ahsan ketika mereka melakukan suatu kesalahan?

Yuk, cekidot! Tulisan ini saya copy dari twitter saya dan ini merupakan hasil kajian bersama Abah malam ini di grup whatsapp Cave Trainer Academy. 

Berikut tulisannya :

1. Memberi peringatan ada adab2nya, sampaikan dengan bahasa yang sopan, to the point kepada masalahnya, jangan menggunakan bahasa sindiran.
2. dan jgn disampaikan di khalayak ramai, sampaikan langsung ke orangnya utamakan ketika berdua saja.
3. ada yang lebih berharga dan lebih baik dilakukan, berdoa untuk kebaikan orang yang kita anggap salah.
4. Bahkan jika hati kita kenal Allah, hati yg semacam itu mampu mendoakan musuh2nya.
5. Saya yakin setiap kita faham & tahu dalam hadits, jika seseorang berdoa untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya,doa itu pasti dijawab.
6. Malaikat mendoakan orang yang berdoa untuk saudaranya. Jadi sesungguhnya, ketika berdoa untuk saudara, sebenarnya kita sedang mendoakan diri sendiri.
7. Contoh Nabi kita Muhammad Saw, beliau ditawari 1 doa yg wajib Tuhan kabulkan, tidak seperti Nabi-nabi selain dirinya...
8. ...beliau malah menyimpan doa itu utk keselamatan ummatnya di akhirat kelak. Tahu apa yg terjadi? Balasan Allah kepada beliau?
9. Dialah orang yang paling dijamin keselamatannya kelak di akhirat. Hanya dia yang sanggup menghadap Allah....
10. meminta keringanan di saat tak satu pun makhluk berani menghadapNya. Karena Allah di hari itu murka semurka murkanya, ...
11. ....tdk pernah murka seperti itu sebelumnya dan tidak pernah murka seperti itu setelahnya.
12. Itu buah ketulusan beliau mendoakan keselamatan ummatnya, justru beliau yang pertama kali selamat.
13. Berbahagialah orang yang sibuk dengan aibnya sendiri daripada memperhatikan aib orang lain.
14. Kalau manusia tahu diri suka berbuat dosa, tentulah dia akan sibuk memperbaiki diri sebelum memperbaiki orang lain.
15. Sekian resume  malam ini, semoga teriring kebarokahan dan kebermanfaatan tuk kita semua. Aamiin.

Gak Tahu Mau Kasih Judul Apa :D :D :D

Engkaulah samudera yang diam-diam ku selami
Riak kecilmu selalu ku nanti
Memendam segala rasa
Menumbuhkan beribu asa

Mungkin air mata yang tulus
Takkan bisa mewakilinya
Sekeras apapun ku mencoba
Selemah apapun daya tuk mengingatnya

Setumpuk harap berkumpul dalam asa
Segenggam hasrat terjaga dalam dada
Terpendam di dalam batas-batas kerinduan
Kelam dalam kabut rindu ini tertahan

Adakah engkau di sana sepertiku
Yang tak mampu ucapkan kerinduanku
Biarkan rasa dan asa itu tetap terjaga
Dalam bingkai Cinta-NYA

Surprising Day.. Milad Coach Little Fatih ^^

Kamis, 06 Juni 2013..

Pagi itu baru sadar kalau ternyata coach kami, pak Agoeng, mengulang hari lahirnya. Berawal dari sebuah chat di group whatsapp Cave Trainer Academy, ada yang cuap-cuap mengucapkan kebarokahan atas umur coach Little Fatih ini. Nah, saat itu ada salah satu team Little Fatih yang langsung nge-post di group Litlle Fatih Unyu2 (nama group whatsapp yang aneh, haha) untuk merencanakan surprise buat pak Agoeng tercintah. :D 

Akhirnya saya yang di suruh beli kue, dengan berbagai permintaan mereka yang aneh-aneh. -___- 

"eh beli kue dimana? di sini atau di sana?"

"kumpul dimana? jam berapa?"

"Eh tau alamat rumah pak Agoeng gak?"

"Pake lilin apa nggak?"

"Ntar tulisan di kue nya ini ya, bla bla bla."

"Eh jangan kayak gitu tulisannya, bla bla bla aja."

Ahh pokoknya hari itu hari rempong sedunia!

Saya memutuskan untuk janjian sama ka Sumi (Cieee ka Sumi kesebut namanya deh di blog terkenal ini, :p ) di pasar minggu, maklum toko kuenya ada di daerah pasar minggu, Holl*nd Bake*y. Janjian jam 14.00, tapi baru ketemu jam 15.00. ckckck, ngaret luar biasa. Setelah kita ketemuan, menujulah kami berdua ke toko kue tersebut. Sebagai pembeli harus cerdas ya, sebelum membeli kuenya saya tanya dulu ke penjaga tokonya,

"Mbak kue ini ada rhum nya nggak?"

"Oh yang ada rhum nya yang blackforest aja."

"Berarti yang lainnya gak pake rhum ya mbak?"

"Iya."

Teman-teman tahu nggak rhum itu? oke, untuk lebih tahunya klik di sini. Yang pasti rhum itu jelas banget HARAM! Menurut pengakuan kakak saya yang laki-laki, dia dulu yang sejak SMK sampai kuliah mengambil jurusan Tata Boga, atau Pastry atau apalah itu namanya ya, rhum itu biasanya digunakan untuk membuat roti atau kue. Jadi, sebagai seorang muslim, haruslah lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan ya, apalagi kue. Jika ingin membeli kue, sebaiknya tanya dulu ke penjualnya, apakah ada komposisi rhum atau sejenisnya atau tidak. Jika makanan itu menggunakan komposisi rhum, tinggalin jauh-jauh deh. Kalau mau membeli minuman atau makanan kemasan, agar lebih safety, cek dulu kehalalannya. Biasanya kalau halal, ada logo resmi halal dari MUI (majelis ulama indonesia). Jika makanan atau minuman kemasan yang akan teman-teman beli tidak ada logo halal MUI, tinggalkan ya. Tidak perlu di beli, pilihlah produk lain yang sudah jelas kehalalannya. Oke, be more carefull, dear.

Back to topic. Setelah memlilih kue yang bebas dari rhum dan insya Allah halal, maka kami memilih kue yang cantik. Taraaaaa!! chocolate tart!! Harganya masih di bawah Rp. 200.000 kok. Murahhhhh!! :)

Setelah selesai membeli kue yang lazies itu, kami mulai nanya-nanya ke bunda Wita (Istri pak Agoeng) mengenai alamat rumah pak Agoeng. Pada saat itu kami menyembunyikan kedatangan kami ke pak Agoeng, jadi pak Agoeng nggak tahu kalau ternyata kami ingin ke rumah beliau untuk memberikan sedikit surprise. Hehe. Ternyata alamat rumahnya di daerah kelapa dua, Depok. Jam sudah menunjukkan pukul 16.00, kita baru berangkat dari Pasar Minggu. Padahal awalnya komitmen kita jam 16.00 sudah sampai sana. Ini namanya bukan komitmen, :D. Setelah nanya sana-sini alamat rumahnya, sampailah kami di tempat tujuan kira-kira pukul 16.40 wib. Sambil rempong di depan rumah antara masuk dan nggak, bunda membukakan gerbang rumahnya.. 

"sini masukin motornya, muat kan?"

"Iya bun, muat kok, hehe." (sambil cengengesan) :D

Wahh ternyata, pak Agoeng baru bangun tidur, jahat banget nih kita. :D Tak apa, momentnya setahun sekali. Setelah pak Agoeng rapi, beliau keluar dari kamar dan taraaaa bunda Wita langsung memberikan kuenya kepada pak Agoeng di ruang tamu. Cieeee, romantis banget sih pasangan ini, jadi iri. Haha. Team Litlle Fatih mah malah ketawa ketiwi aja. Pokoknya, semoga barokah ya Pak Agoeng usianya, sukses di dalam keluarga dan karir, dan sabar menghadapi anak-anak Little Fatih yang pecicilan ini ya Pak. :D