Alhamdulillaah, setelah menunggu loading jaringan yang sangat lama, akhirnya bisa sign in lagiihh!
Sudah lama yaa saya gak corat-coret di blog ini. Maklum, aktivitas jadi mbak-mbak rumah tangga amat menyita waktu saya. Eits, sorry saya gak mau dibilang ibu-ibu rumah tangga karena memang saya belum ibu-ibu. :p
Wahhhh..ternyata agak kaget yaa saat sign in blog ini, percaya gak percaya, follower blog saya itu ada 18 orang. Itu baru yang terdetect langsung di halaman blog saya, bagi yang diam-diam follow saya, itu belum terhitun ke dalam 18 orang itu. Jieeeeeh apabanget dah, Ruulll! :p
Semoga orang-orang itu gak salah follow blog saya, secara isinya gitu-gitu aja. Ekekeke :D
Bismillah, semoga teman-teman bisa mengambil manfaat dari tulisan-tulisan saya ya. Kalau sekarang, saya mau curhat dulu.
Hari ini saya galau ditinggal seharian sama si abang. Hiks. Si abang sibuk banget ya, pulang ngajar langsung rapat, setelah rapat harus isi materi di acara mabit sekolah dan nginep sampai besok pagi. Terus, gue? Diungsiin dulu ke rumah mama, daripada sendirian di kontrakan. -_-
Besok juga, harusnya tanggal merah dan itu artinya family time, but you knowwww? saya harus teteuup ngajar dari pagi sampai siang. Gak tega dong muridnya udah minta dengan semangat banget belajar Qur'an, terus pengajarnya malah gak mau ngajarin. Emang yaa ibu-ibu semangat banget belajarnya. Maklum yaa mayoritas murid tahsin saya itu sudah ibu-ibu, tapi semangat mereka luar biasa mengalahkan para generasi muda. It means, saya harus semangat juga untuk mengajar dengan penuh cinta. *tjieeh*
Selalulah ingat suatu nasihat indah..
"Khoirukum man ta'allamal qur'aana wa 'allamahu.."
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al Qur'an dan mengajarkannya.."
yuukk jadi generasi yang cinta Al Qur'an, Jangan lupa untuk selalu semangat menebarkan ilmumu, dimanapun, kapanpun!!!! Semangat generasi qur'ani, Allahu yuwaffiq! :D
*inget rul, ngajar sih boleh, jgn lupa, setoran sama muroja'ah tuh penting juga, gak boleh lalai gegara sering ngajar!* -_-
Baiklah, saya harus berubah wujud nih, bye reader! Enjoy our life :D
Merindunya
Diposting oleh
Anonymous
on Sabtu, 17 Januari 2015
/
![]() |
| sumber : http://aghnisdiary.blogspot.com/2013/08/rindu.html |
Rasanya sedih yah ketika menghadapi weekdays. Si abang sibuk dengan aktivitasnya, pun dengan saya. Ketika senin tiba, rasanya sedih sekali. Saat-saat libur kuliah 2 pekan ini, berharap bisa selalu bersamanya, berbincang bersama, canda-tawa bersama dalam waktu yang tidak sebentar. Tapi, pagi-pagi sekali, abang sudah berangkat kerja hingga sore, sedangkan saya? Hingga sore masih ada aktivitas mengajar di luar. Selesai semua aktivitas mengajar biasanya jam 19.00. Lho pas saya pulang dari aktivitas mengajar, si abang mengajar juga dari ba'da maghrib hingga jam 20.00.. selesai mengajar? pastinya lelah bangetttt. Alhamdulillaah masih ada waktu untuk makan malam bersama, ngobrol-ngobrol jugaaa. Gak lama, terlelap~~~~
Besok paginya? Jangan ditanya! Yaa aktivitasnya sama seperti kemarin. Akkkkk kadang kangen banget sama pelukan si abang. :'(
Sekarang juga kita berpisah jarak.. hiks
Sekarang juga kita berpisah jarak.. hiks
abaaanggg...semoga Allah menjagamu.. Semoga berkah semua aktivitasnya..
Allah..titip salam penuh rindu dariku untuknya :')
Allah..titip salam penuh rindu dariku untuknya :')
Happy Graduation Day Pacar Halalku :)
Diposting oleh
Anonymous
on Kamis, 18 Desember 2014
/
Baraakallaahu fiik yaa zaujii al mahbuub. Semoga ilmunya barakah, semakin lama semakin bertambah dan bermanfaat untuk ummat...
Hampir sebulan bersamamu, terima kasih atas segala cinta..
Kau yang tak pernah lelah dan sungkan untuk membantu pekerjaan2ku..
Kau yang selalu siap memberikan bahumu ketika ku butuh..
Bahagianya bersamamu..
Semoga bingkai ini bermuara ke syurga..
Uhibbuka fillah yaa zaujii..
Hafidzakallaah.. :')
Hampir sebulan bersamamu, terima kasih atas segala cinta..
Kau yang tak pernah lelah dan sungkan untuk membantu pekerjaan2ku..
Kau yang selalu siap memberikan bahumu ketika ku butuh..
Bahagianya bersamamu..
Semoga bingkai ini bermuara ke syurga..
Uhibbuka fillah yaa zaujii..
Hafidzakallaah.. :')
Negeri Di Atas Awan - Ciremai Mt 3.078 MDPL (14 - 17 Agustus 2014) [Persiapan]
Diposting oleh
Anonymous
on Sabtu, 30 Agustus 2014
/
Awalnya pendakian ini direncanain sama temen-temen yang lain itu ke Semeru, tapi saya gak bisa karena cost ke sana mihil. Yaa maklum Agustus itu jadwalnya bayar kuliah, jadi kumpulin uang dulu buat bayar kuliah. Akhirnya batal juga ke Semeru. Dan asal muasal kenapa ekspedisi ini memutuskan untuk ke ciremai? Jadi, ceritanya saya sudah left group dari group Whatsapp Cave Adventure, tiba-tiba saya rindu banget naik gunung. Terakhir naik gunung itu tahun lalu, jadi sudah sekitar setengah tahun lebih gak nanjak. Asli kangen banget. Akhirnya saya punya rencana, saya minta dimasukkan lagi ke group whatsapp cave adventure sama Nurfa (karena kebetulan Nurfa itu admin groupnya) karena ingin manas-manasin teman-teman di group supaya bisa segera melakukan pendakian lagi. :D Setelah berhasil masuk group pas tanggal 05 Juli 2014, saya langsung dapat sambutan meriah dari teman-teman :p
Nurfa, "Selamat bergabung kembali kak nurul."
Ka sumi, "Salam kenal dari kakang saiah buat kaka Nurul"
Gak tau deh yang dimaksud kakang sama ka Sumi itu siapa.-_- Setelah itu saya langsung mulai panas-panasin di group,
"Kapan nanjak lagi? :D"
Daan ka Sumi tetep bahas si kakangnya, katanya nungguin kakangnya karena kakangnya gak bisa anter muncak. Deileeeehhh kakang-kung *sayuran keleus
Padahal saya sudah mulai tanya-tanya kapan mau nanjak lagi, tapi yang lain malah bahas tema yang lain. Akhirnya saya usulkan untuk ifthor jama'i bareng anak-anak CA dan temen-temen kak Saputra dari Jejak Para Pendaki (Tim pendakian beliau). Katanya tim beliau mau silaturrahim ke tim CA. Dalam hati, wah ini moment bagus banget buat tambah manas-manasin temen-temen yang lain biar bisa nanjak ke Ciremai. One Step Closer. *gaya devil Dan kami memutuskan untuk meet up di salah satu rumah makan kece bareng sama anak-anak kece. Yang hadir waktu itu, dari tim JPP 3 orang, dari tim CA 6 orang (Nurfa, Ayu, Alin, Ian, Ka Iqbal,dan saya).Agenda meet up waktu itu sih untuk membahas segala macam mengenai pendakian ke ciremai, tracknya, biaya, dll nya. Tapi, pas hari H meet up, apa coba yang dibahas tentang pendakian? NOTHING! ke sana cuma numpang ifthor doang sama curcol. Dasar emak-emak sama bapak-bapak hobby nya rumpi juga. -_-
Tapi ada hasilnya juga sih dari kumpul-kumpul itu yaa walaupun sedikit, dapatlah tanggal cantik. Saya usul tanggal dari awal itu tanggal 15-17 Agustus 2014, karena lagi moment 17 Agustus juga tuh makanya saya usul di tanggal itu. Ternyata temen-temen yang lain pada ACC 1 hari lebih maju, jadi berangkat tanggal 14 Agustus 2014 (malam), pulang tanggal 16 Agustus 2014 karena pertimbangan untuk teman-teman yang lain. Yaa supaya senin bisa beraktivitas seperti biasa, kerja dan kuliah.Asiiikkkkk jadi nih naik gunung. Ternyata saya gak sia-sia manas-manasin teman-teman di group. wakaka :D
Dan selama beberapa hari kemudian, kami buat panitia kecil untuk ekspedisi kali ini.
Ketua : Ka Iqbal (Eyang kami)
Sekretaris : Nurul (artis terkenal)
Bendum : Nurfa (Akhwat perkasa) Ehh Nurfa sebenernya sih fleksible yaa kadang bisa akhwat, kadang juga ada sisi keikhwan-ikhwanannya. *ups :o
Acara dan Perlengkapan : Alin (pipaw pipi bakpaw)
Selama beberapa hari itu kami kumpulkan mengenai info-info pendakian ke Ciremai, mengenai biayanya, tracknya, transportasinya, pos-pos di sana, dan yang lainnya.
Meeting awal bersama panitia tanggal 20 Juli 2014 di WAMY. Tahuu gak yang hadir dari teman-teman CA siapa aja? 4 L cyiin. Lo Lagi Lo Lagi. Cuma ada ka Iqbal, Alin, Ka amin dan istri, dan saya. Yang lainnya entah kemana, yang saya tahu si Nurfa, dia masih di lampung. -_- Ruang cave waktu itu sunyi banget. Yaudah akhirnya kita bicarain seadanya dulu aja karena waktu itu pipaw juga buru-buru mau liqo. -_-
Beberapa hari kemudian, ka Iqbal mulai minta kepastian teman-teman yang ingin ikut pendakian ke Ciremai. Akhirnya mereka mulai isi daftar namanya masing-masing di grup. Ada Ridho, Danang, Eggy, Purwito, Ka Iqbal, Suhail, Ka Amin, Ka Nur Amin, Ian, Alin, Nurfa, dan saya. Total 12 orang. Kita memutuskan jumlah kuota maksimal 12 orang karena estimasi untuk naik angkot. Eia, Ka Amin katanya mau ngajak istrinya. Padahal istrinya lagi hamil 6 bulan, oh em ji. Kirain mah ngajak istrinya buat diajak naik gunung juga, ternyata istrinya diajak mau dititip di pesantren Husnul Khotimah di daerah dekat Ciremai juga.
Dikarenakan grup cave adventure whatsapp banyak juga teman-teman lain yang gak ikut pendakian, akhirmya saya berinisiatif untuk buat grup baru di group whatsapp, "Ciremai Expedition". Kece banget ini grup. hha :D di Grup ini mulai riweuh lah itu pokoknya ngomongin tentang perlengkapan kelompok dan lain-lainnya.
H-7, Sabtu, 09 Agustus 2014 jam 15.00 di Masjid UI baru diadakan technical meeting perdana cobaa pemirsahhhh. Ini juga merupakan technical meeting pertama dan terakhir! Parah bettt. Itu mevett asliiiiii. Dan di sana ketemu sama salah satu porter kitaaaa, taraaa dialah Purwito. Penasaran sama yang namanya Purwito, soalnya si Suhail sama Ka Iqbal suka ngomongin diaa di group whatsapp CA. ekekekeke :D
Yang hadir waktu technical meeting itu sedikit banget, cuma saya, Alin, Ka nur Amin, Purwito, Ridho, sama ka Iqbal. Nah Pas technical meeting kita share semua info-info yang sebelumnya panitia sudah rapatkan. Mengenai jalur-jalurnya, pos-posnya, tempat sumber airnya, perlengkapan, biaya, dan transportasi. Alhamdulillaah semua beres sebelum maghrib. Setelah maghrib, saya sempatkan malam mingguan dulu berdua sama pipaw ke rumah makan pasta di margonda, Depok sampai sekitar jam 20.00. Pulang dari sana masih juga harus nemenin pipaw untuk beli perlengkapan nanjak. Pipawwww milih carrier lamaaaa banget sampai-sampai abang jualannya dikerjain sama dia, abangnya ditanyain macem-macem tentang spesifikasi carriernya. Itu anak iseng banget dah. -_- Finally, dia beli tas kecil dan Carrier Consina size 50+5 L yang kece badai dan harganya pun juga kece badai. haha :D Total belanjaannya itu hampir satu juta ya, atau lebih dari satu juta gitu lupa. Cieeee yang punya carrier baru. Asik asik asik. :p
Yang hadir waktu technical meeting itu sedikit banget, cuma saya, Alin, Ka nur Amin, Purwito, Ridho, sama ka Iqbal. Nah Pas technical meeting kita share semua info-info yang sebelumnya panitia sudah rapatkan. Mengenai jalur-jalurnya, pos-posnya, tempat sumber airnya, perlengkapan, biaya, dan transportasi. Alhamdulillaah semua beres sebelum maghrib. Setelah maghrib, saya sempatkan malam mingguan dulu berdua sama pipaw ke rumah makan pasta di margonda, Depok sampai sekitar jam 20.00. Pulang dari sana masih juga harus nemenin pipaw untuk beli perlengkapan nanjak. Pipawwww milih carrier lamaaaa banget sampai-sampai abang jualannya dikerjain sama dia, abangnya ditanyain macem-macem tentang spesifikasi carriernya. Itu anak iseng banget dah. -_- Finally, dia beli tas kecil dan Carrier Consina size 50+5 L yang kece badai dan harganya pun juga kece badai. haha :D Total belanjaannya itu hampir satu juta ya, atau lebih dari satu juta gitu lupa. Cieeee yang punya carrier baru. Asik asik asik. :p
H-beberapa hari saya sudah mulai melakukan pemanasan, olahraga tiap hari, skipping-an di ruang makan rumah udah kayak orang bener. Pokoknya apapun sesuatu yang berbau olahraga saya coba supaya otot gak kaku pas nanjak ke Ciremai. Nanti saya takut kejadian di Pangrango terulang kembali, itu asli kaki sakit banget pas pulang dari Pangrango karena sebelumnya memang gak pemanasan dulu. Biasa, mau sotoy gitu. akakaka :D Tapi beneran, gak tahu kenapa di pendakian kali ini rasanya deg-degan banget tiap hari mendekati hari H pendakian. Saya baca-baca blog orang lain mengenai pendakian ke ciremai lewat jalur Linggar Jati katanya kok track nya aduhai ya T_T banyak yang bilang kemiringannya itu 70-90 derajat, jati intinya lutut ketemu dahi T_T
Pas beberapa hari mepet hari H, ka Amin dan ian baru ngabarin kalau mereka gak bisa ikut. Waktu itu sih ka Amin bilang gak bisa ikut karena sakit, tapi kalau Ian gak tahu deh kenapa dia tiba-tiba batal nanjak. Jadi total peserta yang ikut pendakian kali ini hanya 10 orang, Saya, Alin, Nurfa, Ka Nur Amin, Eggy, Purwito, Ka Iqbal, Danang, Suhail, dan Ridho. Baiklah saya siaaapppp melakukan pendakian emejing ini setelah beberapa kali pemanasan!!! -____-
Pas beberapa hari mepet hari H, ka Amin dan ian baru ngabarin kalau mereka gak bisa ikut. Waktu itu sih ka Amin bilang gak bisa ikut karena sakit, tapi kalau Ian gak tahu deh kenapa dia tiba-tiba batal nanjak. Jadi total peserta yang ikut pendakian kali ini hanya 10 orang, Saya, Alin, Nurfa, Ka Nur Amin, Eggy, Purwito, Ka Iqbal, Danang, Suhail, dan Ridho. Baiklah saya siaaapppp melakukan pendakian emejing ini setelah beberapa kali pemanasan!!! -____-
Negeri Di Atas Awan - Ciremai Mt 3.078 MDPL (14 - 17 Agustus 2014)
Diposting oleh
Anonymous
on Rabu, 27 Agustus 2014
/
Bismillaah. Akhirnya saya menyiapkan jari-jari saya untuk mengetik. Mengabadikan moment terindah sepanjang pendakian yang telah saya lakukan. Perjalanan yang terindah, pemandangan yang cantik, track yang cihuy yang sudah bikin saya jadi berasa gak punya lutut! EMEJING BEROH!! ahh semuanya tak bisa saya definisikan. Jika teman-teman ada rencana untuk travelling ke luar negeri sekadar jalan-jalan untuk menikmati view yang keren, maka saya menyarankan kepada teman-teman untuk stay di Indonesia. Wilayah di Indonesia itu cukup banget bikin mata terbelalak, negeri ini asli kece abis! Saya tidak bisa mengungkapkan betapa indah pemandangan di Ciremai ini, salah satu dari wilayah di Indonesia. #LoveIndonesia *cups
I'm ready to write it down to youuuu, readerrrr!!! yeahhhhhhh!!
#WritingProject
Tapi mata saya sudah sisa segaris, kapan-kapan aja deh nulisnya. akakaka :D
Kangen Nulis!!
Diposting oleh
Anonymous
on Jumat, 08 Agustus 2014
/
Assalaamu'alaikum ^____^
Teman-teman pembaca, akhirnya saya log in juga di blog tercinta saya ini. Ahhhhhhh kangen kangen kangen. Kangen corat-coret lagi seperti duluuuuu. Lebih tepatnya kangen curhat-an di blog ini. Haha. :p
Yaudah, pokoknya curhatan kali ini temanya kangen, kangen nulis, kangen rempong-rempongan di blog ini, pokoknya kangen semuanya. Mau banget rasanya blog saya masuk di page one. *ngarep
Tulisan off, tapi berharap masuk di page one itu hanya mimpi, Rul! :p
Sudah dulu ah, mau browsing-browsing hal penting dulu. Semoga bisa mengisi sisi kekosongan blog tercinta ini dengan tulisan-tulisan yang menginspirasi. Yap, semoga. :p
Teman-teman pembaca, akhirnya saya log in juga di blog tercinta saya ini. Ahhhhhhh kangen kangen kangen. Kangen corat-coret lagi seperti duluuuuu. Lebih tepatnya kangen curhat-an di blog ini. Haha. :p
Yaudah, pokoknya curhatan kali ini temanya kangen, kangen nulis, kangen rempong-rempongan di blog ini, pokoknya kangen semuanya. Mau banget rasanya blog saya masuk di page one. *ngarep
Tulisan off, tapi berharap masuk di page one itu hanya mimpi, Rul! :p
Sudah dulu ah, mau browsing-browsing hal penting dulu. Semoga bisa mengisi sisi kekosongan blog tercinta ini dengan tulisan-tulisan yang menginspirasi. Yap, semoga. :p
Eksotika Papandayan 2.665 MDPL #29 November 2013
Diposting oleh
Anonymous
on Sabtu, 07 Juni 2014
/
Jumat, 29 November 2013.
Let me remind about the moment, sudah rada-rada lupa juga nih gegara lama tidak ditulis.
Pagiii sekali dihari jum'at itu, seperti biasa saya baru packing untuk persiapan mendaki ke papandayan. Pendakian kali ini terasa sangatt berat karena rasanya mama masih setengah hati mengizinkan anaknya ini naik gunung. Pasalnya, baru satu bulan yang lalu saya bersama dengan teman-teman Cave Adventure melakukan pendakian ke gunung Pangrango, nah sebulan kemudian izin naik gunung lagi ke gunung papandayan. Gimana gak diceramahin pas mau izin?! Alhamdulillaah ada "eyang" kami, yang rela menelpon mama dan bapak untuk sekadar minta izin agar saya direstui untuk naik gunung papandayan, sebut saja namanya "Mawar". *Ups. Jadi, karena orang tua saya sudah di lobby-lobby lewat telepon oleh eyang, akhirnya saya diizinin naik gunung lagi. *ayey
Packing seadanya dengan perlengkapan dan logistik yang seadanya juga membuat carrier saya lebih ringan daripada biasanya. Tapi tetap aja berasa kuli, karena tentengannya banyak cekali pemirsah, ada tenda, sleeping bag sii nchop sama kak Rina, jadi hari itu dapat saya simpulkan bahwa hari itu adalah hari rempong sedunia. Titik. Jam di meja kamar menunjukkan pukul 07.00 dan packingpun selesai. Fyuh!
Pagi itu pula pergi dulu menyelesaikan beberapa agenda, Liqo dan ngajar. Carrier dan perlengkapan nanjak saya tinggalkan di rumah karena gak mungkin dong ya kalau liqo dan ngajar itu bawa-bawa carrier segede ituu. -_- Berangkat dari rumah jam 08.00 dan selesai agenda itu semua sekitar jam 15.15 lewat dikit baru pulang sampai rumah lagi dengan membawa boncengan seorang ka Sumi. Pas sampai di rumah, rasanya tulang mau retak gegara kecapekan. Huh ini sudah telat banyak. Di agenda, meeting point di WAMY harusnya jam 15.00, tapi ini baru sampai rumah jam 15.15. Sesampainya di rumah, langsung sholat ashar dan beberes semuanya. Tepat jam 16.00 saya bersiap berangkat menuju WAMY bersama ka Sumi dengan membawa carrier jumbo dan tentengan yang lain. -_- tapiiiii ternyata di luar tetiba hujan deras dan ada petir pula. Akhirnya, gak diizinin berangkat sama bapak, Bapak suruh tunggu hujan reda dulu baru boleh berangkat ke WAMY. Baiklah, dengarkan kata orang tua, insya Allah lebih aman. Selama nunggu, di grup Whatsapp Papandayan Expedition sudah riweuh jiddan. Ternyata banyak yang izin telat karena hujannya rata di seluruh penjuru nusantara. *apadah
___Ternyata, tulisan ini sempat tertahan di draft begitu lama dan saya sudah tidak ada semangat lagi untuk meneruskan tulisannya___
Terima kasih teruntuk seseorang yang sekarang entah berada di mana, yang telah mengubah mood menulis saya (down 180 derajat) tentang pendakian ini. Fyuh!
___Ternyata, tulisan ini sempat tertahan di draft begitu lama dan saya sudah tidak ada semangat lagi untuk meneruskan tulisannya___
Terima kasih teruntuk seseorang yang sekarang entah berada di mana, yang telah mengubah mood menulis saya (down 180 derajat) tentang pendakian ini. Fyuh!
Jodohku, Inilah Proposal Hidupku
Diposting oleh
Anonymous
on Jumat, 30 Mei 2014
/
"Salah satu hal baik yang aku syukuri adalah aku tak bertemu denganmu
sejak dulu. Karena boleh jadi kau akan jadi masa laluku. Namun,
kehadiranmu tepat pada saat ini, untuk menjadi masa depanku."
(Kutipan Buku 'Jodohku Inilah Proposal Hidupku')
(Kutipan Buku 'Jodohku Inilah Proposal Hidupku')
Da'wah Adalah Cinta
Diposting oleh
Anonymous
on Selasa, 20 Mei 2014
/
"Oh Nurul kuliah di Al Hikmah? Ambil jurusan apa?"
"Iya kak, tapi masih i'dad, hehe. Aku ambil di STIU nya, jurusan tafsir hadits."
"Oh kelas pagi ya. Terus selain kuliah kegiatannya apa?"
"Ngajar aja paling kak."
"Oia sama berarti kayak saya. Kok bisa kenal ridho, di mana kenalnya?"
"Di cave kak, kita satu lembaga training. Dulu sih awalnya juga gak kenal sama dia karena kan dulu ikhwan akhwat gak begitu nyatu banget. Pas dibuat tim aja baru aku kenal ridho."
"oh gitu, subhanallah ya 85 alumninya trainer semua."
"Kakak kuliah dimana?"
"Saya dulu kuliah di UI fakultas Hukum lulus tahun 2011. Sekarang juga sama masih aktif ngajar sama kuliah lagi. Yaa kuliahnya hampir sama lah kayak Al Hikmah."
"Lho kakak di fakultas hukum? Kenal kak Fahmi dong kak?"
"Oh kak Fahmi yang dulu mas'ul LDF FH? Itu mah saya kenal. Beberapa hari lalu kan istrinya baru lahir anak kedua, saya habis ikut aqiqah anaknya kemarinan. Istrinya kan anak UI juga, masih kuliah, dia anak FISIP. Nurul kenal Fahmi dimana?"
"oalah, aku baru tahu kak. Tahunya dulu pas lahir anak pertama. hehe. Iya bener kak istrinya anak FISIP. Kalau aku kenal kak Fahmi dulu di FPRJ kak, di Masjid Al Ikhlas Pasar Minggu."
"Lho Nurul di Al Ikhlas juga?"
"Gak kak, itu dulu, sekarang udah gak lagi. hehe. Subhanallah dunia sempit banget ya kak. Hehe"
"Ya iya kalau di dunia da'wah mah emang ketemunya ya dia lagi dia lagi."
Begitulah percakapan antara saya dengan kakak yang lembut tata bicaranya (bahkan saya lupa bertanya siapa nama beliau) sesaat setelah saya selesai mengisi training di sebuah SMP di sudut kota Jakarta. Itu percakapan yang saya tulis adalah yang saya ingat alurnya seperti itu, mungkin dialognya tidak terlalu sama seperti yang saya tulis. :D Dan pembicaraannya masih puanjanggg sekali, jadi saya cut beberapa dialognya.
Saya merasa terinspirasi dari sikap tawadhu beliau (walau beliau lupa dengan saya, padahal itu pertemuan saya dengannya yang kedua kalinya :'( ). Beliau adalah salah satu alumni SMP tersebut yang ikut mengawasi kegiatan ROHIS pada saat itu. Pembicaraan hangat yang dimulai dari sapaan hangat. Ahh, beliau sejenak mengingatkan saya betapa harus serius untuk berda'wah. Serius, fokus. Da'wah itu tidak bisa maksimal jika kita sendiri belum bisa fokus (menurut pemikiran beliau). Tapi, saya setuju dengan beliau, kita harus fokus dan maksimal berda'wah. Harus serius.
Beliau bisa saja ketika lulus kuliah memutuskan untuk kerja kantoran. Ya, bisa saja. Apalagi beliau lulusan universitas ternama di Indonesia. Ahh, tapi itu hanya pikiran saya saja. Saya merasa kagum ketika beliau memutuskan untuk tidak kerja kantoran dikarenakan beliau ingin fokus membangun pondasi-pondasi da'wah di sekolah lamanya. Yaa, ketika itu saya merasa kagum kepada beliau. Ketika beliau bilang,
"Da'wah itu memang harus fokus, kalau kita kerja kantoran, kita gak akan bisa fokus berda'wah. Apalagi kerja kantoran itu full time. Sudah gak ada kesempatan lagi untuk bisa fleksibel bagi waktu seperti sekarang ini. Makanya sekarang saya ngajar juga kayak Nurul, biar bisa balik lagi ke sekolah."
Subhanallaah, beliau merupakan salah satu mujahidah da'wah yang saya temui. Betapa beliau mengorbankan segalanya demi da'wah.
-Da'wah adalah cinta. Dan cinta, akan meminta segalanya darimu.-
Selamat berjuang para penggiat da'wah. Semoga amalmu menjadi catatan jariyah yang tak akan pernah putus pahalanya.
"Iya kak, tapi masih i'dad, hehe. Aku ambil di STIU nya, jurusan tafsir hadits."
"Oh kelas pagi ya. Terus selain kuliah kegiatannya apa?"
"Ngajar aja paling kak."
"Oia sama berarti kayak saya. Kok bisa kenal ridho, di mana kenalnya?"
"Di cave kak, kita satu lembaga training. Dulu sih awalnya juga gak kenal sama dia karena kan dulu ikhwan akhwat gak begitu nyatu banget. Pas dibuat tim aja baru aku kenal ridho."
"oh gitu, subhanallah ya 85 alumninya trainer semua."
"Kakak kuliah dimana?"
"Saya dulu kuliah di UI fakultas Hukum lulus tahun 2011. Sekarang juga sama masih aktif ngajar sama kuliah lagi. Yaa kuliahnya hampir sama lah kayak Al Hikmah."
"Lho kakak di fakultas hukum? Kenal kak Fahmi dong kak?"
"Oh kak Fahmi yang dulu mas'ul LDF FH? Itu mah saya kenal. Beberapa hari lalu kan istrinya baru lahir anak kedua, saya habis ikut aqiqah anaknya kemarinan. Istrinya kan anak UI juga, masih kuliah, dia anak FISIP. Nurul kenal Fahmi dimana?"
"oalah, aku baru tahu kak. Tahunya dulu pas lahir anak pertama. hehe. Iya bener kak istrinya anak FISIP. Kalau aku kenal kak Fahmi dulu di FPRJ kak, di Masjid Al Ikhlas Pasar Minggu."
"Lho Nurul di Al Ikhlas juga?"
"Gak kak, itu dulu, sekarang udah gak lagi. hehe. Subhanallah dunia sempit banget ya kak. Hehe"
"Ya iya kalau di dunia da'wah mah emang ketemunya ya dia lagi dia lagi."
Begitulah percakapan antara saya dengan kakak yang lembut tata bicaranya (bahkan saya lupa bertanya siapa nama beliau) sesaat setelah saya selesai mengisi training di sebuah SMP di sudut kota Jakarta. Itu percakapan yang saya tulis adalah yang saya ingat alurnya seperti itu, mungkin dialognya tidak terlalu sama seperti yang saya tulis. :D Dan pembicaraannya masih puanjanggg sekali, jadi saya cut beberapa dialognya.
Saya merasa terinspirasi dari sikap tawadhu beliau (walau beliau lupa dengan saya, padahal itu pertemuan saya dengannya yang kedua kalinya :'( ). Beliau adalah salah satu alumni SMP tersebut yang ikut mengawasi kegiatan ROHIS pada saat itu. Pembicaraan hangat yang dimulai dari sapaan hangat. Ahh, beliau sejenak mengingatkan saya betapa harus serius untuk berda'wah. Serius, fokus. Da'wah itu tidak bisa maksimal jika kita sendiri belum bisa fokus (menurut pemikiran beliau). Tapi, saya setuju dengan beliau, kita harus fokus dan maksimal berda'wah. Harus serius.
Beliau bisa saja ketika lulus kuliah memutuskan untuk kerja kantoran. Ya, bisa saja. Apalagi beliau lulusan universitas ternama di Indonesia. Ahh, tapi itu hanya pikiran saya saja. Saya merasa kagum ketika beliau memutuskan untuk tidak kerja kantoran dikarenakan beliau ingin fokus membangun pondasi-pondasi da'wah di sekolah lamanya. Yaa, ketika itu saya merasa kagum kepada beliau. Ketika beliau bilang,
"Da'wah itu memang harus fokus, kalau kita kerja kantoran, kita gak akan bisa fokus berda'wah. Apalagi kerja kantoran itu full time. Sudah gak ada kesempatan lagi untuk bisa fleksibel bagi waktu seperti sekarang ini. Makanya sekarang saya ngajar juga kayak Nurul, biar bisa balik lagi ke sekolah."
Subhanallaah, beliau merupakan salah satu mujahidah da'wah yang saya temui. Betapa beliau mengorbankan segalanya demi da'wah.
-Da'wah adalah cinta. Dan cinta, akan meminta segalanya darimu.-
Selamat berjuang para penggiat da'wah. Semoga amalmu menjadi catatan jariyah yang tak akan pernah putus pahalanya.
Untitled #2
Diposting oleh
Anonymous
on Jumat, 25 April 2014
/
Hai hai...heleuh lamanya tidak menengok blog ini. Apa daya, sang penulisnya sibuk. ekeke. Ceritanya mau curhat nih. Sudah tiga hari saya benar-benar bedrest di rumah, gak ada yang namanya aktivitas keluar rumah, gegara sakit yang mengharuskan saya untuk gak naik motor. Ok baiklah akhirnya off kuliah 2 hari dan ngajar. Sedih rasanya ninggalin semua aktivitas, terutama kuliah. Satu hari gak masuk kuliah itu rasanya ketingalan banyak banget banget materi kuliah.. ohhh my... T_T
But, ini benar-benar peringatan banget yang Allah kasih ke saya bahwa nikmat sehat itu luar biasa berharga. Ok mulai sekarang jadi berpikir untuk serius menerapkan pola hidup yang sehat. Gak cuma mama yang cerewet gegara anaknya ini sakit, tapiii dokterpun ikutan cerewet pas saya checkup ke dokter 2 hari yang lalu. Ini mungkin sudah nalurinya yah. Gak apa-apa, cerewet demi kebaikan, ya kan? Bulan ini saya sudah silaturrahim sama dokter 2 kali, awal bulan dan akhir bulan ini. What an amazing moment, guys! -_- Saya sebut ini silaturrahim aja sekalian. -_-
Dan hari ini, jum'at, ternyata jadwal liqo yang harusnya kamis siang kemarin, digantilah hari ini. Ok saya akhirnya izin ke teman 1 liqoan kalau saya gak bisa hadir karena sakit. Dan taraaaa! Ternyata, teman saya yang saya nitipin izin, dia juga gak hadir cyiiin. -____- Dan saya akhirnya di sms-in sama murobbiyah saya, dimanakah saya? Yaudah, saya bilang kalau saya sudah izin ke Ninda karena sakit dan kemarin habis checkup ke dokter terus disuruh bedrest dulu sama dokternya. Itu curhatan saya lewat sms ke murobbiyah saya.
Menuju jum'at siang ini, sembari saya istirahat di kamar, saya sempatkan jualan. (kekeke, gak apa-apa dong ya). Tiba-tiba, saya lihat hape dan disana tertera 5 missed call. Pas lihat namanya, waaahhh murobbiyah saya itu! gawat, apa yang terjadi ini sampai saya di telepon 5 kali. But, tetap positif thinking tapi deg-degan.. -_-
Ehhh, gak lama ada suara panggilan dari mama dari lantai bawah,
"Ruulll.. ada temennya tuh banyak..."
Terus saya bengong sebentar, mikir sebentar, lha perasaan saya gak janjian sama siapa-siapa di rumah. Lalu siapakah mereka yang dateng ke rumah? Ternyataaaahhhhh! mereka adalah teman liqo saya dan murobbiyah sayaaaa pemirsahhh. Huaaa speechless banget dijengukin ginihhh. Padahal mereka gak tahu alamat rumah saya. :'( Alhamdulillaah mereka gak nyasar. :(
Oke karena tangan saya pegel dan saya harus matikan netbooknya, so sudah dulu yaa curhatan kali ini pemirsah sekalian... sampai berjumpa ditulisan selanjutnya.. *sambil dadah-dadah*
But, ini benar-benar peringatan banget yang Allah kasih ke saya bahwa nikmat sehat itu luar biasa berharga. Ok mulai sekarang jadi berpikir untuk serius menerapkan pola hidup yang sehat. Gak cuma mama yang cerewet gegara anaknya ini sakit, tapiii dokterpun ikutan cerewet pas saya checkup ke dokter 2 hari yang lalu. Ini mungkin sudah nalurinya yah. Gak apa-apa, cerewet demi kebaikan, ya kan? Bulan ini saya sudah silaturrahim sama dokter 2 kali, awal bulan dan akhir bulan ini. What an amazing moment, guys! -_- Saya sebut ini silaturrahim aja sekalian. -_-
Dan hari ini, jum'at, ternyata jadwal liqo yang harusnya kamis siang kemarin, digantilah hari ini. Ok saya akhirnya izin ke teman 1 liqoan kalau saya gak bisa hadir karena sakit. Dan taraaaa! Ternyata, teman saya yang saya nitipin izin, dia juga gak hadir cyiiin. -____- Dan saya akhirnya di sms-in sama murobbiyah saya, dimanakah saya? Yaudah, saya bilang kalau saya sudah izin ke Ninda karena sakit dan kemarin habis checkup ke dokter terus disuruh bedrest dulu sama dokternya. Itu curhatan saya lewat sms ke murobbiyah saya.
Menuju jum'at siang ini, sembari saya istirahat di kamar, saya sempatkan jualan. (kekeke, gak apa-apa dong ya). Tiba-tiba, saya lihat hape dan disana tertera 5 missed call. Pas lihat namanya, waaahhh murobbiyah saya itu! gawat, apa yang terjadi ini sampai saya di telepon 5 kali. But, tetap positif thinking tapi deg-degan.. -_-
Ehhh, gak lama ada suara panggilan dari mama dari lantai bawah,
"Ruulll.. ada temennya tuh banyak..."
Terus saya bengong sebentar, mikir sebentar, lha perasaan saya gak janjian sama siapa-siapa di rumah. Lalu siapakah mereka yang dateng ke rumah? Ternyataaaahhhhh! mereka adalah teman liqo saya dan murobbiyah sayaaaa pemirsahhh. Huaaa speechless banget dijengukin ginihhh. Padahal mereka gak tahu alamat rumah saya. :'( Alhamdulillaah mereka gak nyasar. :(
Oke karena tangan saya pegel dan saya harus matikan netbooknya, so sudah dulu yaa curhatan kali ini pemirsah sekalian... sampai berjumpa ditulisan selanjutnya.. *sambil dadah-dadah*
