RSS

ahad semangat

Hari ini harus semangat. Kemarin, hari ini, maupun esok tetap harus semangat. kalau bahasa alaynya c3mUn9udH Eeaa. :D

Sebelum berangkat menuju tempat bimbel alangkah baiknya jika menyempatkan diri untuk menulis sebentar. Yaa hanya butuh beberapa menit saja. hehe. Hari ini planningnya yaitu es buah party bersama dengan murid unyu-unyu ku. Pasti mereka senang, mudah-mudahan. Dan akan dilanjutkan dengan rihlah bersama pengurus tempat bimbelku itu. Ini waktunya refreshing sebelum berhadapan dengan Tugas Akhir lagi. Mungkin jika Allah berkenan, aku akan berbagi cerita mengenai aktivitas rihlah hari ini kepada sobat semuanya.

persiapan menyambut ramadhan

Disaat selesai pada suatu agenda dihari sabtu sore di suatu pelosok masjid...

"Makasih ya dek oreonya..Asik dapet oleh2 dari nurul hari ini.."

"kk shaum?"

"iya dek"

"Wah kk shaum apa?hehe" (ingin meyakinkan)

"Shaum daud dek."

"Wah subhanallaah yaah"

"Cuma persiapan buat menyambut ramadhan aja sih dek" (sambil senyum)

Waaahhh disaat yang lain tengah mempersiapkan diri menuju Bulan penuh pahala, kita jangan mau kalah dong
untuk lebih giat mempersiapkan fisik dan bathin kita menuju bulan penuh pahala tersebut. Ini sudah bulan Rajab lho. Ayooo mantapkan amalan-amalan kita mulai sekarang, jadi nanti tidak "kaget" lagi ketika bulan Ramadhan itu hadir. Semangat persiapkan diri dan hati kita menyambut ramadhan penuh berkah. :)

Ramadhan punya makna tersendiri di hati umat Islam. Bulan ini adalah bulan rihlah ruhaniyah (wisata rohani). Umat Islam melepas belenggu materialisme dunia dengan menghidupkan dunia ruhiyah. Sebulan penuh umat Islam menjalani proses tadzkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Sebulan penuh umat Islam melakukan riyadhatur ruhiyah (olah rohani).

Sebulan penuh umat Islam bagai ulat dalam kepompong Ramadhan. Diharapkan di akhir Ramadhan kondisi rohani mereka secantik kupu-kupu. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]

Amal-amal apa saja yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan agar kita bisa memperoleh derajat takwa?

1. Berpuasa (Shiyam)
Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati. Kata Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yagn semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

Jangan pernah tidak berpuasa sehari pun tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Meninggalkan puasa tanpa uzur adalah dosa besar dan tidak bisa ditebus meskipun orang itu berpuasa sepanjang masa. “Barangsiapa tidak puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup,” begitu kata Rasulullah saw. (HR. At-Turmudzi)

Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan menggugurkan nilai puasa Anda. Inti puasa adalah melatih kita menahan diri dari hal-hal yang tidak benar. Bila hal-hal itu tidak bisa ditinggalkan, maka nilai puasa kita akan berkurang kadarnya. Rasulullah saw. bersabda, “Bukankah (hakikat) puasa itu sekadar meninggalkan makan dan minum, melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah). Rasulullah saw. juga berkata, “Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktikkanya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekadar meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semua itu tidak akan bisa kita lakukan kecuali dengan bersungguh-sungguh dalam melaksankannya. Dengan begitu, puasa yang kita lakukan menghasilkan ganjaran dari Allah berupa ampunNya. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Salah satu bentuk kesungguhan dalam berpuasa adalah, melakukan makan sahur sebelum tiba waktu subuh. Rasulullah saw. menerangkan, “Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan Anda tinggalkan, meskipun hana dengan seteguk air. Alah dan para malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.”

Selain sahur, menyegerakan berbuka ketika magrib tiba, juga bentuk kesungguhan kita dalam berpuasa. “Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai olehNya ialah mereka yang menyegerakan berbuka puasa,” begitu kata Rasulullah saw. Rasulullah saw. memberi contoh bersegera berbuka puasa walaupun hanya dengan ruthab (kurma mengkal), tamar (kurma), atau seteguk air. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Selama berpuasa, jangan lupa berdoa. Doa yang banyak. Sebab, doa orang yang berpuasa mustajab. Ini kata Rasulullah saw., “Ada tiga kelompok manusia yang doanya tidak ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah doa orang-orang yang berpuasa sehingga mereka berbuka.” (HR. Ahmad dan Turmudzi)

2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)
Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

Buat target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.

3. Memberikan makanan (Ith’amu ath-tha’am)
Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw. adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.

4. Perhatikan kesehatan
Berpuasa adalah ibadah mahdhah. Tapi orang yang berpuasa juga sebenarnya adalah orang yang peduli dengan kesehatan. Makanya Rasulullah saw. berkata, “Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.” Tak heran jika selama berpuasa Rasulullah saw. tetap memperhatikan kesehatan giginya dengan bersiwak, berobat dengan berbekam, dan memperhatikan penampilan, termasuk tidak berwajah cemberut.

5. Jaga keharmonisan keluarga
Puasa adalah ibadah yang khusus untuk Allah swt. Tapi, punya efek yang luas. Termasuk dalam mengharmoniskan hubungan keluarga. Jadi, berpuasa bukan berarti menjauh dari istri karena taqarrub kepada Allah sepanjang malam. Bukan juga tiada hari tanpa i’tikaf. Rasulullah saw. berpuasa, tapi juga memenuhi hak-hak keluarganya.

Dalam praktik keseharian, hanya di bulan Ramadhan kita bisa makan bersama secara komplit sekeluarga, baik ketika berbuka atau sahur. Di bulan lain hal ini sulit dilakukan. Keharmonisan keluarga juga bisa kita dapatkan dari shalat berjamaah dan tadarrus bersama.

6. Berdakwah
Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas. Karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw. bersabda, barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.

Jika mampu, jadilah pembicara di kultum ba’da sholat zhuhur, ashar, dan subuh di musholah atau masjid. Bisa juga menjadi penceramah di waktu tarawih. Jika tidak bisa berceramah, buat tulisan. Sebarkan ke orang-orang yang Anda temui. Jika tidak bisa, bisa mengambil artikel-artikel dari majalah, fotocopy, lalu sebarkan. Insya Allah, berkah.

Ini sebenarnya hanyalah langkah awal bagi kerja yang lebih serius lagi. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti di atas, sesungguhnya Anda sedang melatih diri untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Kata Rasulullah saw., mukmin yang baik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

7. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)
Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Rasulullah saw., karena khawatir akan dianggap menjadi shalat wajib, melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak sepanjang Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw. melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).

Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, “Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasmenya masing-masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka shalat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak membuat mereka sulit.”

Jadi, silakan Anda qiyamul ramadhan sesuai dengan kadar kemampuan dan antusiasme Anda.

8. I’tikaf
Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”
Mudah-mudahan Anda bukan dari golongan yang kebanyakan itu.

9. Lailatul Qadar
Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.

10. Umrah
Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah saw. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara denagn haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

12. Perbanyaklah Taubat
Selama bulan Ramadhan Allah swt. membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.


apa kabar kekasihku?

Apa kabarmu?
Baik-baik sajakah?
Sudah satu pekan aku tak menyapamu...
Rindu rasanya..
Rindu saat-saat berkholwat bersamamu..

Tapi pada saatnya nanti..
Mungkin..
Bukan mungkin. namun pasti..
Kita kan berpisah..
Saat waktu itu tiba..
 Tiba untuk memisahkan kita..


#PrayForTugasAkhir

Bedah Buku Kang Abik

Assalaamu'alaykum :)
LDK SKI Univ Pancasila Proudly Present :


"Bedah Buku -Cinta Suci Zahrana-"
... ... Karangan Habiburrahman El Shirazy atau yang biasa kita sebut Kang Abik...

Catat Waktunya!!
Hari/tanggal : Rabu, 23 Mei 2012
Jam : 13.00 s.d. 16.00 WIB
tempat: Aula fakultas Hukum Univ Pancasila
Pembicara : Habiburrahman El Shirazy (penulis buku Ayat-ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007), Cinta Suci Zahrana, dll)

HTM nya cuma Rp 5.000 aja kok, murah kan? :D
Dengan investasi 5.000, itu udah dapet :
1. Ilmu seputar novel tersebut yang akan disampaikan langsung oleh penulisnya (habiburrahman El Shirazy)
2. snack
3. Sertifikat (bagi 100 orang pendaftar pertama)
4. Hiburan Nasyid
5. Doorprize
ayooo temen2..tunggu apa lagi,segera daftarkan dirimu sekarang juga!!! ^_^

Utk registrasi :
Ketik : NAMA_INSTANSI(sekolah/kampus/perusahaan)_NO HP_Alamat Email
Kirim ke : -wanita/akhwat- 085710120243 (nurul)
-laki2/ikhwan -085752957555 (dion)

Segera Daftarkan Dirimu ... :D :D :D

Terbuka untuk UMUM!! :D :)

ini kerja besar

Kenapa sih dikatakan kerja besar? karena insya Allah tanggal 23 Mei 2012 nanti kampus kami akan kedatangan tamu yang cukup terkenal. Beliau adalah Habiburrahaman El Shirazy atau biasa dipanggil Kang Abik. Pada tahu kan kang Abik itu siapa? Itu lho penulis buku "Ayat-ayat Cinta", "Ketika Cinta Bertasbih", "Dalam Mihrab Cinta", dll. Kedatangan beliau itu sangat sesuatu banget :p. Jarang sekali kampus kami bisa mengundang pembicara sekaliber beliau. Kami mengundang beliau dengan bentuk acara bedah buku yang berjudul "Cinta Suci Zahrana". Ayoo pada dateng yah. Pendaftaran peserta nanti akan diinformasikan lebih lanjut dari kami pihak panitia. Be There! (sedikit promosi gak apa-apa lah ya hehe)

It's called UKHUWAH

 It's so dedicated to all my friends everywhere..Let we fight together.. Together we can!! 

Hold My Hand
By : Maher Zain

I hear the flower's kinda crying loud
The breeze's sound in sad
Oh no
Tell me when did we become,
So cold and empty inside
Lost a way long time ago
Did we really turn out blind
We don't see that we keep hurting each other no
All we do is just fight

Now we share the same bright sun,
The same round moon
Why don't we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought

Hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let's pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you

Children seem like they've lost their smile
On the new blooded playgrounds
Oh no
How could we ignore
heartbreaking crying sounds
And we're still going on
Like nobody really cares
And we just stopped feeling all the pain because
Like it's a daily basic affair

No matter how far I might be
I'm always gonne be your neighbor
There's only one small planet where to be
So I'm always gonna be your neighbor
We cannot hide, we can't deny
That we're always gonna be neighbors
You're neighbor, my neighbor
We're neighbors

So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind

So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let's pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you

Mengapa Harus Antum, Akhi?

dakwatuna.com - Sebut saja Andreana, akhwat Facebookers. Andrena memiliki banyak foto dalam album akun Facebooknya. Bahkan ketika masa kelam, ketika dia belum begitu mengenal dunia Islam dengan baik, dia sempat berfoto dengan temannya yang bukan mahram berdua. Ya, walaupun tidak ada unsur mesra, hanya pendokumentasian semata, tetapi tetap saja berdua.

Alhamdulillah, Allah menggiringnya ke dalam kehidupan yang lebih baik. Dipertemukanlah dia dengan saudaranya semuslim yang selalu mengingatkan dalam kebaikan. Sehingga, terbentuk ikatan sakral penuh makna dalam barisan dakwah, ikatan ukhuwah. Ikatan ukhuwah itu begitu mesra terjaga bahkan dalam media sosial Facebook. Fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan) menjadi moto gerak barisannya pada saat itu.

Lalu, korelasinya dengan paragraf pertama? Baik, kita kupas kasusnya.
Cerita pertama, tiba-tiba ada seorang ikhwan yang menyapanya melalui Facebook chat, kemudian ditunjukkanlah foto ketika Andreana berfoto berdua dengan teman non-mahramnya. Spontan, Andrea shock, terkejut. Mengapa harus ikhwan yang mengingatkan hal sesensitif ini.
Tak lama setelah itu, kemudian Andreana mengunci semua album di Facebook-nya, tanpa kecuali. Tak ada satu pun foto yang bisa dilihat oleh umum.

Cerita kedua, adalah ketika Andreana sedang mengikuti kajian diskusi keislaman yang dilaksanakan lewat jam setengah delapan malam. Hal ini mengakibatkan dia harus pulang di atas jam 9. Ketika jarum jam menggantungkan arahnya tepat pada jam 9.15 malam, HPnya berdering. Si ikhwan itu mengingatkannya untuk segera pulang.

“Tak baik akhwat berkeliaran di luar, apalagi lewat pukul sembilan malam,” katanya.

Dia menekankan pada perasaan Sang Ibu Akhwat jika mengetahui kelakuan anaknya ketika berada di perantauan. Bagaimana perasaan Ibu yang pasti mengkhawatirkan anak perempuannya berada di luar semalam itu?

“Ingatlah Ridha Allah ada pada ridha orang tuamu, terlebih Ibumu. Surga Allah berada di telapak kaki Ibumu. Ingatlah.”

Lagi, Andreana terkejut dengan pesan saudaranya itu. Bergegaslah dia pulang bersama akhwat lain. Dia bersama saudarinya berjanji untuk bisa lebih saling mengingatkan. Jangan sampai kesalahan-kesalahan itu kembali dikritisi oleh saudaranya yang bukan mahram. Tekad bulat untuk mempererat ukhuwah, mengingatkan ketika lalai menjadi program utama bersama dengan saudaranya.

Cerita ketiga, kembalilah ikhwan itu mendatangi Andreana dengan komentar yang tak kalah mengejutkan dengan yang sebelumnya. Ujarnya, “Coba kamu lihat lagi, foto yang kamu punya. Yang diupload oleh temanmu, ditandai temanmu.”

Kekecewaan berkecamuk kembali dalam pemikiran dan batinnya, seketika dia mendapati foto yang baru saja ditandai (tagged) oleh temannya ketika dia berada di alam bebas tanpa mengenakan kaos kaki yang bisa menutupi aurat kakinya.

Astaghfirullah. Kenapa harus seorang ikhwan yang mengingatkan? “Kenapa harus Antum, Akhi? Tidakkah saudariku yang lain menyadari hal ini sebelumnya? Serapuh ini kah ukhuwah sesama muslim akhwat dalam barisan dakwah ini?” pikirnya.

Melalui tiga cerita di atas, saya merefleksikan betapa pentingnya kekuatan untuk saling memperhatikan sahabat segender, dalam lelah, lemah, gelisah dan masalah. Sejauh mana kita bisa mengingatkan dalam kebenaran. Jangan sampai ada pihak lain, terutama teman perjuangan yang bukan mahram mengambil alih perhatian saudarimu. Dekatilah lebih dalam lagi. Saudarimu, sedang membutuhkan hangatnya sapaan dan pesan perbaikan dari dirimu, ukhti fillah. Cemburulah ketika dia hendak didekati oleh kumbang yang tak sejatinya hinggap di kehidupan pribadinya. Semangat berbenah diri untuk saudara/i-mu. Wallahu a’lam.

Ya memang saling mengingatkan itu sangat penting. Tapi proses peringatan mana dulu yang baik? jadi teringat teman-teman di LDK, LDF, teman-teman satu jurusan, teman-teman ngajar, teman-teman kantor, teman-teman organisasi. Semoga kita selalu bisa mengingatkan dalam kebaikan. Jadi teringat kak Lils juga, beliau lah yang sering mengingatkan hal-hal kebaikan. Walaupun hanya satu kali dalam sepekan kita bertemu, tapi bunyi nada sms-sms "pengingatan" itulah yang selalu menghadiri "ukhuwah". Semoga kita bisa bertemu di Jannah-Nya kelak. Allahumma Aamiin. :)

Sumbernya : klik di sini :)

mereka luar biasa!

Kaget! Itu yang aku rasakan ketika browsing suatu group di social media. Untuk tahun ini, aku diamanahkan di salah satu wadah dakwah. Di sanalah aku bertemu dengan orang-orang hebat yang luar biasa! Orang yang siap meluangkan seluruh waktunya untuk memperluas ladang dakwahnya. Subhanallah! aku iri dengan mereka! Dan semakin terasa "kecil" saat berkumpul dengan mereka. Ya Robbi ikatkanlah kuat-kuat tali ukhuwah ini. Semangat mereka yang harus aku teladani. Mereka selalu semangat menjalankan amanah-amanah mereka masing-masing dalam wadah tersebut. Tidak seperti aku, yang sering melalaikan amanahnya.Padahal kesibukan mereka lebih padat daripada kesibukanku. Astaghfirullaah! Ya Robbi bimbing aku....


Kekagetanku muncul karena ternyata subahanallaah, aku satu tim dengan salah satu kawan-kawan izzatul Islam (Salah satu group nasyid). Bukan hanya satu tim, tetapi satu divisi denganku. Kenapa baru sadar sekarang Nurul? -___- Ternyata benar seperti yang temanku bilang, Dia dan aku sempat saling bertanya saat rapat berlangsung
Dia = D
Aku = A

D "kamu ngerti bahasannya?"

A "gak..Aku juga datengnya telat, hehe"

D "Oh gitu. Kamu udah lama di fahim?"

A "gak kok, aku baru juga, ni baru pertama ikut rapat itu juga karena diajakin, kalo kamu udah lama yah?"

D "gak lah, aku hari ini cuma menghadiri undangan aja, tapi aku gak ikut di sini. Pasti di sini isinya orang-orang "hebat" deh."

Itu sdikit obrolan bersama temanku itu, tapi gak persis kayak gitu juga sih  dialognya. Cuma intinya seperti itu. Yah pokoknya subhanallaah deh dikelilingi oleh orang-orang hebat. Mereka sangat luar biasa semangatnya. Aku juga harus tertular nih semangatnya. Ayoooo semangatt!!!! :)


kini semuanya telah berakhir

ada setitik kerinduan ketika meninggalkan mereka... Tak terasa sudah 3,5 bulan bersama mereka...

Pagi ini, telat sudah aku mendatangi ma'had. Alhamdulillaah masih boleh setoran sama ustadzahnya hehe :D. Jadwal yang sudah disepakati adalah pukul 06.00 tetapi aku baru bisa datang sekitar pukul 06.35 :D. Masya Allah, tidak boleh dicontoh yang seperti ini nih. Tumben, di jalan tadi macet banget. Hmm. Setelah agenda di ma'had selesai, aku langsung menyiapkan Laporan Magang (ngejilid) lalu bergegas menuju toko kue di daerah sekitar Cilandak. Alhamdulillaah sekitar pukul 08.30 tokonya sudah buka. hehe Takutnya masih tutup toko kuenya. 

Mau ngapain coba beli kue? Ya sebagai ucapan terima kasih atas penerimaan magangku di kantor itu. Ahh tertunaikanlah semuanya untuk semester ini. Itu artinya tinggal mempersiapkan Tugas Akhir lalu sidang. Allaahumma Yassiruu Wa Laa Tu'assiru... :) Sayangnya hari ini pembimbing di kantor sedang sakit dan absen masuk kantor. :( Pak Mese, Nurul mohon izin ya. Cepet sembuh Pak Mese. Yahhh gak ada yang bilang "karupuak" (kerupuk) lagi dong ya. haha akan kangen kata-kata Bapak yang satu itu dan sambil ngomong dengan logat Padangnya. :(

Setelah pilih-pilih kue, akhirnya lanjut lagi buat berangkat ke kantor deh. Telat 1,5 jam lho, datang ke kantor jam 09.30. Lagi-lagi ini tak patut dicontoh kalau keadaannya gak mendesak. Kalau keadaannya mendesak ya sok atuh tela dikit gak apa-apa lah ya. :D

Setelah sampai kantor, langsung deh ngerjain kerjaannya. Kontribusi account belum sempat diinput pula tadi. Afwan yah Pak Mese, tidak sempat sayanya. hehe. Perpisahan tadi meninggalkan haru diwajah para peserta magang. Cieee. Ada enam orang yang sedang magang di Divisi Keuangan kantor itu. Ada mahasiswa/i uhamka, dan aku sendiri dari kampus tuttttt. (sensor) :D Dari ke-5 mahasiswa/i uhamka, ada 3 orang yang izin pamit duluan sekitar pukul 13.30 ke pegawai-pegawai, manager-manager, senior manager, dan vice president Divisi itu. Ayu, Tika, Mia, mereka yang izin pamit duluan karena kata mereka ada kuliah. Setelah mereka izin pamit ke semua yang tadi aku sebutkan di atas, mereka langsung izin pamit ke aku. Tahu apa yang terjadi? Mereka minta maaf, karena mereka paling sering isengin cengin aku kalau aku sedang kerja atau sedang ngobrol-ngobrol bareng pegawai yang lain.

"Nurul, maafin ya kalo aku ada salah." "Iya Nurul maafin kita ya, yah ntar gak ada yang bisa dikata-katain lagi dong hehehe" (mereka ngomong sambil ketawa-ketawa)

"Ayoo sujud duluuuu biar dimaafin." (Aku sambil nunjuk ke bawah,hehe)

Tahu-tahu apa yang akan terjadi lagi??????

Aku dipeluk mereka bertiga secara bersamaan (ow ow ow so sweet), pipiku dicubititn sampai sakit bangettt dan alya nyeletuk "Ihh kalau ngeliat Nurul tuh lucu deh, kayak anak kecil, mukanya awet muda ya" ampun deh Alya, sudah berumur 20 tahun masih dibilang muda.. Ini semua mah namanya penganiayaan. Ni pipi tambah besar deh. haha >_<
sesi terakhir izin sama kak Yuli, dia yang paling dekat sama mahasiswa/i magang. Dia juga sering curhat ke kami-kami ini. :p  Kak Yuli bilang, "yahh gak ada yang bantuin gue nganter-nganter surat lagi dong, kan biasanya kalian yang nganter, nanti kalo kalian selesai siapa yang bantuin gue? Nanti gue juga mau curhat sama siapa?Biasanya kan gue curhatnya sama kalian" Jiahhh si Kak Yuli agaknya sedih sekali. hehe. Kami pasti masih main-main ke sana kak, tenang sajoo lah. :)

Terima kasih semuanya terutama untuk pak Agung selaku Senior Manager Accounting and Financial yang selalu sabar menandatangani report absen untuk transport kami :D. Terutama untuk Pak Mese, terima kasih atas kesabaran bapak dalam membimbing Nurul untuk melakukan perkerjaan hingga sekarang bisa bikin rumus sendiri untuk Program Oracle hehe. Aku hanya bisa meninggalkan rumus excel itu pak, yaa setidaknya itu sangat memudahkan bapak untuk menginput saldo Dropping Dana ke Program Oracle, jadi bapak tak perlu sering lembur di kantor lagi untuk menginput ratusan transaksi dalam sehari itu. Afwan yah pak, aku belum sempat buat rumus saldo Kontribusi. Pokoknya terima kasih untuk semua hal yang telah bapak berikan ke Nurul. Afwan juga belum sempat menerima tawaran bapak untuk menjadi guru ngaji buat najwa, karena Bekasi itu amat sangat jauh pak. Ilmu Nurul juga belum banyak untuk hal yang satu itu. Thanks alot for Tika, Ayu, Alya, Majid, Mia yang selalu menemani aku, apalagi saat makan siang. hihi Bu Lily yang bilang "Semoga sukses ya, cepet lulus", Mas Yudi "Nih kue dari lu ya? Eh emang lu udah selesai magangnya?sampe hari selasa aja,kan kerjaan Pak Mese masih banyak tuh hehehe" (enak aja kau mas, udah bosen dama angka-angka nih), Mas Rahmat, APk Oto, Pak Yerry selaku Vice President. Ahh pokoknya terima kasih untuk semuanya.:) :) :)


So, Now I really miss those moments with you guys.. :)

Menjaga Cinta Karena-Nya

Kita yang tak pernah menyangka
Berusaha saling berbaik sangka
Ridha pada takdir Allah dan berjalannya waktu saja
Menjaga agar hati ini tak jauh terluka
Tertunggangi motivasi buta bukan karenaNya
Keraguan di antara batas tipis makna cinta sebagai fitrah atau nafsu saja
Di batas makna cinta yang akan memuliakan atau menjerumuskan kita
Khawatir terpijak jalan yang belum semestinya
Bukan mendulang pahala namun berbalas murkaNya
Andai pertemuan kita awali dengan melanggari syariatNya
Jauh dari misi menjaga ‘izzah Agama-Nya
Apalagi hendak menjaga diri atas maksiat dan dosa
Insya Allah, jika saat waktunya tiba
Semoga bertemu di suratan takdirNya
Pertemuan yang saling menyempurnakan setengah agama
Seraya berjihad bersama untuk mencukupkan setengahnya
Kita menjadi kawan sejati
Untuk meniti jalan ilahi
Kujanjikan sampai denyut nadi ini terhenti
Untukmu yang aku tak perlu tahu saat ini
#Untukmu yang ingin membangun cinta karenaNya bukan menjatuhkannya