RSS

Inilah Keceriaan Kami

Alhamdulillaah hari ini diizinkan untuk ngeblog lagi, padahal belum merekap nilai ulangan murid-muridku yang unyu-unyu itu. Sejenak menulis lagi. Yang dimaksud di tulisan ini tuh keceriaan siapa ya? Pastinya keceriaan kami. Halah "kami"nya tetap ambigu. :D

Agar tidak penasaran, mari intip beberapa keceriaan kami behind the scene saat pengenalan dan penerimaan mahasiswa baru kampusku tanggal 5-6 September 2012 :p












Mimpi Selanjutnya.. Mendaki!

Akhwat keren itu akhwat pendaki gunung. Beuh benar-benar dahsyat itu rasanya. Ingin banget ngerasain. Beneran, ingin banget setelah melihat dokumentasi kakak senior yang kenal di wadah da'wah. Sepertinya jepretan kakaknya itu diambil dari kamera DSLR deh. Hadeuh mau punya kamera itu dan keliling indonesia bersama kamera itu. Mendaki gunung bersama kamera itu, wah keren banget rasanya! Indah alamMU ya Rabbi..subhanallaah..indah tak terkira.. Lukisan Maha Karya Ilahi tiada banding.. Ingin mendaki...ingin mendaki... mimpi ini entah kapan bisa direalisasikan, inginnya bulan depan.. Semoga Allah dekap mimpi ini aamiin. ^^

Do Our Best! ^^

Jam setengah 9 malam baru sampai rumah. Ahh baity jannati banget banget. Mengakumulasi kelelahan setelah beberapa agenda terlaksana hari ini. Terpikir beberapa deadline, buat database mahasiswa baru rohis fakultas ekonomi, menilai ulangan anak-anakku, buat beberapa prakarya untuk kajian kewanitaan hari rabu, lusa. Tempat ngajar – kampus – privat – rumah . Tepar sih hampir setiap hari seperti ini, tapi ya lakukan saja yang terbaik hari ini agar kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi. Waktu takkan pernah terulang dua kali, jadi do your best! Do your best, bro!

Berbagai harapan bergelora dalam jiwa,,
Semangat kobarkan, bangkitkan perjuangan..
Nikmati kebebasan..
Terbar kebermanfaatan..
Hindar kemaksiatan..

Do our best!
Do our best!
Yeah! Semangat!

Senin, 17 September 2012
21.01 @ kamar

Percobaan Perjodohan

A "ayoo jadi gak?"

B (diam)

A "jadi gak?"

C "emang mau kemana rul?"

A (diam sambil mengetuk pintu kamar) "jadi apa enggak?"

C "heh emang mau kemana?"

B "apaan sih?" (sambil membuka kunci pintu kamarnya)

C "pokoknya awas aja pergi kemana-mana, dibilangin kalo mau pergi tuh dari tadi siang. sekarang ada yang mau silaturrahim!"

B "apaan sih mama" (celotehnya di dalam kamar)

A (masuk ke dalam kamar) "jadi gak?" (mulai kesal)

B "gak jadi, katanya tadi abis maghrib"

A "bilang dong daritadi kalo gak jadi!" (sambil nutup pintu kamar dia)

apa coba nih mama nahan-nahan anaknya buat keluar rumah padahal hanya sebentar, cuma gara-gara ada yang mau silaturrahmi ke rumah. Biasanya juga gak seperti itu, gak nahan-nahan kita. Beuh ada misi terselubung nih beneran. Beberapa hari lalu memang mama bilang menawarkan calon "ehm" ke kakak perempuanku dengan seseorang di sana. Entahlah itu asal usul orangnya gimana. Yang pasti kata mamaku dia itu orangnya insya Allah baik. heleuh mama tahu darimana coba, sok tahu. Cari tahu dulu dong ma,huh. -____- Pertimbangan mama mencarikan seseorang belahan jiwa kakakkku (eea) adalah umur dia yang sudah cukup "tidak muda" lagi. (24 tahun gitu) Muda atau gak ya? ahh umur segitu mah sudah cukup untuk mengemban amanah sebagai seorang istri. Mudah-mudahan sebelum aku berumur segitu "mudanya" (24 tahun), aku sudah dipertemukan dengan belahan jiwa terbaikNYA. Jaga ia, jaga imannya, jaga akhlaqnya Ya Rabb. Siapapun engkau, semoga kau kelak bisa memberikan ketentraman jiwa, dan semakin bisa membimbing tuk lebih dekat kepadaNYA. aamiin .semangat perbaikan diri. Yeah!
Semoga gak jadi korban perjodohan mama dan bapak berikutnya, #ehh hee :D (kenapa gitu bisa risih dengar kata "dijodohin sama orangtua"). Gak tahu kenapa risih banget euy! ehm -___-

Ingin Teriak!

aduhai teman-teman, malam ini kenapa rasanya itu ingin sekali meluapkan segala rasa di blog yang telah lama "mati suri" ini. Meluapkan kekesalan yang telah terjadi di tempat itu, malam ini. Maaf saya harus mengatakannya malam ini.
Entah kenapa malam ini bisa sebegitu tak terkontrolnya diri ini sampai-sampai tak sadar tangan  ini memukul hijab yang berlapis kayu itu. Astaghfirullaah. Sudah tak tahan dengan kondisi seperti tadi. Rasanya diri ini ingin teriak, meluapkan segala kekesalan. Ya Allah ampuni. :((


Selalu berakhir dengan kondisi yang tidak kondusif ketika mengadakan rapat bersama orang itu. Ingin pulang, namun ditahan, pintu dikunci. Apa-apaan itu. hey dimana sikap bijaksanamu wahai saudaraku! Orang tua sudah mencemaskan anaknya sampai-sampai sms dari orangtua pun datang, "mau pulang jam berapa?" lalu ketika hendak izin pulang, orang itu lalu bergegas mengunci pintunya! tak izinkan kami para akhwat izin pulang. Ahsan kah? hey sadar wahai saudaraku! kami akhwat! rapat sih rapat, tapi plis deh tetap syar'i! Astaghfirullaah. Baru kali ini rasanya sebegitu emosinya sampai-sampai gak terasa dah mukul hijab kayu itu tadi. Ingin mundur, tetapi ingat amanah. Ya Rabb kuatkan kuatkan kuatkan!  Jalan ini masih panjang nan terjal tuk kami lalui. :(