RSS

Eksotika Papandayan 2.665 MDPL #29 November 2013

Jumat, 29 November 2013.

Let me remind about the moment, sudah rada-rada lupa juga nih gegara lama tidak ditulis.
Pagiii sekali dihari jum'at itu, seperti biasa saya baru packing untuk persiapan mendaki ke papandayan. Pendakian kali ini terasa sangatt berat karena rasanya mama masih setengah hati mengizinkan anaknya ini naik gunung. Pasalnya, baru satu bulan yang lalu saya bersama dengan teman-teman Cave Adventure melakukan pendakian ke gunung Pangrango, nah sebulan kemudian izin naik gunung lagi ke gunung papandayan. Gimana gak diceramahin pas mau izin?! Alhamdulillaah ada "eyang" kami, yang rela menelpon mama dan bapak untuk sekadar minta izin agar saya direstui untuk naik gunung papandayan, sebut saja namanya "Mawar". *Ups. Jadi, karena orang tua saya sudah di lobby-lobby lewat telepon oleh eyang, akhirnya saya diizinin naik gunung lagi. *ayey

Packing seadanya dengan perlengkapan dan logistik yang seadanya juga membuat carrier saya lebih ringan daripada biasanya. Tapi tetap aja berasa kuli, karena tentengannya banyak cekali pemirsah, ada tenda, sleeping bag sii nchop sama kak Rina, jadi hari itu dapat saya simpulkan bahwa hari itu adalah hari rempong sedunia. Titik. Jam di meja kamar menunjukkan pukul 07.00 dan packingpun selesai. Fyuh!

Pagi itu pula pergi dulu menyelesaikan beberapa agenda, Liqo dan ngajar. Carrier dan perlengkapan nanjak saya tinggalkan di rumah karena gak mungkin dong ya kalau liqo dan ngajar itu bawa-bawa carrier segede ituu. -_- Berangkat dari rumah jam 08.00 dan selesai agenda itu semua sekitar jam 15.15 lewat dikit baru pulang sampai rumah lagi dengan membawa boncengan seorang ka Sumi. Pas sampai di rumah, rasanya tulang mau retak gegara kecapekan. Huh ini sudah telat banyak. Di agenda, meeting point di WAMY harusnya jam 15.00, tapi ini baru sampai rumah jam 15.15. Sesampainya di rumah, langsung sholat ashar dan beberes semuanya. Tepat jam 16.00 saya bersiap berangkat menuju WAMY bersama ka Sumi dengan membawa carrier jumbo dan tentengan yang lain. -_- tapiiiii ternyata di luar tetiba hujan deras dan ada petir pula. Akhirnya, gak diizinin berangkat sama bapak, Bapak suruh tunggu hujan reda dulu baru boleh berangkat ke WAMY. Baiklah, dengarkan kata orang tua, insya Allah lebih aman. Selama nunggu, di grup Whatsapp Papandayan Expedition sudah riweuh jiddan. Ternyata banyak yang izin telat karena hujannya rata di seluruh penjuru nusantara. *apadah

___Ternyata, tulisan ini sempat tertahan di draft begitu lama dan saya sudah tidak ada semangat lagi untuk meneruskan tulisannya___
Terima kasih teruntuk seseorang yang sekarang entah berada di mana, yang telah mengubah mood menulis saya (down 180 derajat) tentang pendakian ini. Fyuh!