RSS

Happy Graduation Day Pacar Halalku :)

Baraakallaahu fiik yaa zaujii al mahbuub. Semoga ilmunya barakah, semakin lama semakin bertambah dan bermanfaat untuk ummat...

Hampir sebulan bersamamu, terima kasih atas segala cinta..
Kau yang tak pernah lelah dan sungkan untuk membantu pekerjaan2ku..
Kau yang selalu siap memberikan bahumu ketika ku butuh..
Bahagianya bersamamu..

Semoga bingkai ini bermuara ke syurga..

Uhibbuka fillah yaa zaujii..
Hafidzakallaah.. :')

Negeri Di Atas Awan - Ciremai Mt 3.078 MDPL (14 - 17 Agustus 2014) [Persiapan]

Awalnya pendakian ini direncanain sama temen-temen yang lain itu ke Semeru, tapi saya gak bisa karena cost ke sana mihil. Yaa maklum Agustus itu jadwalnya bayar kuliah, jadi kumpulin uang dulu buat bayar kuliah. Akhirnya batal juga ke Semeru. Dan asal muasal kenapa ekspedisi ini memutuskan untuk ke ciremai? Jadi, ceritanya saya sudah left group dari group Whatsapp Cave Adventure, tiba-tiba saya rindu banget naik gunung. Terakhir naik gunung itu tahun lalu, jadi sudah sekitar setengah tahun lebih gak nanjak. Asli kangen banget. Akhirnya saya punya rencana, saya minta dimasukkan lagi ke group whatsapp cave adventure sama Nurfa (karena kebetulan Nurfa itu admin groupnya) karena ingin manas-manasin teman-teman di group supaya bisa segera melakukan pendakian lagi. :D Setelah berhasil masuk group pas tanggal 05 Juli 2014, saya langsung dapat sambutan meriah dari teman-teman :p

Nurfa, "Selamat bergabung kembali kak nurul."

Ka sumi, "Salam kenal dari kakang saiah buat kaka Nurul"

Gak tau deh yang dimaksud kakang sama ka Sumi itu siapa.-_- Setelah itu saya langsung mulai panas-panasin di group,

"Kapan nanjak lagi? :D"

Daan ka Sumi tetep bahas si kakangnya, katanya nungguin kakangnya karena kakangnya gak bisa anter muncak. Deileeeehhh kakang-kung *sayuran keleus

Padahal saya sudah mulai tanya-tanya kapan mau nanjak lagi, tapi yang lain malah bahas tema yang lain. Akhirnya saya usulkan untuk ifthor jama'i bareng anak-anak CA dan temen-temen kak Saputra dari Jejak Para Pendaki (Tim pendakian beliau). Katanya tim beliau mau silaturrahim ke tim CA. Dalam hati, wah ini moment bagus banget buat tambah manas-manasin temen-temen yang lain biar bisa nanjak ke Ciremai. One Step Closer. *gaya devil Dan kami memutuskan untuk meet up di salah satu rumah makan kece bareng sama anak-anak kece. Yang hadir waktu itu, dari tim JPP 3 orang, dari tim CA 6 orang (Nurfa, Ayu, Alin, Ian, Ka Iqbal,dan saya).Agenda meet up waktu itu sih untuk membahas segala macam mengenai pendakian ke ciremai, tracknya, biaya, dll nya. Tapi, pas hari H meet up, apa coba yang dibahas tentang pendakian? NOTHING! ke sana cuma numpang ifthor doang sama curcol. Dasar emak-emak sama bapak-bapak hobby nya rumpi juga. -_-

Tapi ada hasilnya juga sih dari kumpul-kumpul itu yaa walaupun sedikit, dapatlah tanggal cantik. Saya usul tanggal dari awal itu tanggal 15-17 Agustus 2014, karena lagi moment 17 Agustus juga tuh makanya saya usul di tanggal itu. Ternyata temen-temen yang lain pada ACC 1 hari lebih maju, jadi berangkat tanggal 14 Agustus 2014 (malam), pulang tanggal 16 Agustus 2014 karena pertimbangan untuk teman-teman yang lain. Yaa supaya senin bisa beraktivitas seperti biasa, kerja dan kuliah.Asiiikkkkk jadi nih naik gunung. Ternyata saya gak sia-sia manas-manasin teman-teman di group. wakaka :D

Dan selama beberapa hari kemudian, kami buat panitia kecil untuk ekspedisi kali ini.
Ketua : Ka Iqbal (Eyang kami)
Sekretaris : Nurul (artis terkenal)
Bendum : Nurfa (Akhwat perkasa) Ehh Nurfa sebenernya sih fleksible yaa kadang bisa akhwat, kadang juga ada sisi keikhwan-ikhwanannya. *ups :o
Acara dan Perlengkapan : Alin (pipaw pipi bakpaw)

Selama beberapa hari itu kami kumpulkan mengenai info-info pendakian ke Ciremai, mengenai biayanya, tracknya, transportasinya, pos-pos di sana, dan yang lainnya.

Meeting awal bersama panitia tanggal 20 Juli 2014 di WAMY. Tahuu gak yang hadir dari teman-teman CA siapa aja? 4 L cyiin. Lo Lagi Lo Lagi. Cuma ada ka Iqbal, Alin, Ka amin dan istri, dan saya. Yang lainnya entah kemana, yang saya tahu si Nurfa, dia masih di lampung. -_- Ruang cave waktu itu sunyi banget. Yaudah akhirnya kita bicarain seadanya dulu aja karena waktu itu pipaw juga buru-buru mau liqo. -_-

Beberapa hari kemudian, ka Iqbal mulai minta kepastian teman-teman yang ingin ikut pendakian ke Ciremai. Akhirnya mereka mulai isi daftar namanya masing-masing di grup. Ada Ridho, Danang, Eggy, Purwito, Ka Iqbal, Suhail, Ka Amin, Ka Nur Amin, Ian, Alin, Nurfa, dan saya. Total 12 orang. Kita memutuskan jumlah kuota maksimal 12 orang karena estimasi untuk naik angkot. Eia, Ka Amin katanya mau ngajak istrinya. Padahal istrinya lagi hamil 6 bulan, oh em ji. Kirain mah ngajak istrinya buat diajak naik gunung juga, ternyata istrinya diajak mau dititip di pesantren Husnul Khotimah di daerah dekat Ciremai juga.

Dikarenakan grup cave adventure whatsapp banyak juga teman-teman lain yang gak ikut pendakian, akhirmya saya berinisiatif untuk buat grup baru di group whatsapp, "Ciremai Expedition". Kece banget ini grup. hha :D di Grup ini mulai riweuh lah itu pokoknya ngomongin tentang perlengkapan kelompok dan lain-lainnya.

H-7, Sabtu, 09 Agustus 2014 jam 15.00 di Masjid UI baru diadakan technical meeting perdana cobaa pemirsahhhh. Ini juga merupakan technical meeting pertama dan terakhir! Parah bettt. Itu mevett asliiiiii. Dan di sana ketemu sama salah satu porter kitaaaa, taraaa dialah Purwito. Penasaran sama yang namanya Purwito, soalnya si Suhail sama Ka Iqbal suka ngomongin diaa di group whatsapp CA. ekekekeke :D
Yang hadir waktu technical meeting itu sedikit banget, cuma saya, Alin, Ka nur Amin, Purwito, Ridho, sama ka Iqbal. Nah Pas technical meeting kita share semua info-info yang sebelumnya panitia sudah rapatkan. Mengenai jalur-jalurnya, pos-posnya, tempat sumber airnya, perlengkapan, biaya, dan transportasi. Alhamdulillaah semua beres sebelum maghrib. Setelah maghrib, saya sempatkan malam mingguan dulu berdua sama pipaw ke rumah makan pasta di margonda, Depok sampai sekitar jam 20.00. Pulang dari sana masih juga harus nemenin pipaw untuk beli perlengkapan nanjak. Pipawwww milih carrier lamaaaa banget sampai-sampai abang jualannya dikerjain sama dia, abangnya ditanyain macem-macem tentang spesifikasi carriernya. Itu anak iseng banget dah. -_- Finally, dia beli tas kecil dan Carrier Consina size 50+5 L yang kece badai dan harganya pun juga kece badai. haha :D Total belanjaannya itu hampir  satu juta ya, atau lebih dari satu juta gitu lupa. Cieeee yang punya carrier baru. Asik asik asik. :p

H-beberapa hari saya sudah mulai melakukan pemanasan, olahraga tiap hari, skipping-an di ruang makan rumah udah kayak orang bener. Pokoknya apapun sesuatu yang berbau olahraga saya coba supaya otot gak kaku pas nanjak ke Ciremai. Nanti saya takut kejadian di Pangrango terulang kembali, itu asli kaki sakit banget pas pulang dari Pangrango karena sebelumnya memang gak pemanasan dulu. Biasa, mau sotoy gitu. akakaka :D Tapi beneran, gak tahu kenapa di pendakian kali ini rasanya deg-degan banget tiap hari mendekati hari H pendakian. Saya baca-baca blog orang lain mengenai pendakian ke ciremai lewat jalur Linggar Jati katanya kok track nya aduhai ya T_T banyak yang bilang kemiringannya itu 70-90 derajat, jati intinya lutut ketemu dahi T_T

Pas beberapa hari mepet hari H, ka Amin dan ian baru ngabarin kalau mereka gak bisa ikut. Waktu itu sih ka Amin bilang gak bisa ikut karena sakit, tapi kalau Ian gak tahu deh kenapa dia tiba-tiba batal nanjak. Jadi total peserta yang ikut pendakian kali ini hanya 10 orang, Saya, Alin, Nurfa, Ka Nur Amin, Eggy, Purwito, Ka Iqbal, Danang, Suhail, dan Ridho. Baiklah saya siaaapppp melakukan pendakian emejing ini setelah beberapa kali pemanasan!!! -____-

Negeri Di Atas Awan - Ciremai Mt 3.078 MDPL (14 - 17 Agustus 2014)

Bismillaah. Akhirnya saya menyiapkan jari-jari saya untuk mengetik. Mengabadikan moment terindah sepanjang pendakian yang telah saya lakukan. Perjalanan yang terindah, pemandangan yang cantik, track yang cihuy yang sudah bikin saya jadi berasa gak punya lutut! EMEJING BEROH!! ahh semuanya tak bisa saya definisikan. Jika teman-teman ada rencana untuk travelling ke luar negeri sekadar jalan-jalan untuk menikmati view yang keren, maka saya menyarankan kepada teman-teman untuk stay di Indonesia. Wilayah di Indonesia itu cukup banget bikin mata terbelalak, negeri ini asli kece abis! Saya tidak bisa mengungkapkan betapa indah pemandangan di Ciremai ini, salah satu dari wilayah di Indonesia. #LoveIndonesia *cups


I'm ready to write it down to youuuu, readerrrr!!! yeahhhhhhh!!

#WritingProject

Tapi mata saya sudah sisa segaris, kapan-kapan aja deh nulisnya. akakaka :D

Kangen Nulis!!

Assalaamu'alaikum ^____^

Teman-teman pembaca, akhirnya saya log in juga di blog tercinta saya ini. Ahhhhhhh kangen kangen kangen. Kangen corat-coret lagi seperti duluuuuu. Lebih tepatnya kangen curhat-an di blog ini. Haha. :p

Yaudah, pokoknya curhatan kali ini temanya kangen, kangen nulis, kangen rempong-rempongan di blog ini, pokoknya kangen semuanya. Mau banget rasanya blog saya masuk di page one. *ngarep

Tulisan off, tapi berharap masuk di page one itu hanya mimpi, Rul! :p

Sudah dulu ah, mau browsing-browsing hal penting dulu. Semoga bisa mengisi sisi kekosongan blog tercinta ini dengan tulisan-tulisan yang menginspirasi. Yap, semoga. :p

Eksotika Papandayan 2.665 MDPL #29 November 2013

Jumat, 29 November 2013.

Let me remind about the moment, sudah rada-rada lupa juga nih gegara lama tidak ditulis.
Pagiii sekali dihari jum'at itu, seperti biasa saya baru packing untuk persiapan mendaki ke papandayan. Pendakian kali ini terasa sangatt berat karena rasanya mama masih setengah hati mengizinkan anaknya ini naik gunung. Pasalnya, baru satu bulan yang lalu saya bersama dengan teman-teman Cave Adventure melakukan pendakian ke gunung Pangrango, nah sebulan kemudian izin naik gunung lagi ke gunung papandayan. Gimana gak diceramahin pas mau izin?! Alhamdulillaah ada "eyang" kami, yang rela menelpon mama dan bapak untuk sekadar minta izin agar saya direstui untuk naik gunung papandayan, sebut saja namanya "Mawar". *Ups. Jadi, karena orang tua saya sudah di lobby-lobby lewat telepon oleh eyang, akhirnya saya diizinin naik gunung lagi. *ayey

Packing seadanya dengan perlengkapan dan logistik yang seadanya juga membuat carrier saya lebih ringan daripada biasanya. Tapi tetap aja berasa kuli, karena tentengannya banyak cekali pemirsah, ada tenda, sleeping bag sii nchop sama kak Rina, jadi hari itu dapat saya simpulkan bahwa hari itu adalah hari rempong sedunia. Titik. Jam di meja kamar menunjukkan pukul 07.00 dan packingpun selesai. Fyuh!

Pagi itu pula pergi dulu menyelesaikan beberapa agenda, Liqo dan ngajar. Carrier dan perlengkapan nanjak saya tinggalkan di rumah karena gak mungkin dong ya kalau liqo dan ngajar itu bawa-bawa carrier segede ituu. -_- Berangkat dari rumah jam 08.00 dan selesai agenda itu semua sekitar jam 15.15 lewat dikit baru pulang sampai rumah lagi dengan membawa boncengan seorang ka Sumi. Pas sampai di rumah, rasanya tulang mau retak gegara kecapekan. Huh ini sudah telat banyak. Di agenda, meeting point di WAMY harusnya jam 15.00, tapi ini baru sampai rumah jam 15.15. Sesampainya di rumah, langsung sholat ashar dan beberes semuanya. Tepat jam 16.00 saya bersiap berangkat menuju WAMY bersama ka Sumi dengan membawa carrier jumbo dan tentengan yang lain. -_- tapiiiii ternyata di luar tetiba hujan deras dan ada petir pula. Akhirnya, gak diizinin berangkat sama bapak, Bapak suruh tunggu hujan reda dulu baru boleh berangkat ke WAMY. Baiklah, dengarkan kata orang tua, insya Allah lebih aman. Selama nunggu, di grup Whatsapp Papandayan Expedition sudah riweuh jiddan. Ternyata banyak yang izin telat karena hujannya rata di seluruh penjuru nusantara. *apadah

___Ternyata, tulisan ini sempat tertahan di draft begitu lama dan saya sudah tidak ada semangat lagi untuk meneruskan tulisannya___
Terima kasih teruntuk seseorang yang sekarang entah berada di mana, yang telah mengubah mood menulis saya (down 180 derajat) tentang pendakian ini. Fyuh!

Jodohku, Inilah Proposal Hidupku

"Salah satu hal baik yang aku syukuri adalah aku tak bertemu denganmu sejak dulu. Karena boleh jadi kau akan jadi masa laluku. Namun, kehadiranmu tepat pada saat ini, untuk menjadi masa depanku."
(Kutipan Buku 'Jodohku Inilah Proposal Hidupku')

Da'wah Adalah Cinta

"Oh Nurul kuliah di Al Hikmah? Ambil jurusan apa?"

"Iya kak, tapi masih i'dad, hehe. Aku ambil di STIU nya, jurusan tafsir hadits."

"Oh kelas pagi ya. Terus selain kuliah kegiatannya apa?"

"Ngajar aja paling kak."

"Oia sama berarti kayak saya. Kok bisa kenal ridho, di mana kenalnya?"

"Di cave kak, kita satu lembaga training. Dulu sih awalnya juga gak kenal sama dia karena kan dulu ikhwan akhwat gak begitu nyatu banget. Pas dibuat tim aja baru aku kenal ridho."

"oh gitu, subhanallah ya 85 alumninya trainer semua."

"Kakak kuliah dimana?"

"Saya dulu kuliah di UI fakultas Hukum lulus tahun 2011. Sekarang juga sama masih aktif ngajar sama kuliah lagi. Yaa kuliahnya hampir sama lah kayak Al Hikmah."

"Lho kakak di fakultas hukum? Kenal kak Fahmi dong kak?"

"Oh kak Fahmi yang dulu mas'ul LDF FH? Itu mah saya kenal. Beberapa hari lalu kan istrinya baru lahir anak kedua, saya habis ikut aqiqah anaknya kemarinan. Istrinya kan anak UI juga, masih kuliah, dia anak FISIP. Nurul kenal Fahmi dimana?"

"oalah, aku baru tahu kak. Tahunya dulu pas lahir anak pertama. hehe. Iya bener kak istrinya anak FISIP. Kalau aku kenal kak Fahmi dulu di FPRJ kak, di Masjid Al Ikhlas Pasar Minggu."

"Lho Nurul di Al Ikhlas juga?"

"Gak kak, itu dulu, sekarang udah gak lagi. hehe. Subhanallah dunia sempit banget ya kak. Hehe"

"Ya iya kalau di dunia da'wah mah emang ketemunya ya dia lagi dia lagi."

Begitulah percakapan antara saya dengan kakak yang lembut tata bicaranya (bahkan saya lupa bertanya siapa nama beliau) sesaat setelah saya selesai mengisi training di sebuah SMP di sudut kota Jakarta. Itu percakapan yang saya tulis adalah yang saya ingat alurnya seperti itu, mungkin dialognya tidak terlalu sama seperti yang saya tulis. :D Dan pembicaraannya masih puanjanggg sekali, jadi saya cut beberapa dialognya.

Saya merasa terinspirasi dari sikap tawadhu beliau (walau beliau lupa dengan saya, padahal itu pertemuan saya dengannya yang kedua kalinya :'( ). Beliau adalah salah satu alumni SMP tersebut yang ikut mengawasi kegiatan ROHIS pada saat itu. Pembicaraan hangat yang dimulai dari sapaan hangat. Ahh, beliau sejenak mengingatkan saya betapa harus serius untuk berda'wah. Serius, fokus. Da'wah itu tidak bisa maksimal jika kita sendiri belum bisa fokus (menurut pemikiran beliau). Tapi, saya setuju dengan beliau, kita harus fokus dan maksimal berda'wah. Harus serius.

Beliau bisa saja ketika lulus kuliah memutuskan untuk kerja kantoran. Ya, bisa saja. Apalagi beliau lulusan universitas ternama di Indonesia. Ahh, tapi itu hanya pikiran saya saja. Saya merasa kagum ketika beliau memutuskan untuk tidak kerja kantoran dikarenakan beliau ingin fokus membangun pondasi-pondasi da'wah di sekolah lamanya. Yaa, ketika itu saya merasa kagum kepada beliau. Ketika beliau bilang,

"Da'wah itu memang harus fokus, kalau kita kerja kantoran, kita gak akan bisa fokus berda'wah. Apalagi kerja kantoran itu full time. Sudah gak ada kesempatan lagi untuk bisa fleksibel bagi waktu seperti sekarang ini. Makanya sekarang saya ngajar juga kayak Nurul, biar bisa balik lagi ke sekolah."

Subhanallaah, beliau merupakan salah satu mujahidah da'wah yang saya temui. Betapa beliau mengorbankan segalanya demi da'wah.

-Da'wah adalah cinta. Dan cinta, akan meminta segalanya darimu.-

Selamat berjuang para penggiat da'wah. Semoga amalmu menjadi catatan jariyah yang tak akan pernah putus pahalanya.

Untitled #2

Hai hai...heleuh lamanya tidak menengok blog ini. Apa daya, sang penulisnya sibuk. ekeke. Ceritanya mau curhat nih. Sudah tiga hari saya benar-benar bedrest di rumah, gak ada yang namanya aktivitas keluar rumah, gegara sakit yang mengharuskan saya untuk gak naik motor. Ok baiklah akhirnya off kuliah 2 hari dan ngajar. Sedih rasanya ninggalin semua aktivitas, terutama kuliah. Satu hari gak masuk kuliah itu rasanya ketingalan banyak banget banget materi kuliah.. ohhh my... T_T

But, ini benar-benar peringatan banget yang Allah kasih ke saya bahwa nikmat sehat itu luar biasa berharga. Ok mulai sekarang jadi berpikir untuk serius menerapkan pola hidup yang sehat. Gak cuma mama yang cerewet gegara anaknya ini sakit, tapiii dokterpun ikutan cerewet pas saya checkup ke dokter 2 hari yang lalu. Ini mungkin sudah nalurinya yah. Gak apa-apa, cerewet demi kebaikan, ya kan? Bulan ini saya sudah silaturrahim sama dokter 2 kali, awal bulan dan akhir bulan ini. What an amazing moment, guys! -_- Saya sebut ini silaturrahim aja sekalian. -_-

Dan hari ini, jum'at, ternyata jadwal liqo yang harusnya kamis siang kemarin, digantilah hari ini. Ok saya akhirnya izin ke teman 1 liqoan kalau saya gak bisa hadir karena sakit. Dan taraaaa! Ternyata, teman saya yang saya nitipin izin, dia juga gak hadir cyiiin. -____- Dan saya akhirnya di sms-in sama murobbiyah saya, dimanakah saya? Yaudah, saya bilang kalau saya sudah izin ke Ninda karena sakit dan kemarin habis checkup ke dokter terus disuruh bedrest dulu sama dokternya. Itu curhatan saya lewat sms ke murobbiyah saya.

Menuju jum'at siang ini, sembari saya istirahat di kamar, saya sempatkan jualan. (kekeke, gak apa-apa dong ya). Tiba-tiba, saya lihat hape dan disana tertera 5 missed call. Pas lihat namanya, waaahhh murobbiyah saya itu! gawat, apa yang terjadi ini sampai saya di telepon 5 kali. But, tetap positif thinking tapi deg-degan.. -_-
Ehhh, gak lama ada suara panggilan dari mama dari lantai bawah,
"Ruulll.. ada temennya tuh banyak..."

Terus saya bengong sebentar, mikir sebentar, lha perasaan saya gak janjian sama siapa-siapa di rumah. Lalu siapakah mereka yang dateng ke rumah? Ternyataaaahhhhh! mereka adalah teman liqo saya dan murobbiyah sayaaaa pemirsahhh. Huaaa speechless banget dijengukin ginihhh. Padahal mereka gak tahu alamat rumah saya. :'( Alhamdulillaah mereka gak nyasar. :(

Oke karena tangan saya pegel dan saya harus matikan netbooknya, so sudah dulu yaa curhatan kali ini pemirsah sekalian... sampai berjumpa ditulisan selanjutnya.. *sambil dadah-dadah*

Untitled

Bismillaah.. :)
Saya tidak tahu mengapa jari ini memaksa saya untuk menulis di depan netbook lusuh ini. Mungkin adakalanya saya ingin menengok kabar blog saya. Apakah saya masih produktif menulis atau tidak. :)

Saya butuh waktu sendiri untuk menenangkan perasaan saya. Yap, saya ingin hilang dari mereka, karena saya berpikir bahwa saya sudah tidak bisa produktif kembali seperti dulu. Dan masih banyak juga yang harus saya lakukan di luar sana. Saya ingin rehat dalam kesendirian. Biarkan saya menjadi kepompong untuk beberapa waktu. Terima kasih atas pelajaran itu, bagi saya itu adalah sebuah peringatan yang nyata. Amat nyata untuk saya. Betapa pentingnya muhasabah diri. Semoga kelak kita bisa menjadi insan yang lebih baik lagi. Selamat menjadi kepompong, Nurul. :)

Kado Pernikahan Untuk Istriku, #Kupinang Engkau Dengan Hamdalah #2

 Bismillaah..
Dengan memohon kekuatan Allah, izinkan saya meneruskan tulisan saya sebelumnya, yang belum membaca tulisan sebelumnya, sila baca Kado Pernikahan Untuk Istriku, Kupinang Engkau Dengan Hamdalah #1. Jujur aja, pas baca bagian ini asli saya netesin air mata. Gak tahu ini karena efek lebay atau gimana. Atau mungkin saya bacanya terlalu mendramatisir, atau bisa juga karena saya cengeng. Atau bisa juga........ Bisa juga karena hmm.. bisa juga karena sebab-sebab lainnya. Oke temans, silaa baca artikelnya hati-hati dan dengan hati ya. Hehe. Semoga Manfaat.

2. Wanita Boleh Mengajukan Diri 
Ada empat wanita yang dimuliakan Allah ta'ala yag mengajukan diri. Siapakah dia? Yaps, salah satunya adalah Ibunda Khadijah bin Khuwailid, seorang yang melahirkan wanita mulia lainnya dari rahimnya yang suci, Fathimah Az-Zahra. Rasulullah begitu mencintai Khadijah, hingga seringkali Aisyah dibuat cemburu atasnya.

Aisyah pernah berkata, "Tidak pernah aku merasa cemburu kepada seorang pun dari istri-istri Rasulullah seperti kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah seringkali menyebut-nyebutnya. Jika ia memotong seekor kambing, ia potong-potong dagingnya, dan mengirimkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah."

Maka aku (Aisyah) pun berkata kepadanya (Rasulullah), "Sepertinya tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah...!"

Maka berkatalah Rasulullah, "Ya, begitulah ia, dan darinyalah aku mendapat anak."

Dalam riwayat lainnya dikisahkan, suatu saat Aisyah merasa cemburu, lalu berkata, "Bukankah ia hanya seorang wanita tua dan Allah telah memberi gantinya untukmu yang lebih baik dari padanya?"

Maka beliau pun marah sampai berguncang rambut depannya. Lalu beliau berkata, 
"Demi Allah! Ia tidak memberikan ganti untukku yang lebih baik daripadanya. Khadijah telah beriman kepadaku ketika orang-orang masih kufur, ia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, ia memberikan hartanya kepadaku ketika manusia yang lain tidak mau memberiku, dan Allah memberikan kepadaku anak darinya dan tidak memberiku anak dari yang lain."

Maka aku berkata dalam hati, "Demi Allah, aku tidak akan lagi menyebut Khadijah dengan sesuatu yang buruk selama-lamanya."

Ya, pernikahan antara Rasulullah dengan Khadijah berawal dari tawaran seorang wanita yang Allah muliakan, Khadijah. Khadijah menolak untuk menerima pinangan dari para bangsawan pada zaman itu dan lebih memilih seorang yang miskin dan yatim, beliau adalah Rasulullah saw. Keinginan Khadijah memiliki seorang suami yang agung, kuat, berkepribadian tinggi, dan berjiwa bersih, dan itu semua yang menjatuhkan pilihannya kepada Rasulullah, karena kriteria tersebut ada dalam diri Rasulullah.

Ketika hati Khadijah mulai terpikat dengan pesona Rasulullah, maka beliau segera meminta tolong kepada pembantu dekatnya, Maisaroh, untuk memperhatikan segala gerak-gerik Rasulullah. Laporan-laporan yang datang dari Maisarohlah yang membuat Khadijah semakin yakin dan mantap untuk segera menyampaikan "kekaguman"nya terhadap Rasulullah, "Wahai Muhammad, aku senang kepadamu karena kekerabatanmu dengan aku, kemuliaanmu dan pengaruhmu di tengah-tengah kaummu, sifat amanahmu di mata mereka, kebagusan akhlakmu, dan kejujuran bicaramu."

Setelah Khadijah menyampaikan hal itu, terjadilah proses peminangan. Pada akhirnya mereka menikah  dan Allah memberikan karunia berupa anak yang dinamakan Fathimah Az-zahra, begitu indah namanya. :)

Begitu berat makna pernikahan, temans. Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan bahwa pernikahan adalah sebuah Mitsaqan Ghalidza (Perjanjian yang kuat) yang Allah jelaskan langsung dalam surat cintaNYA, Al Qur'an. Begitu beratnya makna Mitsaqan Ghalidza, sehingga di dalam Al Qur'an Allah menyebutkannya hanya 3 kali saja, yaps hanya 3 kali, yaitu pada saat :
1. Allah membuat perjanjian dengan para Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa (QS. Al Ahzab : 7),
2. Allah mengangkat bukit Thur di atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia pada Allah (QS. An Nisaa' : 154), dan
3. Allah menyatakan hubungan pernikahan (QS. An Nisaa' : 21)

Lagi-lagi, di sini saya akan tekankan bahwa pernikahan adalah sebuah perjanjian yang kuat, Perjanjian yang kuat di hadapan Allah, temans. Ya, dihadapan Allah! Karena pada saat seorang tengah mengikrarkan ijab-qabul pada saat akad nikah, maka Allah-lah yang secara langsung tengah menjadi saksi atas perjanjian yang bisa mengguncangkan 'arsy itu. Subhanallaah.

Menikah adalah suatu penghormatan yang sangat suci dan islam-pun membolehkan jika ada seorang wanita yang ingin menawarkan dirinya kepada laki-laki yang ia yakini baik agama dan akhlaqnya untuk dijadikan imam dalam sebuah bingkai keluarga. Khadijah adalah teladan pertama bagi para wanita yang bermaksud menawarkan diri. Sikap ini menurut saya adalah sikap terhormat dan mulia.

Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlak dan kesungguhan untuk mensucikan diri. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah dan untuk mendapatkan pahala-Nya. Yakinlah, Allah pasti akan mencatatnya sebagai kemuliaan dan mujahadah (perjuangan) suci. Tidak peduli tawarannya itu diterima atau ditolak, terutama kalau ia tidak memiliki seorang wali.

Seorang laki-laki insya Allah akan sangat hormat, setia, dan menaruh kasih sayang mendalam jika ia menerima tawaran wanita shalihah untuk menikahi. Kalau terhalang untuk menerima tawaran, insya Allah pada diri laki-laki akan tumbuh rasa hormat, segan, dan respek terhadapnya. Maka tetaplah berkhusnudzon. :)

Mungkin kisah-kisah berikut kita bisa jadikan ibroh untuk diri kita. :)
Imam Bukhari menceritakan cerita dari Anas r.a. Ada seorang wanita yang datang menawarkan diri kepada Rasulullah Saw. dan berkata, "Ya, Rasulullah! apakah Baginda membutuhkan daku?"
Putri Anas yang hadir dan mendengar perkataan wanita itu mencela sebagai wanita yang tidak punya harga diri dan rasa malu, "Alangkah sedikit rasa malunya. Sungguh memalukan, sungguh memalukan."

Anas berkata kepada putrinya itu, "Dia lebih baik darimu. Dia senang kepada Rasulullah Saw., lalu menawarkan dirinya untuk beliau!" (HR Bukhari).

Orangtua juga bisa mengambil inisiatif untuk menawarkan anak gadisnya kepada laki-laki yang telah dikenal akhlaknya. Umar bin Khaththab r.a., ayah Hafshah, adalah salah satu contoh. Imam Bukhari meriwayatkan, 

Umar bin Khaththab berkata: Saya datang kepada Utsman bin Affan, menawarkan Hafshah kepadanya.

Lalu Utsman berkata, "Nantilah, saya akan pikirkan dulu!" 
Pada waktu itu istri Utsman bin Affan, Sayyidatina Ruqaiyyah binti Rasulullah Saw. meninggal dunia ketika perang Badar berkobar. Dan Utsman diperintahkan oleh Nabi untuk mengurus istrinya. Beberapa malam kemudian, Utsman berjumpa dengan saya dan berkata, “Saya pikir, pada waktu ini saya belum berminat untuk kawin.” 

Setelah itu, saya pergi menawarkan putriku kepada Abu Bakar, "Kalau kau mau, saya akan menikahkan engkau dengan Hafshah!"
Abu Bakar diam dan tidak menjawab tawaran saya. Saya sangat marah dan kurang senang dengan sikapnya yang berbeda dengan Utsman, meski Ustman juga menolak anakku. Beberapa malam kemudian, Hafshah dipinang oleh Rasulullah Saw. Beliau sudah mengobati luka hati saya karena penolakan kedua sahabatku itu. 

Tiba-tiba Abu Bakar datang dan menemuiku sambil berkata, "Mungkin kau marah dan kurang senang kepada saya. Ketika kau menawarkan Hafshah, saya diam dan tidak menjawab sepatah pun!"

Saya jawab, "Ya, benar." 

Lalu Abu Bakar melanjutkan, "Sebenarnya saya ingin sekali menerima tawaranmu itu. Tetapi sebelum engkau menawarkan Hafshah kepadaku, aku sudah mendengar Nabi Saw. menyebut-nyebut untuk meminangnya. Dan aku tidak mau membuka rahasia beliau kepadamu. Namun, jika beliau tidak jadi menikahinya, tentu akan saya terima tawaranmu itu dengan senang hati." (Shahih Bukhari).

Tears banget kisah terakhir, semoga kisah di atas bisa dijadikan ibroh untuk kita semua, terutama untuk para wanita, bahwa menawarkan diri itu bukan sesuatu yang hina kok. Tapi tentunya menawarkan diri juga harus dengan cara yang syar'i dong ya. Ya gak sih? :) Iya aja ya :p

Tulisan ini sepertinya masih akan berlanjut, tapi bisa jadi juga gak berlanjut. Ya terserah saya dong mau dilanjutin atau gak :p Pastinya, semua tergantung mood menulis saya. Jadi mood sayalah yang memutuskan apakah tulisan ini akan berlanjut atau tidaknya. *mulai gak jelas* Anyway, tulisan ini masih saya persembahkan untuk si pipaw yang sedang mempersiapkan dirinya. Semangat persiapkan diri! Yeay! ^^v

Kado Pernikahan Untuk Istriku, #Kupinang Engkau Dengan Hamdalah #1

Ada seorang wanita yang bertanya, "Apa yang menghalangi para ikhwan untuk meminang seorang akhwat? Mengapa ikhwan banyak yang egois, hanya memikirkan dirinya sendiri?"

Ya, ini berawal dari kekhawatiran akhwat tersebut melihat fenomena para akhwat yang belum menikah, sementara usia mereka semakin hari semakin bertambah. Rasulullah saw pernah bertanya, "Apa yang menghalangi seorang mukmin untuk mempersunting istri?"

Apa yang menghalangi kita untuk menikah?
Mengapa terasa berat untuk meminang akhwat kepada keluarganya?
Apa yang menghalangi para ikhwan untuk mempersunting muslimah yang baik agamanya?
Padahal di luar sana, kemaksiatan semakin merajalela.

Shalat orang yang masih belum menikah memang sulit untuk mendapat kekhusyu'an, karena mungkin itu sebabnya Rasulullah saw bersabda, "Shalat dua raka'at yang didirikan oleh orang yang menikah lebih baik dari shalat malam dan berpuasa pada siang harinya yang dilakukan oleh seorang bujangan." 

Begitulah, derajat antara orang yang membujang dengan orang yang telah menikah, tidak akan mungkin dapat disamakan. Seorang yang membujang tidak akan menemukan sosok penyejuk hati saat fisik dalam keadaaan lelah, tidak ada sosok yang membantunya untuk meningkatkan derajat takwa kepada Allah, dan hal yang lebih negatifnya adalah seorang yang membujang pikirannya akan disibukkan oleh hal-hal yang kurang maslahat. 

-Semoga Allah menolong orang-orang yang memiliki 'Azzam untuk mencapai pernikahan dan meluruskan niatnya hanya untuk Allah sehingga nantinya akan tercapai pernikahan yang berlimpah kebarakahan dan diliputi bersama dengan keridhaanNYA yang tak terhingga-, aamiin.

Seseorang yang menikah itu artinya telah menyelamatkan setengah dari agamanya. Mari kita renungkan kembali perkataan Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,
"Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah; seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah swt, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya." (HR. Thabrani)



#Kupinang Engkau Dengan Hamdalah
Ketika niat dan tekad sudah mantap, bersegeralah menyiapkan hati untuk melangkah ke peminangan.
Berikut saya berikan poin-poinnya.

1. Mendahului Dengan Hamdalah
Imam Nawawi berkata dalam Al-Adzkaarun Nawawiyyah, orang yang meminang disunnahkan untuk memulai dengan membaca hamdalah dan shalawat untuk Rasulullah saw,
"Alhamdulillaahirobbil 'aalamiin, Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa ali Muhammad"
Ucapkanlah, minimal shalawat untuk Rasulullah saw, atau boleh juga shalawat yang lebih panjang yang ditunjukkan kepada keluarga beliau, para shabahat beliau, dll. Semoga dengan ini, peminangan akan menjadi barakah. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.

Kata Imam Nawawi selanjutnya, di dalam kitab Sunan Abu Daud, Sunan Ibnu Majah, dan yang lainnya meriwayatkan melalui Abu Hurairah ra yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:
“Setiap perkataan --menurut riwayat yang lain setiap perkara-- yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya --menurut riwayat yang lain terputus dari kebarakahannya.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah dan Imam Ahmad, hasan).

Diriwayatkan juga oleh Abu Daud dan Abu Hurairah, kata Ustadz Abdul Hamid Kisyik, dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, 
“Setiap lamaran yang tidak ada syahadat di dalamnya seperti tangan yang tidak membawa berkah.”

Sesudah membaca hamdalah dan shalawat, kemudian ucapkanlah kalimat untuk menyampaikan keinginannya untuk meminang si akhwat tersebut.

Setelah peminangan disampaikan, biarkan keluarga pihak wanita mempertimbangkan. Berbagai macam jawaban yang akan diterima pihak ikhwan, dan pihak ikhwan haruslah mengedepankan sikap khusnudzon kepada keluarga pihak wanita. Bukankah ketika seorang lelaki meminang seorang wanita, berarti dia mempercayai wanita yang ia harapkan beserta dengan keluarganya? Disinilah kita akan belajar sikap tawakkal. Serahkanlah semua urusan kita hanya kepada Allah semata. 

Seorang lelaki yang telah meminang seorang wanita dengan hamdalah, berarti dia telah dimampukan oleh Allah yang Maha Besar untuk datang meminang kepada wanita tersebut. Jadi, besarkanlah Allah di hati kita karena kita hanyalah makhluk yang amat kecil dihadapanNYA. Tak bolehlah kita merasa ujub dan takabbur karena telah berhasil datang meminag kepada seorang wanita. Jauhi sikap itu, besarkanlah Tuhan kita, Allah azza wa jalla.

Ada pelajaran yang sangat berharga dari Bilal bin Rabah, muadzin kecintaan Rasulullah saw tentang meminang. Ketika ia bersama Abu Ruwaihah menghadap Kabilah Khaulan, Bilal mengemukakan:
“Saya ini Bilal, dan ini saudaraku. Kami datang untuk meminang. Dahulu kami berada dalam kesesatan kemudian Allah memberi petunjuk. Dahulu kami budak-budak belian, kemudian Allah memerdekakan...,” kata Bilal. 
Kemudian ia melanjutkan, “Jika pinangan kami Anda terima, kami panjatkan ucapan Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Dan kalau Anda menolak, maka kami mengucapkan Allahu Akbar. Allah Maha Besar.” Menurut pandangan Bilal, jika pinangan diterima, maka hanya Allah yang berhak dan layak dipuji. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Pujian dalam segala bentuknya. 

Peminangan pun insya-Allah merupakan sebentuk pujian kepada-Nya dengan menjaga kehormatan atas apa yang dikaruniakan kepada kita. Ya betul jika seseorang ada yang bilang, peminangan adalah bentuk ikhtiar untuk mengagungkan Allah. Kita berusaha mengagungkan Allah dengan berusaha menghalalkan karunia Allah yaitu cinta kepada lawan jenis melalui ikatan pernikahan yang sering kita sebut dengan Mitsaqan Ghalidza (Perjanjian yang Kuat). Jadi, jika diterima pinangannya, maka ucapkanlah hamdalah (Alhamdulillah). Namun, jika ditolak, maka ucapkanlah takbir (Allahu Akbar). Dalam kondisi diterima atau ditolak, kita tetap mengagungkan Allah.

Karena, boleh jadi penolakan adalah salah satu jalan untuk bisa lebih mencapai kematangan, kejernihan niat, kemapanan, dan yang lainnya. Oleh karena itu, tetaplah berkhusnudzon kepada Allah. Penolakan juga bisa saja merupakan cara Allah untuk meluruskan niat dan orientasi kita. Kecewa? Pasti! Itu wajar, manusiawi! Tapi jangan berlarut, mulailah kembali menyusun puzzle-puzzle dan meletakkan puzzle-puzzle itu pada tempat yang tepat. Ya, luruskanlah niat kita kembali.

Mungkin perumpamaan ini bisa dijadikan ibroh untuk kita semua,
"Perahu telah berlayar. Ketika angin bertiup kencang, matikan mesin. Itulah Tawakkal."

Tetapi, jika jawaban dari keluarga pihak wanita sesuai harapan, bersyukurlah kepada Allah. Tunggu dan bersabarlah, akan tiba masanya, halal bagi kita untuk melakukan apa-apa yang diharamkan oleh Allah sebelumnya. Itulah indahnya pernikahan yang berlimpah barakah. Rasakanlah kehangatan cinta yang hadir nantinya, kehangatan yang muncul dari cinta seorang wanita yang telah mempercayakan kesetiannya kepada seorang Imam-nya. Melalui pernikahan, kita akan menemukan keindahan dan kemuliaan, Insya Allah. Tapi di saat menunggu hari bahagia itu, inilah saatnya kembali untuk menata hati agar tidak melampaui batas dan masih terjaga dalam jalur-jalur yang diridhoi olehNYA.

Semoga kalimat penutup tulisan ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua, :)

... jika sikap menawarkan diri
dilakukan dengan ketinggian sopan-santun,
tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat.
Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan mendalam
pasti akan meninggikan penghormatan
terhadap mujahadah saudaranya.
Tidak akan merendahkan
wanita yang menjaga kehormatannya seperti ini,
kecuali laki-laki yang rendah dan tidak memiliki kehormatan ....

__________________________________
Tulisan ini saya ambil dari buku, "Kado Pernikahan untuk Istriku", karya ust. Mohammad Fauzil Adhim dengan penambahan-penambahan kata di dalamnya. Semoga bermanfaat yaa dan selamat menikmati hidangan tulisan saya. Edisi ini spesial saya tulis untuk Alin, karena beberapa pekan lalu saya janji membuat resume seminar pra nikah di kampus ke Alin, tetapi saya belum sempat menulisnya di blog tercinta ini. Hehe. 
Alin, wait yaa. Aku masih menunggu saat yang tepat untuk menuliskannya spesial untukmu pipaw.. :p
Tulisan ini masih to be continued ya, temans. Mata saya mungkin sudah lelah, saya tiba-tiba merindukan kasur, bantal, dan guling saya. hihi. For the last, Enjoy My Site! :)