RSS

Pengalaman Adalah Guru Yang Paling Baik

Temans, sudah hampir dua pekan saya bergabung di group #OneDayOneJuz523. Selama itu pula saya diamanahkan menjadi PJ Group. Berat, temans amanah ini. Setiap hari di jam-jam 19.00-21.00 itu selalu dalam kondisi riweuh, mengkondisikan para anggota yang lain untuk memastikan bahwa tilawahnya harus kholas sebelum jam 21.00. Disinilah kesabaran para PJ Group dan PJ harian di uji. Subhanallaah, di samping itu banyak ibroh yang bisa saya jadikan pelajaran.

Seperti saat ini, detik ini, saya sedang kepo dengan kisah salah satu anggota group, sedang japri-an di group. Hihi. Saya memanggil beliau dengan sebutan "teteh", karena beliau berasal dari Karawang. Awalnya saya hanya menjalankan amanah, japri ke beliau untuk memberikan jobdesc PJ harian (karena beliau kebagian tugas menjadi PJ Harian untuk 2 hari ke depan), memberikan semangat juga ke beliau, aahh pokoknya apapun deh di share di japri-an itu. Nah, cerita setelah ini nih yang seru. Tapi, mata saya sudah rada ngantuk. Sepertinya, saya mau lanjut dulu japri-an sama si teteh. :D

Kalaupun sempat, mungkin saya akan post tulisan saya berikutnya mengenai serba-serbi di #OneDayOneJuz523. Selamat Istirahat ya, temans. ^_^

Tuntunan agar Si Kecil Pandai Berinteraksi Sosial

Si kecil si buah hati hadir di tengah kita. Dari alam kesendirian ia datang ke dunia, untuk hidup dan berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Kita pasti mengharapkan buah hati kita bisa hidup dalam tatanan masyarakat secara serasi dan seimbang, pandai berhubungan dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, jauh dari sikap individualistis dan mengasingkan diri dari pergaulan.
Agar si kecil pandai berinteraksi sosial, mari kita melihat petunjuk dan wejangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, serta contoh dan teladan para shahabat radhiyallahu ‘anhum, yang mengajarkan kepada kita cara mendidik anak dalam bergaul di masyarakat.

1. Membawa anak menghadiri majelis orang dewasa
Di antara kebiasaan para shahabat radhiyallahu ‘anhum: seorang ayah membawa anaknya ke majelis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Umar radhiyallahu ‘anhu menghadiri majelis Rasulullah bersama anaknya, Abdullah.
أَخْبِرُونِى بِشَجَرَةٍ مَثَلُهَا كمَثَلُ الْمُسْلِمِ، تُؤْتِى أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ، بِإِذْنِ رَبِّهَا، وَلا تَحُتُّ وَرَقَهَا. (قال ابن عمر) فَوَقَعَ فِى نَفْسِى أَنَّهَا النَّخْلَةُ، فَكَرِهْتُ أَنْ أَتَكَلَّمَ وَثَمَّ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ
Ibnu umar berkata, “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Pohon apa yang perumpamaannya seperti seorang muslim; memberi manfaat kepada orang lain dan tidak gugur daun-daunnya?’” Ibnu Umar berkata, “Terbersit di hatiku bahwa pohon itu adalah pohon kurma. Tapi aku tidak senang berbicara mendahului Abu Bakar dan Umar.” (HR. Bukhari, no. 148)

Dengan membawa si kecil ke majelis orang tua, akan tampak kekurangan dan kebutuhan kita dalam mentarbiyah anak. Ini menjadi motivasi bagi orang tua untuk lebih meningkatkan usahanya dalam mencapai kesempurnaan.

Dengan hadirnya mereka di majelis, kita mendorong mereka ikut menjawab pertanyaan yang diberikan di majelis. Anak akan belajar cara berbicara setelah diizinkan dengan tenang dan penuh adab. Dengan demikian, pikirannya akan berkembang dan jiwanya pun beradab. Mereka belajar tentang pembicaraan orang dewasa sedikit demi sedikit, sampai akhirnya siap terjun ke masyarakat.

2. Menyuruhnya untuk suatu keperluan
Seorang anak yang kita beri kepercayaan untuk mengerjakan sesuatu akan merasa senang karena dihargai. Selain itu, rasa percaya dirinya akan tumbuh sejak kecil. Ia akan berkenalan dengan hal-hal yang semula tidak diketahuinya. Alhasil, pada masa mendatang ia sanggup melakukan tugas tersebut karena sudah mempunyai pengalaman sebelumnya semasa kecil.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Suatu hari saya membantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sampai pekerjaan itu selesai. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidur sebentar, sehingga saya keluar ke tempat anak anak yang sedang bermain. Saya mendatangi mereka untuk melihat permainan mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan memberi salam kepada anak-anak yang bermain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku dan mengutusku untuk suatu keperluan. Saya melaksanakan perintahnya.” (HR. Ahmad, no. 13022)

Contoh perintah yang bisa kita jadikan ajang latihan bagi anak adalah meletakkan makanan di meja. Hal ini agar mereka ikut berpartisipasi membantu orang tuanya dalam bekerja. Tugas-tugas yang kita berikan tidak akan pernah dilupakan si kecil dan dia akan bercerita tentangnya ketika mereka besar kelak.

Dengannya, mereka akan tumbuh menjadi sosok yang amanah dan peduli dengan orang lain. Apalagi jika mereka berhasil melaksanakan tugas dengan baik, kita memujinya sebagai bentuk penghargaan kita dan kasih sayang kita kepadanya.

3. Membiasakannya mengucapkan salam
Salam adalah tahiyat, yaitu salam penghormatan di antara kaum muslimin. Anak kita senantiasa bertemu dan bergaul dengan teman-temannya dari berbagai kalangan masyarakat. Hal ini menuntut kita untuk mengajarkan kepada mereka kata pembuka yang harus mereka ucapkan .

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan cara yang lembut dalam mengajarkan sunnah salam kepada anak-anak. Caranya, kita terlebih dulu yang memberikan salam kepada mereka sampai mereka terbiasa mendengarnya. Selanjutnya, mereka yang akan memulai duluan.

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan bahwa shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu melewati anak-anak. Dia mengucapkan salam kepada mereka. Dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal itu.” (HR. Al-Bukhari, no. 17)

Imam Ibnu Baththal rahimahullah berkata, “Ucapan salam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anak-anak menunjukkan ketawadhuan, akhlak yang agung, dan sifat beliau yang mulia. Hal tersebut juga merupakan pembiasaan terhadap sunnah dan melatih anak-anak dengan adab yang mulia, sehingga jika mereka baligh nanti akan mereka akan beradab dengan adab Islam.” (Syarah Shahih Al-Bukhari, 9:27)

4. Memilihkan teman pergaulan yang baik baginya
Sudah menjadi fitrah manusia hidup bercampur dengan manusia yang lain dan saling membutuhkan satu sama lain. Begitu pula halnya dengan seorang anak; ia butuh teman yang dekat dengannya, teman bermain, teman belajar, atau teman untuk melewati lika-liku masa kecil bersama.

Orang tua yang cerdik akan memilih teman terbaik buat anaknya, karena hakikatnya ia telah membuka pintu tarbiyah dalam memperbaiki anaknya. Seorang teman yang shalih akan membantu anaknya dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengajarkannya akhlak mulia.

Mari kita lihat kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bemain bersama teman-temannya semasa kecilnya, dan beliau melewati anak-anak yang sedang bermain sementara beliau adalah seorang rasul utusan Allah. Beliau mengucapkan salam kepada mereka, lembut kepada mereka, dan melihat mereka bermain bersama-sama, namun tidak mengusir dan tidak melarang mereka. Semua ini menunjukkan semangat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam agar seorang anak hidup bermasyarakat bersama anak lain serta menjauhi sikap individualistis.

5. Membawanya ke acara-acara yang tidak melanggar syariat
Di acara pesta akan berkumpul banyak orang, anak-anak akan berkumpul dan saling berkenalan. Mereka akan menyaksikan orang tua dan anak-anak bergembira bersama, mendengarkan pembicaraan mereka, dan menyaksikan acara pesta yang indah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat hadirnya anak-anak di acara pernikahan. Beliau membolehkannya serta menyambut kedatangan mereka, dan tidak mengingkarinya. Beliau mendoakan kebaikan untuk seluruh orang yang hadir, termasuk juga untuk anak-anak.

6. Bermalam di rumah kerabat yang shalih
Ketika anak keluar dari rumahnya menuju rumah sepupu atau paman atau kakeknya – yang merupakan keluarga islami – maka itu merupakan bentuk latihan bagi sang anak dalam bergaul dengan keluarga yang lain selain ibu, bapak, dan saudaranya. Mereka akan mengambil faedah dari keshalihan kerabatnya itu, berupa ilmu, ketakwaan, dan ibadah.

Hal ini akan menambah rasa cinta dengan keluarga serta membawa pengaruh yang baik jika si anak besar nanti. Anak tersebut akan mengingat masa bermalamnya bersama sang sepupu atau bersama sang kakek, dan ia diajak untuk beribadah bersama mereka.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya bermalam di rumah bibiku, Maimunah binti Al-Harits, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Al-Bukhari, no. 53)

Dalam riwayat ini, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengajarkan kepada para anak untuk bersemangat bemalam di rumah kerabatnya yang shalih serta mengambil faedah dari mereka. Wallahu a’lam.

Maraji’:
  • Syarah Shahih Al-Bukhari, Imam Ibnu Baththal.
  • At-Tarbiyah Nabawiyah lit Thifl, Muhammad bin Nur bin Abdul Hafizh.
sumber : muslimah.or.id

Dalam Dekapan Pembantu

Ini merupakan salah satu uneg-uneg saya sebagai pengajar. Mungkin teman-teman pengajar pernah melihat sendiri hal ini. Tulisan ini menggambarkan salah satu isi hati saya sejak lama.
"Kenapa kok usia anak-anak untuk mengaji aja harus manggil guru ngaji ke rumah?"
"Apakah orang tua mereka tak cukup mempunyai banyak waktu untuk meluangkan waktu sedikiitt saja sekadar mendidik anak-anaknya."
Aduhai...temans, para orang tua dan calon orang tua, sungguh pendidikan utama dimulai dari orang tua. Ayoo bekali diri dengan ilmu sejak dini! Semua belum terlambat, temans! Belum terlambat!
Islamedia -Tertarik untuk mengamati gejala sebagian pasangan muda di Jakarta, dengan berfikir praktis didukung kemampuan ekonomi, ketika mempunyai anak, maka langkah awal yang dilakukan adalah mencari baby sitter dan pembantu, padahal tidaklah mudah mendapatkan baby sitter, dan dibutuhkan merogoh kantong sampai jutaan rupiah untuk mendapatkan baby sitter.

Masalahnya, bukan berapa uang yang dikeluarkan oleh pasangan muda untuk mendapatkan baby sitter tersebut, namun adakah dampak psikologis terhadap anak-anak pasangan muda, jika sehari-hari anak-anak lebih banyak bersama sang pembantu?
 
Topik ini bisa debatable, karena tentunya pasangan muda mempunyai alasan dalam memutuskan me-rekrut baby sitter dan pembantu ke wilayah domestik mereka. Salah satu alasannya adalah karena suami istri bekerja, lingkungan eksternal yang semakin menantang seperti macet, membentuk pola berangkat pagi-pagi dan pulang sudah malam.
 
Sementara keluarga bisa jadi diluar kota, maka tidak banyak pilihan, selain merekrut baby sitter dan pembantu. Alasan lain, memberikan waktu yang cukup kepada pasangan untuk aktualisasi diri, tidak perlu direpotkan urusan domestik berupa mengasuh anak, memasak, mencuci, membersihkan rumah.
 
Bisa juga, berupa mulai abainya peran, terhadap kasih sayang, dan rasa terhadap anak. Pemenuhan kebutuhan terhadap anak-anak tereduksi dengan memberikan fasilitas yang cukup bahkan melebihi kebutuhan, seperti mainan, liburan, fasilitas antar jemput, bahkan driver sendiri untuk anak-anak.
 
Apakah ini baik terhadap tumbuh kembang anak, jangka pendek ataupun jangka panjang?
Apakah tidak ada kekhawatiran, sebagian besar hari, anak-anak bersama baby sitter dan pembantu?
Bukankah memandikan anak, mencebok anak, mengendong anak, mencuci pakaiannya, membacakan cerita, mendengarkan celotehan dan keluh kesahnya juga bagian dari pembentukan karakter anak?
 
Tidakkah miris, melihat anak-anaknya lebih sering digendong dan didekap oleh baby sitter dan pembantu dibanding orang tuanya?
 
Apakah tidak khawatir, kitalah orang tua biologis anak-anak tersebut, tapi baby sitter dan pembantulah orang tua psikologis anak-anak kita?
 
Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang bisa dibangun.
 
Ada baiknya, kita merenung dan bertanya kepada diri, apa yang kita rasakan jika anak-anak tersebut adalah diri kita?, apa yang kita rasakan jika dulu kita tidak pernah diantar oleh orang tua ke sekolah, karena sudah digantikan pak sopir, kita tidak pernah dijemput oleh orang tua kita ke sekolah, ke tempat les, ke tempat olah raga, karena peran itu telah digantikan oleh sopir.
 
Kita tidak pernah diajarkan sholat, diajak sholat ke masjid dan mengaji oleh orang tua kita, peran inipun saat ini , sudah digantikan oleh guru mengaji atau sekolahnya.

Saat yang sama, terbangun fungsi orang tua adalah mencari penghasilan sebanyak-banyaknya , agar bisa memberikan fasilitas terbaik , mulai dari sekolah terbaik dan mahal, mainan, liburan, mobil dan sopir pribadi.
Lingkungan, memang terus berubah, nilai bisa jadi bergeser, namun kebenaran tidak akan pernah hilang, bertanyalah ke hati yang tidak pernah berbohong, cara seperti itukah yang terbaik untuk keluarga kita. Semoga tidak lahir generasi dekapan pembantu.

Jakarta, 29 Oktober 2013
Sumber : Islamedia

Sudahkan Allah Ridha atas Setiap Pekerjaan yang Kita Lakukan?

Menikmati Kerja-


Jika bekerja hanya untuk mendapatkan uang, maka tingginya jenjang pendidikan justru menyulitkan ridha terhadap takdir atas rezeki. Jika bekerja hanya untuk mengejar uang, maka akan sulit berserius memeras keringat mencari ridha Allah Ta'ala melalui kesungguhan bekerja.

"Gaji dokter tidak ada separonya pendapatan pengemis yang 25 juta," protes seseorang. Tetapi ia lupa bahwa pengemis tidak digaji. Ia mendapatkan itu karena buka praktek. Dokter pun kalau buka praktek dapat memperoleh penghasilan di luar gaji dan boleh jadi melebihi penghasilan pengemis. Itu pun kita perlu bertanya, apakah setiap pengemis memperoleh penghasilan sebanyak itu? Apakah itu penghasilan per bulan?

Saya tentu saja sangat tidak setuju dengan profesi pengemis. Saya hanya ingin mengajak kita semua untuk mengingat kembali, apakah yang sungguh-sungguh kita cari dari bekerja? Jika hanya untuk mencari uang semata, mengapa harus kuliah hingga S-3? Jika hanya uang urusan kita, tenaga terkuras, waktu tersita, pahala tiada, tidak pula dapat menikmati kerja.
 

Refleksi Pangrango 3.019 MDPL (25-27 Oktober 2013)

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (QS. Al Anbiya : 31) 

"Bukankan telah Kami jadikan bumi sebagai hamparan. Dan Kami jadikan gunung-gunung sebagai pasak?" (QS. An Naba' : 6-7)

Pendakian bukan hanya mengenai proses menaklukkan sebuah gunung.
Pendakian juga bukan merupakan alat untuk menyombongkan diri bahwa kitalah yang lebih tinggi.
Pendakian adalah proses bagaimana kita berusaha lebih dekat dengan Allah.
Pendakian adalah proses men-tafakkuri seluruh nikmat Alam Semesta yang telah diberikan oleh Allah.
Semakin terasa betapa kita amat kecil dihadapanNYA.
Sepatutnya kita mensyukuri dan men-tafakkuri seluruh nikmatNya.

Melalui do'a-do'a dan sujud-sujud panjang kita.
Melalui kebersamaan kita lewat ukhuwah yang terasa kian merekat kuat.
Melalui hujan yang menambah kelengkapan nikmatnya perjalanan.

Sejenak kupejamkan mata.
Merenungi pesona alam zamrud khatulistiwa.
Desiran angin yang berirama di pegunungan.
Gemericik air yang mengalir syahdu mengikuti arus.
Gunung-gunung yang menjulang tinggi nan berdiri kokoh memecah langit.
Matahari yang menampakkan pesona sinarnya disaat fajar menyapa. 
Awan cantik yang bergumpal dengan indahnya.
Edelweiss yang akan abadi dalam penjagaanNya.

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar Rahman : 13)

Summit of Pangrango Mt 3.019 mdpl

Memperbarui #Niat

Apa sih yang paling terpenting dalam setiap ibadah? jawabannya adalah NIAT. sudahkah kita meluruskan niat kita di setiap ibadah2 kita?

1. Niat adalah awal dari setiap ibadah dan segala amal perbuatan itu tergantung dgn niatnya.
2. Niat berbanding lurus dgn keikhlasannya. Jd, jk niat sdh benar,rasa ikhlas harus menyertai niat kita. Ikhlaslah beribadah karnaNYA.
3. Niat yg sdh terlaksana dlm bentuk amal perbuatan yg disertai keikhlasan, akan lbh sempurna pahalanya.
4. Tmn2 harus tau, ternyata niat itu juga adlh bentuk orientasi seluruh amalan dlm islam dan mencakup 1/2 ajaran islam lho :)
5. Salah satu syarat ibadah adalah niat, setuju gak? :D Nah, niat ini adlh sebagai pembeda antara ibadah yg 1 dg ibadah yg lainnya.
6. Di mana sih tempatnya niat? | niat itu ada di dalam hati. Ada gak yang di dalam jantung? :D *abaikan -_-
7. Kapan waktu yg tepat utk memulai niat itu? | mulainya ya pasti saat awal ibadah dong ya. ^^
8. Allah tuh bnr2 baikkk banget | ssorg yg sdh melakukan niat tp karna udzur tdk bs melaksanakannya, maka sdh dihitung 1 pahala #niat
9. Nih ada rumus niat yg akan mimin share | niat + amal = pahala | amal - niat = sia2 | aduh, rumus macam mana itu :D
10. Ok2 mimin akan jelasin singkat ya :) Jadi, jk kita sdh niat dan kita sdh lakukan dlm bentuk amal, kita akan mendapat pahala. :')
11. Nah, kalau kita sdh beramal tanpa diawali niat, ini gak berbuah pahala. lha wong ibadah kan hrs diawali dgn niat dulu. -_-
12. Biar lbh gampang, coba kita ibaratkan niat itu adlh ruh, dan ibadah adalah jasadnya. Coba semuanya dibayangkan ya. :D
13. nah jk kita sdh punya ruh & jasad, lengkap gak sih rasanya? pastinya lengkap dong, mau ngapa2in jd mudah. Ya gak? iya aja ya :D

Semangat Menulis

Di ruangan kecil ini, bertemu dengan orang-orang luar biasa, orang-orang yang cinta menulis, seketika serasa ada yang membara. Memunculkan banyak tulisan. Ya, hanya sebuah tulisan. Tulisan yang hanya akan abadi ketika semua ruh sudah hilang dari jasadnya. Tulisan yang akan abadi. Kali ini saya bersemangat kembali untuk menulis. Mungkin menulis adalah sebuah hal yang membosankan bagi beberapa orang. Bahagianya ketika bisa memvisualisasikan mimpi-mimpi kita dalam sebuah kertas. Mari semangat menulis, temans!

#Lelaki

Assalaamu'alaikum.. hai hai para setia pembaca blog saya? Apa kabar nih? Wahh, benar-benar telah lama blog ini diabaikan. Mungkin sudah banyak sarang laba-labanya blog saya. Hihihi.. :)

Sebelum saya menyelesaikan tulisan saya mengenai naik gunung, please berikan saya kesempatan untuk berbagi tulisan Ustadz Felix Siauw yang saya rangkum dari account twitter beliau tentang #lelaki, cekidot!

1. mari bahas tentang lelaki | ada yang baik hati | namun ada yang tak tahu diri
2. lelaki sejati itu mapan karena masa depan jadi tujuan | tiada habiskan waktu untuk perkara kesia-siaan
3. dia persiapkan diri lalu datangi wali | bukan berkoar kesana kemari merayu putri
4. lelaki tahu diri menjaga hati dengan menjaga lisan | tak suka tebar janji dan berlaku berlebihan
5. lelaki sejati datang dengan amunisi meyakinkan calon mertua | bukan datang dengan tangan kosong dan omong kosong belaka
6. lelaki serius pahami ciri dewasa adalah bisa meyakinkan wali | bila dia belum mampu maka dia mundur dan kembali dewasakan diri
7. lelaki sejati takkan umbar janji, tak buat janji yang sulit ditepati | karena bakal bekaskan sakit hati, yang pasti sulit diobati
8. dia siapkan diri baru datangi wali | bukan melamar baru bersiap diri
9. lelaki terencana tahu persis calon istri yang dia perlukan | karenanya tak perlu pacaran dengan alasan perkenalan
10. lelaki yang benar-benar lelaki akan merasa sangat malu | bila ia inginkan wanita namun belum lagi cukup ilmu
11. lelaki disiplin melatih diri di Masjid | menguatkan diri dengan sujud | dan cita-citanya syahid
12. lelaki yang setia jaga pandangan sebelum menikah | setelah menikah ia juga jaga pandangan karena Allah
13. lelaki sejati besar perhatiannya pasti pada Al-Qur'an | dia tahu Al-Qur'an itu petunjuk mengemudi bahtera kehidupan
14. lelaki baik pekerti tidak kasar lisan | karena lisan Rasulullah dia jadikan teladan
15. lelaki tinggi akhlak lembut pada istrinya | keras tekadnya tegas dalam prinsip agamanya
16. lelaki calon suami santun perkataannya | karena dia pendidik bagi anak-anaknya
17. lelaki peduli akan perhatian pada ummat dengan dakwah | bila dengan ummat dia peduli tentu juga dengan keluarga
18. lelaki baik pahami bila sebelum menikah dia bermaksiat | setelah menikah ada alasan yang lebih banyak untuk khianat
19. ucapannya jadi pegangan perbuatannya jadi tuntunan | semuanya disesuaikan dengan Nabi dan Al-Qur'an
20. lelaki yang sejati itu pasti bernyali | bila siap nikahi bila tidak ya sudahi

Nah, itu dia sharing mengenai #lelaki. Semoga senantiasa bermanfaat untuk para pembaca dan menuai pahala untuk sang penulis ustadz Felix Siauw dengan tulisan-tulisan kerenya! Keep writing n sharing! :)

Membaca Basmallah Dalam Shalat; Jahr atau Sir?

aslm. afwan ust, mmbaca basmalah dlm surat Al fatihah apkah jahr atau sirr uust? mhon penjelasanx. Jzklh (Azhar)
Jawaban:
Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ‘ala Aalihi wa Man waalah wa Ba’d: Pertanyaan ini kami jawab dari Imam Ibnu Katsir Rahimahullah, beliau menjelaskan:
“Ada pun yang terkait dengan menjaharkan Basmalah, maka perinciannya adalah sebagai berikut: bagi yang berpendapat bahwa Basmalah BUKAN bagian dari surat Al Fatihah maka mereka tidak menjaharkan, begitu juga menurut pihak yang mengatakan Basmalah adalah termasuk bagian ayat awal darinya. Ada pun bagi kelompok yang mengatakan bahwa Basmalah adalah termasuk bagian dari surat-surat di bagian awalnya. Maka mereka berbeda pendapat dalam hal ini.
Imam Asy Syafi’i Rahimahullah berpendapat bahwa Basmalah DIJAHARKAN (dikeraskan), juga pada surat lainnya. Inilah pendapat banyak golongan dari sahabat tabi’in, para imam kaum muslimin, baik salaf dan khalaf. Dari kalangan sahabat yang menjaharkan adalah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, dan Muawiyah. Ibnu Abdil Bar dan Al Baihaqi menceritakan bahwa ini juga dilakukan Umar dan Ali. Sedangkan Al Khathib menukil dari khalifah yang empat yakni Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Tapi riwayat ini gharib (asing/menyendiri). Dari kalangan tabi’in adalah Said bin Jubeir, Ikrimah, Abu Qilabah, Az Zuhri, Ali bin Al Husein dan anaknya Muhammad, Said bin Al Musayyib, Atha, Thawus, Mujahid, Salim, Muhammad bin Ka’ab Al Qurzhi, Abu Bakar bin Amru bin Hazm, Abu Wail, Ibnu Sirin, Muhammad bin Al Munkadir, Ali bin Abdullah bin Abbas dan anaknya Muhammad, Nafi’, Zaid bin Aslam, Umar bin Abdul Aziz, Al Azraq bin Qais, Habib bin Abi Tsabit, Abu Sya’ tsa’, Makhul, dan Abdullah bin Ma’qil bin Muqarrin. Imam Al Baihaqi menambahkan: Abdullah bin Shafwan dan Muhammad bin Al Hanafiyah. Sementara Imam Ibnu Abdil Bar menambahkan: Amru bin Dinar. (Tafsir Al Quran Al Azhim, 1/117)
Demikianlah, sangat banyak para sahabat, tabi’in dan imam kaum muslimin yang berpendapat dikeraskannya membaca Basmalah ketika shalat. Dalil-dalil mereka adalah:
- Imam An Nasa’i dalam Sunannya, Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Ibnu Hibban dalam Shahihnya masing-masing, Imam Al Hakim dalam Al Mustadraknya; dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa beliau shalat dan dia mengeraskan membaca Basmalah, lalu setelah shalat selesai, dia berkata: “Sesungguhnya saya menyerupakan untuk kalian shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (Hadits ini dishahihkan oleh Ad Daruquthni, Al Khathib, Al Baihaqi, dan lainnya)
- Imam Al Hakim meriwayatkan dalam Al Mustadraknya, dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengeraskan membaca Bismillahirrahmanirrahim. (Katanya: hadits ini shahih)
- Imam Al Bukhari dalam Shahihnya, meriwayatkan bahwa Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu ditanya tentang bacaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dia menjawab:“Adalah bacaan Beliau itu diberikan jarak yang panjang, kemudian dia membaca Bismillahirrahmanirrahim, dengan memanjangkan Bismillah, memanjangkan Ar Rahman dan memanjangkan Ar Rahim. (juga diriwayatkan oleh At Tirmidzi No. 2451, Ibnu Majah No. 4215)
- Imam Ahmad dalam Musnadnya dan Imam Abu Daud dalam Sunannya, Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya, dan Imam Al Hakim dalam Al Mustadaraknya, meriwayatkan: dari Ummu Salamah, dia berkata: “Bahwa Shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca dengan diputus-putus; Bismillahirrahmanirrahim. Al Hamdulillahirabbil ‘alamin. Ar Rahmanirrahim. Malikiyaumiddin.” (Imam Ad Daruquthni mengatakan: isnad hadits ini shahih)
- Imam Asy Syafi’i dalam Musnadnya dan Imam Al Hakim dalam Al Mustadraknya meriwayatkan dari Anas Radhiallahu ‘Anhu; bahwa Muawiyah Radhiallahu ‘Anhu shalat di Madinah dan dia tidak membaca Basmalah (mengecilkan suara), lalu orang Muhajirin yang hadir mengingkarinya, maka ketika dia shalat untuk kedua kalinya, maka dia membaca bismillah.” 
- Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya menyebutkan dari Nu’aim bin Al Majmar katanya: Aku Shalat dibelakang Abu Hurairah, dia membaca Bismillahirrahmanirrahim kemudian membaca Ummul Kitab, hingga sampai Wa Ladhdhaallin, dia menjawab: Amin, dan manusia menjawab: Amin.” (HR. Ibnu Khuzaimah No. 499, Berkata Syaikh Al Abani: Al A’zhami berkata: sanadnya shahih seandainya Ibnu Abi Hilal tidak tercampur (hapalannya))
Demikianlah diantara dalil yang ada bagi kalangan yang mengatakan bahwa membaca Basmalah adalah dikeraskan. Imam Ibnu Katsir Rahimahullah nampaknya memilih pendapat ini dengan menyebutnya sebagai: “hujjah yang mencukupi dan memuaskan.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 1/118)
Kelompok yang lain mengatakan bahwa membaca Basmalah TIDAK DIJAHRKAN. Berkata Imam Ibnu Katsir Rahimahullah:
وذهب آخرون إلى أنه لا يجهر بالبسملة في الصلاة، وهذا هو الثابت عن الخلفاء الأربعة وعبد الله بن مغفل، وطوائف من سلف التابعين والخلف، وهو مذهب أبي حنيفة، والثوري، وأحمد بن حنبل.
“Pendapat kelompok yang lainnya adalah bahwa tidaklah mengeraskan Basmalah dalam shalat. Dan, ini telah pasti (tsabit) dari khalifah yang empat dan Abdullah bin Mughaffal, dan banyak kelompok dari pendahulu tabi’in dan khalaf. Ini juga pendapat Abu Hanifah, Ats Tsauri, dan Ahmad bin Hambal.” (Ibid)
Kelompok ini berdalil sebagai berikut:
- Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Abu Bakar, Umar, dan Utsman memulai bacaan dalam shalatnya dengan Alhamdulillahirabbil ‘alamin. (HR. Abu Daud No. 782. Syaikh Al Albani menyatakan shahih. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 782)
- Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, katanya: “Saya telah shalat dibelakang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman, dan tak satu pun dari mereka yang mengeraskan bacaan Basmalah.” (HR. An Nasa’i No. 907, Syaikh Al Albani menyatakan shahih. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan An Nasa’i No. 907. Juga Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya No. 495) 
- Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, katanya: “Adalah shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, mereka memulainya dengan membaca: Al Hamdulillahirrabbil ‘alamin.” (HR. At Tirmidzi No. 246, katanya: hasan shahih. Syaikh Al Albani menyatakan shahih dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 246)
- Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memulai shalat dengan bertakbir lalu membaca: Alhamdulillahirabbil ‘Alamin.” (HR. Abu Daud No. 783, Syaikh Al Albani menyatakan shahih. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 783)
Demikianlah dalil-dalil bagi kelompok yang menyatakan bahwa membaca Basmalah tidak dikeraskan.
Sementara Imam Malik berpendapat bahwa dalam shalat TIDAKLAH MEMBACA SAMA SEKALI bacaan Basmalah, baik keras (jahran) atau pelan (sirran). Beliau beralasan bahwa hadits-hadits di atas bukan menunjukkan sirr (pélan), tetapi memang Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak membaca Basmalah. Alasan lainnya adalah:
- Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidaklah membaca Bismillahirrahmanirrahim, baik di awal dan di akhirnya. Yang seperti ini juga diriwayatkan dalam berbagai kitab Sunan dari Abdullah bin Mughaffal Radhiallahu ‘Anhu.
Tetapi, pendapat Imam Malik ini dianggap lemah, sebab dalam hadits-hadits di atas jelas sekali disebutkan kalimat: tak satu pun dari mereka yang mengeraskan bacaan Basmalah, artinya Basmalah tetaplah dibaca tetapi tidak keras. Ada pun hadits yang menyebutkan bahwa Nabi tidak membaca Basmalah, mesti ditakwil dan dikompromi dengan hadits lain, yakni Beliau bukanlah tidak membaca tetapi membacanya, hanya saja suaranya pelan seakan bagi pendengar tidak membacanya. Wallahu A’lam
Nah, dengan demikian ada dua pendapat yang kuat dan sama-sama ditopang oleh dalil-dalil yang shahih, yakni pendapat Pertama. membaca Basmalah secara keras. Pendapat kedua, membacanya secara pelan.
Kedua kelompok ini berdalil dengan hujjah yang sama-sama shahih, dan satu sama lain tidaklah dianggap merevisi (nasakh) yang lainnya, atau dianggap riwayat dhaif. Maka, pandangan yang paling seimbang adalah: Bahwa BENAR Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengeraskan Basmalah sebagaimana yang diriwayatkan secara shahih oleh sahabat yang melihat dan mendengarnya seperti Ibnu Abbas, Abu Hurairah, dan Ummu Salamah, dan BENAR pula bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah memelankan Basmalah sebagaimana yang diriwayatkan secara shahih pula dari sahabat yang melihat dan mendengarnya seperti Anas bin Malik dan ‘Aisyah. Jadi, keduanya adalah benar.
Inilah metode yang ditempuh oleh para ulama muhaqqiq (peneliti) seperti ‘Alim Rabbani Al ‘Allamah Ibnu Qayyim Al Jauziyah Rahimahullah. Beliau berkata:
والإِنصاف الذي يرتضيه العالم المنصف، أنه صلى الله عليه وسلم جهر، وأسر، وقنت، وترك، وكان إسرارُه أكثَر من جهره، وتركه القنوتَ أكثر من فعله
“Pendapat yang bijak yang dibenarkan oleh para ulama yang objektif adalah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah membaca secara keras dan pelan, pernah berqunut dan pernah meninggalkannya. Hanya saja memelankannya lebih banyak dibanding mengeraskannya, dan meninggalkan qunut lebih banyak dibanding melakukannya.” (Imam Ibnul Qayyim, Zaadul Ma’ad, 1/272. Cet. 3. 1986M-1406H. Muasasah Ar Risalah. Beirut - Libanon)
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan:
فهذه مآخذ الأئمة، رحمهم الله، في هذه المسألة وهي قريبة؛ لأنهم أجمعوا على صحة صلاة من جهر بالبسملة ومن أسر، ولله الحمد والمنة
Inilah jalannya para imam –Rahimahumullah- dalam masalah ini dan ini merupakan masalah yang bisa didekatkan, karena mereka sepakat bahwa sahnya shalat bagi yang mengeraskan dan memelankan. Walillahilhamd wa Minnah . (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 1/118)
Demikian pembahasan ini. Dari sini semoga kita bisa lebih arif dalam menyikapi bacaan Basmalah ini. Membacanya, baik dikeraskan atau tidak, bukanlah bab permasalahan salah atau benar, sunah atau bid'ah. tetapi, keduanya benar, hanya saja nabi lebih sering tidak mengeraskannya Maka, tidak dibenarkan satu sama lain saling menyerang dan menyalahkan, apalagi sampai taraf menuduh sebagai pelaku bid'ah. Padahal duanya merupakan perilaku nabi, sahabat tabi'in, dan imam kaum muslimin. Maka, jika kita berada di masjid yang biasa mengeraskan bacaan Basmalah, maka alangkah baik jika kita mengikutinya -jika diminta menjadi imam- untuk menjaga persatuan hati dan menghilangkan kebencian. Begitu pula ditempat sebaliknya. Inilah perilaku ulama rabbani yang mendalam ilmunya yang sudah sepatutnya kita meneladaninya. Semoga bermanfaat.
Wallahu A’lam

Mencari Inspirasi Dari "Perahu Kertas"

Gegara pak Agoeng putar lagu "Perahu Kertas"nya Maudy Ayunda berulang-ulang pas acara milad Cave Trainer Academy di WAMY beberapa hari lalu, saya jadi download lagunya deh di Hengpong saya. Saya jatuh cinta saat pertama kali mendengar melodi musiknya. Mungkin saya orang yang paling KuPer (Kurang Pergaulan), wong lagunya sudah ada dari zaman baheula sejak filmnya muncul di layar lebar. Nah, saya baru tahu coba lagu ini akhir-akhir ini. Hehehe. Ok, but music isn't more important for me.

Setelah sekian lamaaa, baru kali ini lagi download lagu lagi. Baru pertama kalinya dengar lagu jenis ini setelah sekian lama jauh dari musik, musik pop ya namanya? Entahlah itu apa nama jenis musiknya, yang pasti ini pertama kalinya lagi dengar lagu setelah sekian lama -_- Biasanya karena target setoran, akibatnya sudah nggak sempat lagi dengerin lagu-lagu begituan, di playlist Hengpong sayapun sudah nggak ada lagu-lagu ngaco :D Saya ganti dengan murottal, agar bisa hafalin plus muroja'ah selama aktivitas. Karena kalau lagi hafalan lebih sering hanya dengar murottal aja dan nggak sambil buka mushaf :D *Pengakuan dosa nih,hehehe. Pembaca harap jangan aduin saya ke ustadzah saya yaaa :D Nanti saya bisa dipecat jadi muridnya. :D

Oke saya akan nulis liriknya di sini. Seriusan, sebenarnya ini adalah hal yang sangat nggak penting banget. Tapi, nggak apa-apalah ya, sekali-kali. :)

"Perahu Kertas"

Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya

Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaib hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri

Hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya

Reff:
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku padamu

Adab Menasihati

Temans, sebenarnya ada nggak sih Adab dalam islam yang mengatur tentang bagaimana cara menasihati teman kita secara ahsan ketika mereka melakukan suatu kesalahan?

Yuk, cekidot! Tulisan ini saya copy dari twitter saya dan ini merupakan hasil kajian bersama Abah malam ini di grup whatsapp Cave Trainer Academy. 

Berikut tulisannya :

1. Memberi peringatan ada adab2nya, sampaikan dengan bahasa yang sopan, to the point kepada masalahnya, jangan menggunakan bahasa sindiran.
2. dan jgn disampaikan di khalayak ramai, sampaikan langsung ke orangnya utamakan ketika berdua saja.
3. ada yang lebih berharga dan lebih baik dilakukan, berdoa untuk kebaikan orang yang kita anggap salah.
4. Bahkan jika hati kita kenal Allah, hati yg semacam itu mampu mendoakan musuh2nya.
5. Saya yakin setiap kita faham & tahu dalam hadits, jika seseorang berdoa untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya,doa itu pasti dijawab.
6. Malaikat mendoakan orang yang berdoa untuk saudaranya. Jadi sesungguhnya, ketika berdoa untuk saudara, sebenarnya kita sedang mendoakan diri sendiri.
7. Contoh Nabi kita Muhammad Saw, beliau ditawari 1 doa yg wajib Tuhan kabulkan, tidak seperti Nabi-nabi selain dirinya...
8. ...beliau malah menyimpan doa itu utk keselamatan ummatnya di akhirat kelak. Tahu apa yg terjadi? Balasan Allah kepada beliau?
9. Dialah orang yang paling dijamin keselamatannya kelak di akhirat. Hanya dia yang sanggup menghadap Allah....
10. meminta keringanan di saat tak satu pun makhluk berani menghadapNya. Karena Allah di hari itu murka semurka murkanya, ...
11. ....tdk pernah murka seperti itu sebelumnya dan tidak pernah murka seperti itu setelahnya.
12. Itu buah ketulusan beliau mendoakan keselamatan ummatnya, justru beliau yang pertama kali selamat.
13. Berbahagialah orang yang sibuk dengan aibnya sendiri daripada memperhatikan aib orang lain.
14. Kalau manusia tahu diri suka berbuat dosa, tentulah dia akan sibuk memperbaiki diri sebelum memperbaiki orang lain.
15. Sekian resume  malam ini, semoga teriring kebarokahan dan kebermanfaatan tuk kita semua. Aamiin.

Gak Tahu Mau Kasih Judul Apa :D :D :D

Engkaulah samudera yang diam-diam ku selami
Riak kecilmu selalu ku nanti
Memendam segala rasa
Menumbuhkan beribu asa

Mungkin air mata yang tulus
Takkan bisa mewakilinya
Sekeras apapun ku mencoba
Selemah apapun daya tuk mengingatnya

Setumpuk harap berkumpul dalam asa
Segenggam hasrat terjaga dalam dada
Terpendam di dalam batas-batas kerinduan
Kelam dalam kabut rindu ini tertahan

Adakah engkau di sana sepertiku
Yang tak mampu ucapkan kerinduanku
Biarkan rasa dan asa itu tetap terjaga
Dalam bingkai Cinta-NYA

Surprising Day.. Milad Coach Little Fatih ^^

Kamis, 06 Juni 2013..

Pagi itu baru sadar kalau ternyata coach kami, pak Agoeng, mengulang hari lahirnya. Berawal dari sebuah chat di group whatsapp Cave Trainer Academy, ada yang cuap-cuap mengucapkan kebarokahan atas umur coach Little Fatih ini. Nah, saat itu ada salah satu team Little Fatih yang langsung nge-post di group Litlle Fatih Unyu2 (nama group whatsapp yang aneh, haha) untuk merencanakan surprise buat pak Agoeng tercintah. :D 

Akhirnya saya yang di suruh beli kue, dengan berbagai permintaan mereka yang aneh-aneh. -___- 

"eh beli kue dimana? di sini atau di sana?"

"kumpul dimana? jam berapa?"

"Eh tau alamat rumah pak Agoeng gak?"

"Pake lilin apa nggak?"

"Ntar tulisan di kue nya ini ya, bla bla bla."

"Eh jangan kayak gitu tulisannya, bla bla bla aja."

Ahh pokoknya hari itu hari rempong sedunia!

Saya memutuskan untuk janjian sama ka Sumi (Cieee ka Sumi kesebut namanya deh di blog terkenal ini, :p ) di pasar minggu, maklum toko kuenya ada di daerah pasar minggu, Holl*nd Bake*y. Janjian jam 14.00, tapi baru ketemu jam 15.00. ckckck, ngaret luar biasa. Setelah kita ketemuan, menujulah kami berdua ke toko kue tersebut. Sebagai pembeli harus cerdas ya, sebelum membeli kuenya saya tanya dulu ke penjaga tokonya,

"Mbak kue ini ada rhum nya nggak?"

"Oh yang ada rhum nya yang blackforest aja."

"Berarti yang lainnya gak pake rhum ya mbak?"

"Iya."

Teman-teman tahu nggak rhum itu? oke, untuk lebih tahunya klik di sini. Yang pasti rhum itu jelas banget HARAM! Menurut pengakuan kakak saya yang laki-laki, dia dulu yang sejak SMK sampai kuliah mengambil jurusan Tata Boga, atau Pastry atau apalah itu namanya ya, rhum itu biasanya digunakan untuk membuat roti atau kue. Jadi, sebagai seorang muslim, haruslah lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan ya, apalagi kue. Jika ingin membeli kue, sebaiknya tanya dulu ke penjualnya, apakah ada komposisi rhum atau sejenisnya atau tidak. Jika makanan itu menggunakan komposisi rhum, tinggalin jauh-jauh deh. Kalau mau membeli minuman atau makanan kemasan, agar lebih safety, cek dulu kehalalannya. Biasanya kalau halal, ada logo resmi halal dari MUI (majelis ulama indonesia). Jika makanan atau minuman kemasan yang akan teman-teman beli tidak ada logo halal MUI, tinggalkan ya. Tidak perlu di beli, pilihlah produk lain yang sudah jelas kehalalannya. Oke, be more carefull, dear.

Back to topic. Setelah memlilih kue yang bebas dari rhum dan insya Allah halal, maka kami memilih kue yang cantik. Taraaaaa!! chocolate tart!! Harganya masih di bawah Rp. 200.000 kok. Murahhhhh!! :)

Setelah selesai membeli kue yang lazies itu, kami mulai nanya-nanya ke bunda Wita (Istri pak Agoeng) mengenai alamat rumah pak Agoeng. Pada saat itu kami menyembunyikan kedatangan kami ke pak Agoeng, jadi pak Agoeng nggak tahu kalau ternyata kami ingin ke rumah beliau untuk memberikan sedikit surprise. Hehe. Ternyata alamat rumahnya di daerah kelapa dua, Depok. Jam sudah menunjukkan pukul 16.00, kita baru berangkat dari Pasar Minggu. Padahal awalnya komitmen kita jam 16.00 sudah sampai sana. Ini namanya bukan komitmen, :D. Setelah nanya sana-sini alamat rumahnya, sampailah kami di tempat tujuan kira-kira pukul 16.40 wib. Sambil rempong di depan rumah antara masuk dan nggak, bunda membukakan gerbang rumahnya.. 

"sini masukin motornya, muat kan?"

"Iya bun, muat kok, hehe." (sambil cengengesan) :D

Wahh ternyata, pak Agoeng baru bangun tidur, jahat banget nih kita. :D Tak apa, momentnya setahun sekali. Setelah pak Agoeng rapi, beliau keluar dari kamar dan taraaaa bunda Wita langsung memberikan kuenya kepada pak Agoeng di ruang tamu. Cieeee, romantis banget sih pasangan ini, jadi iri. Haha. Team Litlle Fatih mah malah ketawa ketiwi aja. Pokoknya, semoga barokah ya Pak Agoeng usianya, sukses di dalam keluarga dan karir, dan sabar menghadapi anak-anak Little Fatih yang pecicilan ini ya Pak. :D


Amazing Interview

Hari ini dahsyat banget. Tepatnya adalah hari nervous sedunia. (lebay) Agenda pagi ini sungguh bikin nervous nggak ilang-ilang, interview di salah satu kampus dambaan hati. Jadwal interviewnya jam 08.00 wib. Paginya rapi-rapi, berangkat dari rumah pukul 07.30 WIB dari rumah tercintah, nggak sempat sarapan, cuma minum beberapa tegukan teh hangat buatan mama sama makan lontong. (Eh ini sama aja sarapan ya? Oke abaikan -___-"). Berangkatlah kita menuju ma'had...shuuuuuuwwww!! o-ow, Jakarta pagi ini indah temans, hujan rintik-rintik, Subhanallah. Jadi, selama di jalan kondisi hati tuh senang banget walaupun di jalanan macet banget-banget, maklum Jekardah. Di jalan, saya berlagak sotoy. Mulai mencari jalan alternatif lewat jalur ampera (awalnya sih mikir, mungkin lewat ampera nggak akan kena macet), tapiii ternyata pemirsahhh macetnya lebih-lebih daripada lewat jalan mangga besar. Oke berarti saya salah jalan, besok-besok nggak mau lewat jalur ampera lagi kalau mau berangkat ke ma'had. -___- Selama di jalan belaga sok tahu, padahal belum tahu jalur-jalurnya. Pas saya sampai di pertigaan kemang, saya ambil jalan lurus, ternyata jalan yang saya ambil itu jalur arah balik satu arah (pantesan berasa aneh kok cuma motor saya doang yang lewat situ, haha). Puter balik lah kita. Setiap melewati jalan pertigaan atau perempatan, sumpah rasanya hopeless banget. Yaiyalah jelas, binguunngg jadinya mau ambil belokan mana. :( Nggak lama lewat dari jalur pertigaantadi, eh nemu pertigaan lagi coba, masih di daerah kemang. Pas di pertigaan yang kedua, dengan lagak sok tahu lagi, nggak mau nanya-nanya sama orang lain, saya ambil belokan kiri, jalur yang macet (saya pikir, pasti ini jalan besarnya menuju ma'had, soalnya kalau belok ke kanan itu jalannya sepi, jadi nggak mungkin banget kalau belok ke kanan). Oke ini sotoy yang kedua kalinya dan khilafnya nggak sampai sini aja, masih berlanjut nih, haha. Rumus tadi pagi itu adalah "ikutin jalur yang ramai". Selang beberapa lama melewati kemacetan, ketemu perempatan, ini hopeless banget! Lihat plang penunjuk jalan. Kanan Blok M, Lurus Prapanca, Kiri TB Simatupang, Oke Stuck. Hampir di tabrak motor lain, oke kayak gini masih belum khilaf. Sambil bingung nyari-nyari arah balik ke kemang, akhirnya berenti di pinggir jalan. Niat kesotoyan berakhir, bertanyalah saya ke salah satu tukang ojek,
 "Pak, permisi mau tanya, kalau mau ke kemang ke arah mana yah?",

"oh nanti neng lewat bla bla bla, muter lagi ke bla bla bla." (Okee otak mulai pusing, zzzzzzzz).

"Oh lewat sana ya pak, yaudah deh makasih ya pak." (Iya iya aja tapi nggak ngerti sebenernya itu jalur mau kemana, yassalaam. Ini kesotoyan yang ketiga pemirsah)

Setelah mengikuti rumus sotoy nya, akhirnya nemu juga jalan yang awal tadi, kali ini benar-benar menuju kemang, alhamdulillaah. :D

Melihat jam, wow jam 08.30. Astaghfirullah, telat ini telat. Petaka!!! Stay cool tapi hati tetap nggak tenang. :(
Ini kesotoyan terakhir, sekarang rumusnya ikuti jalan yang sepi. Nah ini rumus harus di pakai pas di jalur Kemang. Rumus itu membuahkan hasil. Akhirnya, bertemulah saya dengan gang my new campus di daerah bangka. Alhamdulillah.

Pas sampai di ma'had, langsung nemuin bagian administrasinya,
"Mas, yang mau interview di mana yah?"

"Oh yang kemarin ya? Tunggu aja di maktabah." (maktabah = Perpustakaan)

"Oh di sana, oke. Makasih ya."

Sambil deg-degan menuju maktabah, membayangkan siapa yang meng-interview?-___- (panik sesi ke sekian kali)

Di maktabah bener-bener deg-degan, tangan dingin, alhamdulillah ketemu anak bayi yang lucu, gembil, jadi nervous agak hilang sedikit. :) Peserta yang lain lama-lama bermunculan, ada beberapa peserta akhwat, jadi banyak kenalan. Ada Riana, Ummu, Aisyah, Siti, Siapa lagiii yaaa, lupa :D. Jam 09.00 sang ustadz datang, entah namanya siapa. Pas ngelihat tambah deg-degan. Satu persatu dipanggil, didahului bagian ikhwan. Sembari menunggu giliran panggilan, yang lain sibuk muroja'ah, buka buku bahasa arab untuk review, ada yang baca novel,  ada yang tilawah. Karena saya belum mempelajari bahasa arab, maka dari itu biar hati tenang, saya sempatkan muroja'ah dan tilawah. It helped!

Suara ustadznya terdengar jelas, bertanya dengan bahasa arab. O-ow terus saya gimana pemirsah? Stay cool. Giliran saya dipanggil oleh ustadz,

"Nurul Fitriana." (Saatnya interview, nervous nggak ilang-ilang)

"Ok nurul ya. Asli mana, dulu SD dimana, smp dimana, sma dimana, kuliah dimana, kenapa mau kuliah di sini, dan bla bla bla."

Saya jawab dengan apa adanya.
Bagian terakhir yang nggak akan saya lupa.

"Punya hafalan?"

"Punya ustadz."

"Berapa juz?"

"Baru juz 30 sih ustadz, tapi belum semuanya."

"Oh gitu, An Naba' Hafal?"

"Insya Allah ustadz."

"Coba di baca."

Pas baca suara jadi gemetaran, tangan dingin, (rasanya mau minta matiin AC nya). Pada saat pertengahan ayat di stop oleh sang ustadz,

"Ya cukup, stop. Selamat, kamu diterima di BAIS 1 ya."

Alhamdulillaah. Kepo nggak BAIS itu apa? hehe. BAIS itu Bahasa Arab intensif. Jadi, sebelum masuk jurusan, harus i'dad (persiapan) dulu, bahasa arabnya harus dilancarin (ini program untuk yang belum bisa berbahasa arab). Karena, katanya, kuliahnya itu menggunakan pengantar bahasa arab, jadi belajarnya langsung menggunakan bahasa arab. Oke saya siapppp menjadi mahasiswi lagi! ^___^

Cave Adventure Expedition #GunungGede 3-5 Mei 2013 #Pendakian #1

Sabtu, 04 Mei 2013

Bersiap mendaki Gunung Gede, 2.958 MDPL!!
Pagi itu, saya terbangun dari tidur. Sekejap melihat jam di tangan, "Ah sudah pukul 04.00 lebih", batin saya. Sambil mengusap-usap mata menggenapkan nyawa yang masih melayang entah kemana dan melihat sekeliling ikhwan akhwat yag masih terlelap dalam tidur. 

"Eh gak jadi qiyamullail nih?", celetuk saya ke salah satu teman akhwat.  Namun, tidak ada jawaban. Mungkin yang lain juga tengah mengumpulkan sebagian nyawanya, antara setegah sadar :D

Saat itu, bunyi alarm HP tampak berisik bersaut-sautan. Yang satu berhenti berbunyi, yang lain berbunyi lagi dengan irama yang kadang sontak membuat saya kaget, tapi tapi tapi ikhwan-ikhwan yang punya HP malah tidak terbangun padahal alarm nya selalu berbunyi. Ya ampunnnn!! demi tu haaannnnn!!! ini petaka!!
Akhirnya, pada pukul 05.00, semua formasi lengkap sudah terbangun dari lelapnya tidur. Adzan shubuh berkumandang. Satu persatu kami mulai menuju kamar maandi untuk membasuh tiap sendi tubuh kami, berwudhu. Terasa segar pagi itu. Waktunya menunaikan kewajiban, berjama'ah dalam lurusnya barisan.




Cave Adventure Expedition #GunungGede 3-5 Mei 2013 #Keberangkatan

hari itu, jumat, 03 Mei 2013.

Packingpun saya kerjakan di pagi-pagi buta, saat mentari belum menampakkan cahayanya, karena ingin mengejar waktu briefing di wamy pukul 09.00 bersama tim. Jam di kamar tengah menunjukkan jarum pendek ke angka sembilan, tetapi saya belum selesai packing barang. Huahhhhh (jedotin kepala ke kasur) 
Di sela-sela packing barang, saya ambil HP jadul saya dan segera saya ketak-ketik di grup whatsapp Cave Adventure hanya sekadar izin telat. :D

Pagi itu pukul 10.00, packing selesai. Sayapun bergegas ke ATM mengambil uang, karena persediaan uang di dompet sangat tiris. Hehe. Selesai mengambil uang, saya menyempatkan membeli roti untuk persiapan logistik selama nanjak. Hmm, semua tertunaikan. Sesampainya di rumah, saya siap untuk berangkat. Membuka gerbang, menggendong beban carrier 40L , dan menenteng logistik di dalam bungkusan plastik. Pas di depan pintu, saya baru ingat kalau saya belum makan! Begini nih kalau sedang banyak pikiran! :D
 Akhirnya..saya sempatkan makan dulu sejenak untuk mengisi perut yang kosong sedari semalam. Yippi..berangkatlah menuju wamy pukul 11.15 siang.

Sesampainya di sana, masih sepi. Hanya ada saya, Nesya, ka Sumi, Lina. Andra sedang mencetak spanduk Cave Adventure di tempat lain, sedangkan Ka Amin berbeda rombongan, beliau berangkat lebih dulu menuju Gunung Gede untuk mengurus registrasi para pendaki, yang lainnya entahlah. masih bergelut dengan kesibukan masing-masing mungkin. Okee hari semakin siang, matahari mulai meninggi dan terik, tetapi formasi belum lengkap, alhasil saya dan Alin mencari sesuap nasi sebagai makan siang kami di luar Wamy. Hmm, lahapnya makan siang kala itu, subhanallah. :D

Hari sudah semakin sore, tetapi kami masih menunggu anak-anak yang lain, Andra! huhhhh tuh anak janjinya jam 09.00, sampai sore ditunggu tidak kunjung datang. Beberapa jam kemudian, Andrapun datang, alhamdulillaah. Beliau membawa spanduk yang akan kita jadikan dokumentasi di kala kami berada di puncak Gede nanti. O-ow tak lama kemudian Andra pun berbincang kalau ka Aji ternyata jadi ikut bersama temannya dan beliau sedang di jalan menuju wamy. hmmm. Rasanya bosan menunggu.:(

Hari semakin gelap, mentari sudah mulai tenggelam menandakan bahwa sore kala itu akan segera berganti malam. Sekitas pukul 17.00, ka Aji dan antek-anteknya datang. (baca: teman-temannya), dua orang, ka Alfa dan ka Arif. Wah, ini judulnya packing ulang, karena beban yang dibawa ikhwan harus lebih berat dari beban yang dibawa akhwat. Pada akhirnya, carrier ikhwan di packing ulang. Ternyataaa!! tas ka Arif dan Ka Alfa setelah dikumpulkan, bentuknya hanya seperti tas ransel ukuran kecil cobaaa!! Antara niat dan gak niat nanjak. :D ahh itu urusan ikhwan lah, saya tidak ingin ikut campur. Beberapa waktu kemudian, semua packingan selesai dibarengi dengan adzan maghrib yang berkumandang. Waktunya menunaikan kewajiban. Berjama'ah dalam ikatan cinta bersama mereka para akhwat tangguh! Selesai menunaikan kewajiban, kali ini kami benar-benar siap berangkat. Di ruangan pojok kantor wamy itu, kami mendapat petuah-petuah dari pak Iwan, sang tetua kami. Beliau berbicara lantang sambil berdiri di atas tumpukan kursi-kursi di ruangan itu, "kalau mau nanjak jangan pernah pakai jaket, karena nanti akan keringatan ketika nanjak, nah saat jaket dan baju basah, kalian akan kedinginan karena udara di sana dingin, dan bla bla bla". Kami menganggukkan kepala dengan pelan tanda mengiyakan.

Hmm, selesai mendapatkan petuah dari sang tetua, kami mulai menggendong beban masing-masing, carrier dan day pack. Sebelum benar-benar berangkat, kami diinstruksikan untuk berbaris sebentar di depan teman-teman Cave Trainer Academy, ada ka Ika, Rini, Ka kholid, Shidiq, Faris, Pak iwan, dan yang lainnya, lalu kami berdo'a bersama untuk keselamatan safar kami, tidak lupa untuk dokumentasi keberangkatan bersama sahabat yang lain.


Bismillah...ditengah hembusan angin malam, tidak mematahkan semangat kami sedikitpun untuk berangkat menuju TKP. Menyusuri jalan setapak demi setapak, kian lama kian menjauh dari kantor itu, wamy. Di depan kantor wamy, kami menunggu charteran angkot. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya kami berhasil mencharter mobil menuju terminal kp Rambutan. Sesampainya di Kp. Rambutan, kami sesegera mencari Bus menuju Cibodas. Bismillah, tidak lama bus itu datang. 

"ayo mas, ayo neng cepetan naik, banyak polisi di sana, gak boleh lama-lama berhenti, ayoo cepetan, itu taro tas nya di bagasi", begitulah kenek angkot itu berbicara kepada kami sambil setengah berteriak. 

Suasana kali itu sangat riweuh, banyak bis lalu lalang, banyak penjual yang berdagang, banyak orang-orang lalu lalang sibuk mencari bis tumpangan

"akhwat tas nya di bawa masing-masing aja", teriak Andra di tengah keriweuhan kondisi waktu itu. 

Akhirnya kami memutuskan untuk membawa tas kami masing-masing dan mulai menaiki tangga-tangga ke dalam bis sembari mencari tempat duduk yang kosong. 

"ini nih di sini aja", salah satu rombongan saya (ikhwan) berbicara kepada saya sambil menunjukkan jarinya ke salah satu tempat duduk.

setelah saya lihat, ternyata di samping bangku kosong itu adalah penumpang laki-laki, 
 "ahh gak mauu", saya berkata sambil mencari-cari tempat kosong yang lainnya.

"Udah, duduk aja, semuanya laki-laki, gak ada yang cewek".

huahhh, akhirnya saya pasrah duduk di sana, dengan kondisi yang kurang nyaman, kadang berdempetan dengan sang kenek saat bapak kenek itu menagih ongkos bis kepada para penumpang. Ya Allah, begitu kah kondisi yang harus dihadapi oleh para penumpang lain setiap harinya?
Bau rokok yang menyengat pun mungkin sudah menjadi makanan sehari-hari para penumpang. Mual pada saat itu ketika saya mencium bau rokok yang menyengat. Saya ambil sudut jilbab untuk menutup hidung agar tidak mencium bau rokok tersebut. Pada saat sampai di pasar ciawi (seingat saya), banyak penumpang yang turun. Nurfa memutuskan untuk berpindah ke tempat yang kosong dan jauh dari asap rokok, ya tentunya di bagian depan bis. Tidak lama kemudian, setelah Nurfa mendapatkan kursi kosong (bagian 3 kursi), Nurfa menengok ke arah saya dan Alin, "kak di sini aja yuk, ini kosong, kita bisa bertiga". Finally saya dan Alin memutuskan untuk pindah. Ahh, nyaman sekali rasanya waktu itu. Tak perlu lagi risih karena berdempet-dempetan dengan penumpang laki-laki dan bapak kenek. Selama di dalam bis, ada beberapa pedagang yang menyuguhi dagangannya. Dan saya merasa tergugah dengan salah satu pedagang. Sosok lelaki yang mulai menampakkan kerutan di sekitar wajah meyuguhi dagangan buah melonnya yang di bawa sekitaran satu karung. Beliau menawarkan kepada para penumpang dengan santun. "Ahh, andai semua pedagang seperti beliau", batin saya.

"Ayo melonnya 15.000 satu. Di bawa pulang buat oleh-oleh di rumah. Ayo kang buah nya, boleh di coba, aya pisau, manis kang boleh di coba di sini", Celoteh beliau sambil membawa beberapa buah melon yang ditawarkan kepada setiap penumpang dengan logat bahasa sunda yang khas nan santun.

Akhirnya, bapak-bapak penjual itu banting harga, dan tetap menawarkan satu persatu sambil membawa buah melonnya kepada masing-masing penumpang.
"Ayo neng buahnya dibeli, 10.000 tiga"
Tak lama kemudian, makin banyak penumpang yang membeli dagangan bapak tersebut.
"Alhamdulillah rejeki lancar" 

Tidak lelah lelaki paruh baya itu menawarkan dagangannya, bolak-balik ke depan hingga belakang bis, dan tidak sebentar, mungkin memakan waktu hingga satu jam. Saya dapat merasakan kelelahan beliau, berbicara tak kenal lelah menawarkan dagangannya dengan nada yang kadang berteriak. Namun, sedikit demi sedikit dagangan beliau habis. Begitulah perjuangan seorang Ayah demi mencari nafkah yang halal bagi keluarganya, subhanallaah.

Beberapa jam kemudian, kami sampai di tempat tujuan, di depan Pasar Cipanas. Kami menunggu para ikhwan nego charteran mobil angkot, untuk mengangkut kami menuju ke atas. Sembari menunggu ikhwan-ikhwan itu, kami merebahkan otot-otot yang kaku selama di perjalanan tadi, terkadang meneguk minuman untuk menghilangkan dahaga. Nikmatnya kala itu, sambil merasakan hembusan angin semilir malam. Dingin.
Ini dia potret lelahnya kami sambil menunggu ikhwan-ikhwan nego harga charteran mobil untuk naik ke atas.

Chibi...chibi.. ha..ha..ha :D

"gimana nih, abangnya minta 60.000, gak apa-apa deh ya? cuma beda 5.000 doang, lagipula kasihan abangnya", (karena pada saat itu anggaran maksimal untuk charter angkot hanya 55.000).
Ok, kami memutuskan untuk naik. Bismillah. Mobil angkot itu sudah penuh dengan carrier dan day pack. Tanjakannya sangat terjal bebatuan. Kondisi jalan yang rusak membuat kami terpental-pental selama di perjalanan. -_-

Tidak lama kemudian, ka Imam melihat HP, ada sms dari ka Amin. 
"nanti kalau udah di pasar cipanas, kabari ya", isi sms nya kurang lebih seperti itu.

Wahhhh ka Amin ketinggalan di pasar Cipanas nih kayaknya. Yang lain mulai panik.

"Ayo cepetan hubungi"
"Telpon ka amin sekarang, cepetan"
"aduhhh lagi kenapa gak bilang daritadi."
"aduh gak bisa nelpon, hp ku gak ada sinyal"

Yaa begitulah keriweuhan saat itu. Di balik keriweuhan, sinyal HP sudah mulai menghilang. Ini petaka! :D
Akhirnyaaaa HP Nurfa masih menandakan adanya sinyal HP, langsunglah ka Amin di Telepon oleh ka Imam. 

"Min, ente dimana? haduhhhh.. naik ojek aja deh ke atas, nanti uangnya ane ganti"

dan tiba-tiba HP nya mati.. ini artinya sinyal sudah nihil. Wallahu a'lam dengan nasib ka Amin waktu itu. Pasrah. Tetap calm down selama di angkot.

Setelah sampai di TKP sekitar pukul 23.30, kami para akhwat di minta untuk istirahat di warung abah. Di sana ada kamar mandi, tempat sholat, wah lengkap deh. Untuk menuju warung abah, harus jalan menanjak. Ngos-ngosan rasanya waktu itu. :D Sampailah di warung abah, kami langsung menaruh sebagian tas yang berat, ada yang meneguk minuman, ada yang ngobrol-ngobrol. Ehh tidak lama kemudian, ka Amin muncul dengan membawa carrier. Wahh lega rasanya sudah sampai tujuan dengan selamat dan formasi telah lengkap.

Tepat pukul 01.30 pagi semua istirahat, untuk mengumpulkan energi mendaki di keesokan harinya.

Cave Adventure Expedition #GunungGede 3-5 Mei 2013 #Persiapan

Sebelum berangkat naik Gunung, kita harus mempersiapkan perlengkapan apa saja yang harus dibawa. Berikut perlengkapannya :

1. Perlengkapan kelompok
a. Tenda
b. Kompor
c. Nesting (tempat masak)
d. Gas
e. Parafin
f. Gunting
g. Pisau lipat
h. Spiritus
i. Kapas

2. Perlengkapan Pribadi
a. Tas gunung (Carrier)/Day Pack
b. Matras
c. Sepatu/Sandal gunung
d. Sleeping Bag
e. Pakaian ganti
f. Kaus kaki
g. Sarung tangan
h. Celana atau Rok Lapang
i. Jaket
j. Rain Coat
k. Lilin
l. Korek Api
m. Tissue kering dan basah
n. Sandal
o. Senter/Head Lamp + Baterai cadangan
p. Gelas, Piring, dan Sendok
q. Kertas Nasi
r. Tali Rafia
s. Plastik kilo + Kresek
t. Payung

3. Perlengkapan P3K
a. salonpas
b. counterpain
c. balsem keram otot
d. minyak angin
e. tolak angin
f. hansaplast
g. obat pusing
h. Obat khusus (jika ada penyakit khusus)
i. obat demam
j. Habbatussauda
k. Madu
l. Vitamin
m. Plester
4. Perlengkapan Logistik
Perlengkapan disesuaikan dengan track dan lama perjalanan ya. Untuk di post-an ini, saya membuat list perlengkapan logistik untuk ke Gunung Gede selama kurang lebih tiga hari. Perlengkapan logistik ini wajib di bawa oleh masing-masing orang.
a. Beras secukupnya.
b. Air minum 1,5 Liter
c. Telur
d. Roti
e. Mie 3 Pcs
f. Kopi, susu, dan teh
g. Gula dan Garam
h. Coklat
i. Sambal dan Kecap
j. Gula merah
k. Makanan siap saji (spagethy, sarden, nugget, dll)

H-2 Rabu, 01 Mei 2013
Saya mulai pusing mengumpulkan perlengkapan yang harus di bawa. Maklum masih pemula, belum punya Head lamp, nesting, kompor, sleeping bag, tenda, pisau lipat, matras, dan sandal gunung. Akhirnya, H-2 saya menyempatkan membeli perlengkapan yang penting, yaitu sandal gunung dan head lamp. Alhamdulillah di dekat kampus saya ada toko Leuser, toko yang menjual perlengkapan mendaki. Wahhh tenang deh sudah punya sandal gunung. Pada saat H-2 di group Whatsapp Cave Adventure sudah ramai cuap-cuap mengenai persiapan naik gunung. Cieh gaya banget pakai bikin grup di whatsapp segala :D

Bayangkannnnnn saja, H-2, perlengkapan kelompok belum lengkap. Pada akhirnya saya sibuk nanya sana-sini ke adik-adik kampus, ke teman-teman yang suka mendaki, untuk meminjam nesting dan kompor dan carrier. Hamdallah waktu itu tenda sudah lengkap, kami butuh tiga tenda dan itu sudah terpenuhi. Nah, kompor, carrier, dan nesting terkumpul juga di H-1. Di rombongan kami butuh 2 nesting, 4 carrier, dan 2 kompor. ahhh tinggal perlengkapan pribadi yang belum lengkap. Saya belum punya matras, dan sleeping bag. Kalau tidak ada sleeping bag, mungkin saya tidak bisa tidur nyenyak karena udara di gunung gede itu sangattt dingin menusuk kulit (halah lebay). Ehmm, ternyataaka Amin menawarkan pinjaman sleeping bag nya dan dek Nesya meminjamkan matrasnya. Yeyyyy!! jadi nih kita cawww naik gunung. Ihiyyy!! Berangkatttt!!

H-1, kamis, 02 Mei 2013
Pagi itu saya ada jadwal privat, selesai mengajar privat saya sempatkan membeli rain cover untuk carrier saya yang berukuran 40L di toko Consina di jln warung Buncit, setelah itu dilanjut dengan mengajar hingga ashar. Ba'da ashar kami briefing, tetapi saya baru bisa hadir jam 17.30, secara harus mengajar dulu. Pejaten - Wamy (M kahfi II). oke formasi belum lengkap, tapi briefing tetap berjalan dengan baik. Ada saya, Lina, ka Sumi, Andra, ka Amin, Nesya, dan Nurfa. Selesai briefing ba'da maghrib, saya dikabarkan oleh teman saya lewat sms kalau saya bisa ambil tas carrier 60L nya hari itu juga, ba'da maghrib, di daerah pejaten. O-owww masa harus balik lagi ke Pejaten? oke saya harus balik ke Pejaten malam itu. Pukul 19.00 saya sampai di TKP, badan lemas, capek, haus, kepikiran belum packing sama sekali, belum membeli logistik, ampuuunnnn!!!! (mulai stress). Finally, tas carrier 60L berhasil saya pinjam. Huft. Selesai mengambil tas carrier itu, saya harus balik lagi ke wamy, memberikan carriernya ke ka Amin, karena di carriernya akan diisi dengan perlengkapan tenda, nesting, dan kompor. hmmm dengan sisa tenaga yang ada, perjuangan menuju wamy pun membuahkan hasil. Sekitaran pukul 20.15 sampailah saya di wamy. Semua perlengkapan sudah lengkap. Selesai semua, kami pulang ke rumah masing-masing, Tapi tidak dengan saya, saya harus membeli perlengkapan logistik yang belum saya siapkan. Berangkatlah malam itu juga ke pejaten village. Pegel-pegel bolak-balik mencaricari perlngkapan logistik. Akhirnya, saya benar-benar bisa merasakan nikmatnya kasur sekitar jam 11.50 malam. Malam itu, saya masih belum packing, tetiba badan saya demam tinggi. (wahhh gak beres nih). Dalam kondisi demam seperti itu, saya ngadu ke grup whatsapp Cave Adventure kalau saya sedang demam. :D (manja) 

Saya: "Saya demam masa. *pamer"

ka Amin: "ya udah, istirahat rul. Kecapean tuh"

Nurfa: "yah kak nurul beneran demam? :'("

Andra: "Sugesti itu ka"

Saya: "belum packing sama sekali"

Andra: "nanti aku packingin di wamy. kk sekarang istirahat, besok jam 09.00 ke wamy."

Saya: "iya, ok"

Tumben si Andra baek! :D biasanya musuhan banget sama saya -___-
Dan malam itupun akhirnya saya bener-bener gak packing sama sekali, saya memutuskan untuk mengumpulkan tenaga alias istirahat untuk menyiapkan fisik di keesokan harinya pada saat keberangkatan.