RSS

Memaksa Untuk Tetap Produktif

Sambil ketak-ketik netbook di atas meja makan. Iyeuhh rasanya BT sangat ketika harus menyelesaikan segala deadline di kamar. Sepi, sendiri. Ahh, bukan gue banget pokoknya. Makanya saya memutuskan untuk menyelesaikan segala tugas di lantai bawah, di meja makan. Padahal mama sudah ngoceh, "Ini pindahin kenapa sih, nanti kalau ada Bapak nanti Bapak marah-marah.". Tapi tetap saja netbook ini tidak beranjak dari tempatnya. :D

Hari ini subhanallah, merelakan jadwal privat di daerah Kalisari karena kondisi badan yang sudah mengindikasikan akan timbulnya virus-virus sakit. Heumm, semoga ini hanya perasaan saya saja. Tetap di depan netbook, mencari-cari bahan untuk keputrian di Labschool Pondok Ranggon jum'at besok, menyelesaikan segala kurikulum di bimbingan belajar yang akan saya dirikan bersama teman saya, menyiapkan try out untuk murid di bimbel lama, masih buanyak deadline lainnya. Ya Rabb, kuatkan dan mudahkan setiap ikhtiarku.

Masih tetap di depan netbook, mengetik dan membaca ratusan bahkan ribuan huruf. Tapi, semangat harus tetap ada, agar segala target tertunaikan, walau kadang kondisi badan tidak sepaham dengan banyaknya kerjaan yang harus dilakukan. Produktif dalam segala kondisi. I'm single fighter but i can do it by myself!

"Sosok Menginspirasi" #1

"Menurut ana, sosok ukhty itu inspirasi banget buat ana"

Sontak aku terkaget dengan apa yang orang itu utarakan. "Whatssss?? Gue menginspirasi orang itu?? Kayaknya orang itu salah banget deh! Apa yang loe tahu tentang inspirasi mennn?"

Namaku Sari, aku memang orang biasa, jilbabku tidak selebar daun kelor (salah konteks), maksudku jilbabku tidak sebegitu lebarnya, aktivitasku juga biasa-biasa saja, bahkan tidak sehebat Khadijah istri Rasulullaah atau Oky Setiana Dewi sang pemain film Ketika Cinta Bertasbih itu (mungkin). Aku hanya mahasiswi semester 5 yang sedang tekun mencari jati diri di sebuah Universitas di bilangan Jakarta Selatan. Ahh lagi-lagi aku masih bingung dengan apa yang orang itu utarakan. Kami berbeda fakultas, dia Fakultas Teknik, sedang aku Fakultas Farmasi. Jauh sekali bukan? Ya jelas jauh, karena jarak fakultas kami benar-benar jauh sekali. 
Allah mempertemukan kami di sana, menurutku inilah yang biasa kita sebut takdir.

Lalu tak lama kemudian, akupun membalas ucapannya, "hah? gak salah?"

ia jawab dengan tegas, "iya serius. Ketika ana ngomong sama ukhty, banyak inspirasi yang ana dapetin dari ukhty"

dalam hati, "wawwww ini yang namanya gombal detected!"

lalu aku bersitegas menjawab ucapannya, "antum itu lebay banget, suerrrrr. Darimana antum dapet inspirasi coba? aktivitas ana juga biasa-biasa aja tuh gak wahh banget"

Dengan pasrah orang itu menjawab, "yaudah kalo gak percaya"

Komunikasi kami pun kamipun berakhir ketika itu, tak ada jawaban yang aku lontarkan lagi. Menurutku hal seperti ini tidak penting untuk diteruskan, semacam membuang-buang waktu saja. 

Keesokan harinya kamipun menjalani aktivitas masing-masing, kuliah dan berorganisasi, benar-benar tidak ada rasa "wahh" di hatiku ketika orang itu mengungkapkan kekagumannya. "Ahh masa bodo", Batinku.
Sore itu, sambil menyusuri jalan di sekitar kampus bersama teman-teman jilbabers menuju ruang kegiatan mahasiswa, tiba-tiba aku berpapasan dengan orang itu lagi . Lagi-lagi, ini yang bisa aku sebut takdir.
"Belaga masa bodo aja ah. Pura-pura gak lihat", batinku. Entah mengapa sekilas aku lihat dia menyembunyikan senyumnya dibalik wajahnya yang tertunduk. Aku yakin, ini hanya perasaanku saja. Agaknya aku sedikit berlebih-lebihan memaknai semuanya.

Hari-hari berlalu begitu cepat, dengan terlihatnya pergantian siang menjadi malam begitupun sebaliknya. Pada akhirya aku mendapat kabar bahwa orang itu telah mendirikan sebuah sekolah. Seketika telepon genggamku berdering ba'da isya.. Kringgg...kringgg... 

"Wah orang itu lagi, ngapain dia tumben-tumbenan telepon", batinku. Segera kuangkat teleponnya dengan sigap.

"halo assalaamu'alaikum ukhty lagi sibuk gak? ana mau tanya-tanya sama ukhty", tanyanya.

"wa'alaikumussalam oh gak kok. Mau tanya apa?", balasku.

"ini ana butuh masukan, menurut ukhty gimana bikin kurikulum yang bagus ya? jujur aja, ana bingung karena ana gak pernah tahu bentuknya seperti apa, makanya ana minta saran dari ukhty", dia menjelaskan panjang lebar.

"oh kalo itu tinggal bla bla bla bla bla", aku menjelaskan dengan hati-hati.

"oh gitu ya ukh, oke deh syukron ya ukh. Tuh kan ana bilang apa, ukhty itu inspirasi banget buat ana", dengan lagak meyakinkan.

"ok ada yang mau ditanyain lagi? kalo gak ada, ana mau istirahat", aku mulai kesal.

"Yaudah deh ukh, met istirahat ya. Assalamu'alaikum", sambil menutup teleponnya.

"Wa'alaikumussalam", jawabku singkat.

----To Be Continued----
---------------------------------------------------
CerPen-nya saya skip dulu ya, saya mau istirahat nih. Mata sudah mulai sipit tanda harus memeluk guling. ^^
Insya Allah lain waktu saya coba ketak-ketik di blog ini. :)

Coba Jadi Penulis

Coba-coba, saya ingin membuat CerPen.. Perhatian, cerita nanti adalah cerita fiktif belaka...
oke mari disimak.. saya akan membuat menjadi beberapa bagian.. ^^

Tulang Rusuk #EHEM

Pemilik tulang rusuk akan selalu berjalan mencari dimana tulang rusuknya berada. tulang rusuk akan tahu siapa pemilknya.Dan tulang rusuk tak akan pernah bisa menolak kedatangan pemiliknya, karena namanya bahkan sudah datang jauh sebelum tulang rusuk ini ada..

Celoteh di Malam Minggu

Ehm...sedang menanti tanggal 23 Februari 2013 nih..
Ingin cepat-cepat melewati tanggal itu..
Tertunaikan sudah semuanya..

Fokus masa depan..
Menanti pangeran pujaan..#ups
Mencari rezeki halal nan barakahan..
Melanjutkan pendidikan.. (mudah-mudahan)

MUSMA cepatlah berakhir..
Karena masih banyak mimpi yang harus kuukir..

(padahal lagi sebel sama seseorang nih, huaaaa gregetan mau lempar bakiak ke orang ituuuu hadeuhh)

Mundur, Menunggu, atau Maju?

Teman-teman, dalam kehidupan ini banyak sekali pilihan. Kita hanya dituntut untuk memilih. Memilih untuk sukses atau tidak sukses? pintar atau bodoh? dermawan atau bakhil? atau yang lainnya. Saat ini, saya sedang memikirkan beberapa pilihan hidup. Sesungguhnya ini pilihan penting, amat penting. Penting menurut saya sih ya. :D

Entahlah beberapa pekan terakhir tema yang di angkat dan sering menjadi perbincangan antara saya dengan beberapa orang "berilmu" di kehidupan saya pasti berbicara tentang tuttttt (sensor) :p Mau tau berbincang mengenai hal apa? Mau tahu aja atau mau tahu bangettt? ckckck Alay detected! Pokoknya berbincang mengenai sesuatu hal. Saya bingung ketika suatu pertanyaan itu selalu dilontarkan kepada saya. Seketika speechless ingin menjawab juga bingung, pada akhirnya pertanyaan itu tidak saya jawab pula. Lagi-lagi saya tekankan, ini masalah serius temans! SERIUS! oke saya sedang tidak becanda kali ini. Intinya adalah balik lagi ke tema diatas, Mundur, Menunggu, atau Maju? Jujur saja saya bingung, amat bingung. Ingin mundur, dengan cara mendiamkan semua pertanyaan2 yang dilontarkan ke saya. (Tapi ini bukan cara yang dewasa kan?) Ingin menunggu, tapi terselip pertanyaan, ngapain menunggu hal yang gak pasti? Ingin maju, tapi saya belum siap dengan konsekuensi yang akan terjadi pada kehidupan saya nantinya. Oke saya baru sadar, saya harus berpikir keras memutuskan semuanya dengan cara istikharah padaNYA. Mungkin jawaban yang tepat akan diberikanNYA segera, saya yakin itulah jawaban yang terbaik. ^____^


Tuh kan ketahuan deh nih malam saya lagi gak jelas ya. -_____-